Analisis Soal 2
Nama: Claresta Salma Eristo PNR
NPM: 2218031002
A.
Kemajuan teknologi saat ini berkembang dengan sangat pesat dan menghasilkan inovasi-inovasi tentang perkembangan IPTEK. Hal ini tentu saja membawa dampak positif sehinga dapat mendorong perkembangan lebih pesat dan memperluas wawasan yang mencerdaskan masyarakat Indonesia. Pancasila menjadi landasan akan paradigma disipilin ilmu, karena perannya terkandung dalam kelima sila Pancasila;
Sila Pertama menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya.
Sila Kedua menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh, dalam keutuhannya ada rohani dan jasmani. Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal. Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal, namun bukan segala-galanya
Sila ketiga menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia
Sila keempat menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab
Sila kelima menunjukkan bahwa keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya yaitu masyarakat Indonesia yang berkarakter komunalistik-religius
Proses perkembangan saat ini berdampak positif maupun negatif dari pesatnya kemajuan Iptek tersebut bagi negara Indonesia baik dari aspek politik, ekonomi, sosial budaya, maupun hukum.
B.
Pancasila merupakan ideologi bangsa. Pemimpin yang baik pastinya memiliki misi untuk membawa Indonesia menggapai cita-cita bangsa yaitu membawa penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia kearah terwujudnya kehidupan yang ber-ketuhanan, ber-kemanusiaan, ber-persatuan, ber-kerakyatan, dan ber-keadilan. Pemimpin harus memiliki lima karakteristik tersebut akan sejalan dengan kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi bangsa Indonesia.