གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Jihan Handayani

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi

Jihan Handayani གིས-
Nama : Jihan Handayani
NPM : 2211011007 
Kelas : Manajemen A
Tugas Pendidikan Pendidikan Pancasila

Artikel 14.A

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain dapat memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri juga perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang negatif karena itu IPTEK perlu menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangnya baik dari aspek nilai agama maupun budaya semua haruslah relevan dan senantiasa mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan manusia dan merusak sendi- sendi kehidupan bangsa.
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK ini, dan sebaliknya IPTEK juga harus senantiasa berdasar pada nilai-nilai pancasila, karena pancasila sejatinya adalah media akulturasi dari berbagai pemikiran mengenai agama, pendidikan, politik, sosial, budaya, dan juga ekonomi yang mengkoordinir berbagai aktivitas kehidupan dalam masyarakat.

Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK

>> Dampak Positif :
• Menunjang kegiatan produksi, dengan adanya kemajuan IPTEK terciptalah berbagai mesin-mesin canggih yang dapat digunakan untuk menunjang dihasilkannya suatu barang atau jasa tentunya dengan hasil yang lebih baik.
• Memudahkan komunikasi dengan orang lain.
• Memudahkan proses pembelajaran, Dan masih banyak lagi dampak-dampak positif lainnya.

>> Dampak Negatif :
• Carding, yaitu pembobolan kartu kredit melalui internet untuk mendapatkan kode kartu, penipuan melalui pesan singkat, pembajakan akun dan masih banyak lagi.
• Membuat ketergantungan dan rasa malas, karena terlalu nyaman dan dimudahkan oleh teknologi orang-orang bisa saja timbul rasa malas dan sangat tergantung pada teknologi.
• Mengandung unsur kekerasan bahkan pornografi, yaitu dari tayangan yang ada di internet yang bisa diakses siapa saja dan hal ini dapat merusak karakter anak bangsa.

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Perkembangan IPTEK Dan Kehidupan Masyarakat Modern :

• IPTEK yang dikembangkan haruslah menghormati keyakinan religius masyarakat Indonesia.
• IPTEK harus bertujuan untuk pengembangan manusia dan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan.
• IPTEK menjadi unsur yang menghomogenisasi budaya dan memperkuat persatuan serta mengembangkan pendidikan.
• Penguasaan IPTEK haruslas demokratis dan merata karena ini juga termasuk dalam sistem pendikan dimana pendidikan itu sendiri merupakan tuntutan dan hak seluruh masyarakat.
• Kesenjangan dalam penguasaan IPTEK harus diminimalisir dan IPTEK harus merata dan mampu membantu masyarakat untuk menjadi lebih sejahtera.
Sedangkan Pancasila sebagai suatu landasan etika dalam pengembangan IPTEK adalah sebagai berikut :
• Pengembangan IPTEK yang berkaitan dengan manusia harus menghormati martabat manusia, misalnya dalam rekayasa genetik.
• Pengembangan IPTEK harus mampu menjadikan hidup manusia lebih unggul dan berkualitas baik dimasa sekarang maupun masa depan.
• Pengembangan IPTEK mampu membantu pemekaran komunitas masyarakat baik lokal, nasional maupun global.
• IPTEK harus terbuka karena sangat berkaitan dan memiliki dampak langung bagi kehidupan masyarakat.
• IPTEK membantu penciptaan manusia yang semakin adil.

Artikel 14.B

Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Metode dalam penelitian ini dengan metode deskripsi yaitu pembahasan yang bersifat literer, khususnya literatur yang membahas masalah ilmu, teori kebenaran dalam ilmu, masalah Pancasila baik sebagai secara ilmiah maupun secara filsafati. Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif kemudian diolah dengan metode analisa dan reflektif, dilengkapi dengan metode ‘verstehen’. Teori kebenaran Pancasila menghendaki,. bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah :
1) tiadanya pertentangan dengan Tuhan,
2) aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia,
3) suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi,
4) kemanfaatan pada semua pihak, dan
5) terpenuhinya hakekat keadilan (adil).
Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya. Dengan berorientasi Pancasila secara ilmiah dalam upaya mencari kebenaran dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia serta visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

Jihan Handayani གིས-
Nama : Jihan Handayani
NPM : 2211011007
Prodi : S1 Manajemen (kelasA)
Tugas Pendidikan Pancasila

A. Etika Politik Pancasila dan Filsafat Politik Pancasila
Etika Politik Pancasila merupakan percabangan dari filsafat politik Pancasila yang memandang baik dan buruknya suatu perbuatan maupun perilaku politik dengan dasar Filsafat Politik Pancasila. Adapun definisi Filsafat Politik Pancasila yaitu segenap keyakinan yang diperjuangkan penganutnya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia berdasarkan Pancasila.
Nilai-nilai Etika dalam Pancasila
Seperti yang kita pahami, etika tentunya membantu manusia dalam hal penentuan mengenai tindakan yang perlu dilakukan dan apa alasannya hal tersebut harus dilakukan. Pancasila sebagai dasar negara merupakan etika bagi bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan nilai-nilai etika yang dapat kita temukan dalam Pancasila dimanifestasikan dalam bentuk tatanan seperti berikut:
* Tatanan bermasyarakat memiliki nilai-nilai dasar seperti pelarangan akan eksploitasi sesama manusia. Semua orang wajib untuk berperikemanusiaan dan juga berkeadilan sosial.
* Tatanan bernegara memiliki nilai-nilai dasar merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur.
* Tatanan luar negeri memiliki nilai ketertiban dunia, perdamaian abadi, kemerdekaan, dan keadilan sosial.
* Tatanan pemerintah daerah dengan nilai-nilai permusyawaratan yang mengakui asal-usul atau latar belakang keistimewaan daerah.
* Tatanan hidup beragama dengan kebebasan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.
* Tatanan bela negara, hak dan kewajiban warga negara untuk membela negara.
* Tatanan pendidikan, dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.
* Tatanan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat.
* Tatanan hukum dan keikutsertaan dalam pemerintahan, dan
* Tatanan kesejahteraan sosial dengan nilai dasar kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Menurut saya, sejauh ini etika politik di Indonesia saat ini belum terlalu sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, karena bisa dilihat dari beberapa kasus di Indonesia yang tidak menerapkan nilai-nilai Pancasila.

https://voi.id/berita/46327/etika-politik-pancasila-nilai-nilai-dan-contoh-penerapannya

B. Etika generasi muda
Menurut saya etika generasi muda pada saat ini sangatlah memprihatinkan. Bisa dikatakan sangat berbeda dengan generasi yang sebelumnya yang mempunyai etika yang baik, menghormati dan menghargai satu sama lain, sopan dan santun terhadap orang yang lebih tua. Sedangkan generasi saat ini sangatlah miris, hampir generasi yang sekarang tidak memiliki etika yang baik, kurang menghormati dan menghargai satu sama lain, kurang sopan dan santun terhadap orang yang lebih tua, tidak mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia.

Dekadensi moral merupakan pengikisan jati diri yang terkait merosotnya tentang nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu.

Solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi :
1.Pengawasan dan juga perhatian orangtua
2.Memberikan pendidikan karakter 3.Penegakan hukum
4.Meningkatkan pendidikan moral dan agama

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

Jihan Handayani གིས-
Nama : Jihan Handayani
NPM : 2211011007
Prodi : S1 Manajemen (kelas A)
Tugas analisis video pendidikan Pancasila :

Etika adalah hal yang sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan Berbangsa dan bernegara dengan memiliki etika maka kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan baik untuk diwariskan dari satu generasi ke yang lainnya etika Pancasila adalah cabang filsafat yang di jabarkan dari sila sila Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Nilai nilai yang terkandung dalam etika Pancasila

-Sila pertama, Ketuhanan yang maha esa
mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri manusia kepada Sang Pencipta, ketaatan kepada nilai agama yang dianutnya.
-Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab
mengandung dimensi humanus, artinya menjadikan manusia lebih manusiawi, yaitu upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antarsesama.
-Sila ketiga, Persatuan Indonesia
mengandung dimensi nilai solidaritas, rasa kebersamaan (mitsein), cinta tanah air.
-Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
mengandung dimensi nilai berupa sikap menghargai orang lain, mau mendengar pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
-Sila Kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
mengandung dimensi nilai mau peduli atas nasib orang lain, kesediaan membantu kesulitan orang lain.

Urgensi Pancasila sebagai sistem etika
- [ ] Pertama, meletakkan sila sila Pancasila sebagai etika berarti menepatkan Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap,tindakan dan keputusan
- [ ] Kedua, Pancasila sebagai sistem etika memberikan padoman bagi setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan baik lokal, nasional, regional maupun internasional
- [ ] Ketiga, Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat negara kebangsaan yang berjiwa Pancasila

Dapat disimpulkan bahwa Etika Pancasila diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sebab berisikan tuntunan nilai-nilai moral yang hidup.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Jihan Handayani གིས-
Nama : Jihan Handayani
NPM : 2211011007
Prodi : S1 Manajemen (Kelas A)
Tugas analisis jurnal pendidikan Pancasila :

Moral berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik maupun buruk, sopan ataupun tidak sopan, susila atau tidak susila. Etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis dalam hubungan dengan tingkah laku manusia dengan pandangan hidup, serta filsafat hidup dari masyarakat tertentu.
Moral merupakan suatu ajaran-ajaran atau wejangan-wejangan, patokan-patokan, kumpulan peraturan, baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Etika adalah suatu cabang filsafat yaitu suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan- pandangan moral tersebut. Etika adalah ilmu pengetahuan yang membahas prinsip-prinsip moralitas.
Tahapan Perkembangan Etika.
Secara historis dan perkembangan ilmu pengetahuan, sistem etika berkembang melalui 5 (lima) tahapan, yaitu:
1. Etika teologis
Etika yang bersumber dari ajaran agama.
2. Etika Ontologis
Etika yang merupakan tahap perkembangan etika agama. Dibagi menjadi empat subsistem, yaitu:
- etika deskriptif
- etika preskriptif
- etika terapan
- metaetika
3. Etika positif
Etika yang berupa aturan etika perilaku yang lebih spesifik dan etika perilaku mungkin pedoman
4. Tutup etika operasional
Etika yang dimana proses keadilan etika dilakukan di internal komunitas/organisasi secara tertutup.
5. Etika Bisnis Terbuka Dalam Bentuk Pengadilan Etika Terbuka.
Hukum dan Hubungan Etika Dalam Kebijakan Hukum di Indonesia. Hubungan antara etika dan hukum dapat dilihat dalam 3 (tiga) dimensi, yaitu:
1. Dimensi materi dan wadah.
2. Dimensi ruang lingkup relasional.
3. Dimensi pikiran manusia mematuhi atau tidak mematuhinya.