གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Adelya Mutiara Nurhamzah 2251031037

Nama: Adelya Mutiara Nurhamzah
NPM: 2251031037
Kelas: Kewarganegaraan AKT B

Perkembangan Konstitusi yang Berlaku  di Indonesia, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie.
 
Terdapat perbedaan antara undang-undang dasar versi pengesahan 18 Agustus dengan Undang-Undang Dasar 1945 versi yang berlaku sekarang.
Diketahui bahwa bangsa indonesia sudah menjadi 4 republik, yaitu:
1. Republik pertama diproklamasikan 17 Agustus dengan konstitusi yang disahkan 18 Agustus.
2. Republik kedua adalah RIS yang konstitusinya RIS.
3. Republik ketiga berubah menjadi negara kesatuan undang-undang dasar sementara atau dinamakan interim konstitution yang biasa disebut UUDS 1950.
4. UUD 1945, konstituante tidak berhasil membuat konstitusi baru dan tahun 59 dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sehingga undang-undang Dasar 1945 kembali diberlakukan, tetapi ada perubahan pada bagian penjelasan yang diletakan dibagian lampiran sebagai bagian yang tidak terpisahkan.
 
Dokumen undang-undang dasar asli yang kita jadikan pegangan sekarang adalah naskah UUD 45 versi 5 Juli 1959 ditambah 4 lampiran perubahan 1, 2, 3, dan 4. Status perubahan yang terjadi adalah lampiran.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Adelya Mutiara Nurhamzah 2251031037 གིས-
Nama: Adelya Mutiara Nurhamzah
NPM: 2251031037
Kelas: AKT D

PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa Indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah makhluk religi. Sebagai makhluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kelemahan, yang mencipta dan menguasai jagat raya.
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab
Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu.
3.Persatuan Indonesia
Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, serta persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan iptek.
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu, juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka menerima kritik dan dibandingkan dengan teori lain yang ada.
5.Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan yaitu dalam mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal-2

Adelya Mutiara Nurhamzah 2251031037 གིས-
Nama: Adelya Mutiara Nurhamzah
NPM: 2251031037
Kelas: AKT D

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu Anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang Anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab:
Pancasila sebagai paradigma ilmu, artinya nilai-nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, tolak ukur, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan. Peran setiap sila Pancasila dalam ilmu pengetahuan dan etika adalah sebagai berikut:
1.Sila pertama yang berbunyi ketuhanan yang maha esa, pada sila pertama ini mengajarkan untuk toleransi antar umat beragama dengan menghormati keberagaman agama yang ada, baik dalam lingkup pertemanan dan bermasyarakat.
2.Sila kedua yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradap, sila kedua ini mengajarkan untuk membangun rasa keadilan dan sopan santun sehingga dapat mengembangkan karakter diri menjadi lebih baik dan senantiasa mementingkan kepentingan orang lain.
3.Sila ketiga yang berbunyi persatuan Indonesia mengajarkan untuk mempunyai rasa bahwa kita membutuhkan orang lain, mengajarkan bahwa persatuan merupakan hal yang penting untuk diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari.
4.Sila keempat yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, sila ini mengajarkan bahwa dalam menyelesaikan masalah dapat dilakukan dengan cara bermusyawarah dengan tujuan untuk mencapai mufakat bersama, saling bertukar pendapat dan saling menghargai pendapat orang lain.
5.Sila kelima yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sila ini mengajarkan untuk selalu berlaku adil pada sesama, dengan tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya baik dalam segi agama, suku, budaya maupun ekonomi.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab:
Harapan saya pada para pemimpin yaitu mereka dapat menjalankan tugas-tugas mereka dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang ada, tidak melalukan perbuatan yang melenceng dari nilai-nilai Pancasila, berlaku adil pada semua golongan ekonomi, dan dapat mengayomi rakyatnya dengan baik, serta berorientasi pada masa depan. Pada warga negara, saya berharap mereka dapat mengikuti aturan-aturan yang ada dalam negara sesuai dengan UUD yang berlaku. Dan yang terakhir pada para ilmuwan, saya berharap mereka dapat menyebarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat dan tentunya tidak mengandung hoax yang belum tentu kebenarannya.