Nama : cahya kinasih
Npm : 2211031151
Kelas : akuntansi d
14 a
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain dapat memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri juga perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang negatif. Oleh karena itu IPTEK perlu menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangnya baik dari aspek nilai agama maupun budaya semua haruslah relevan dan senantiasa mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan manusia dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Pancasila yang mana merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK.
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK ini, dan sebaliknya IPTEK juga harus senantiasa berdasar pada nilai-nilai pancasila, karena pancasila sejatinya adalah media akulturasi dari berbagai pemikiran mengenai agama, pendidikan, politik, sosial, budaya, dan juga ekonomi yang mengkoordinir berbagai aktivitas kehidupan dalam masyarakat. Jika IPTEK dianggap tidak berhubungan dengan nilai budaya ataupun agama hal ini akan menyebabkan tidak adanya nilai human-religius. Perkembangan IPTEK yang ada di Indonesia haruslah senantiasa dikawal dengan nilai-nilai agama dan budaya yang terkandung dalam ideologi bangsa yaitu pancasila agar kehidupan bangsa tidak rusak karena pengaruh buruk IPTEK yang tidak sesuai dengan jati diri masyarakat Indonesia.
Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Iptek
Perkembangan IPTEK dapat memberikan dampat positif bagi kehidupan manusia diantaranya yaitu :
1. Menunjang kegiatan produksi
2. Memudahkan komunikasi dengan orang
3. Memudahkan proses pembelajaran lain
Selanjutnya yaitu dampak negatif dari perkembangan IPTEK bagi kehidupan manusia, diantaranya yaitu :
1. Carding, yaitu pembobolan kartu kredit melalui internet untuk mendapatkan kode kartu, penipuan melalui pesan singat, pembajakan akun dan masih banyak lagi
2. Membuat ketergantungan dan rasa malas
3. Mengandung unsur kekerasan bahkan pornografi
14 b
Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya. Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.
Pancasila digali dari budaya bangsa Indonesia sendiri, maka Pancasila mempunyai fungsi dan peranan yang sangat luas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Fungsi dan peranan itu terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Itulah sebabnya, Pancasila memiliki predikat sebagai sebutan nama yang menggambarkan fungsi dan peranannya.
Dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, maka perlu di kaji kebenaran yang khas menurut Pancasila terlebih dahulu. Sebab Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara akan selalu manjadi ukuran bagi setiap sikap dan perbuatan, termasuk kegiatan para ilmuwan dengan produk ilmunya. Secara historis dapat diketahui, bahwa dalam hal kebenaran sudah ada 3 paham tradisional yang besar , yaitu paham koherensi, korespondensi, dan pragmatik.
pengetahuan adalah hasil tahu manusia terhadapa sesuatu, atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu obyek yang dihadapinya, atau hasil usaha manusia untuk memahami suatu obyek tertentu. berdasarkan pada pendapat Notonagoro dan 3 alasan tersebut , menjadikan setiap persoalan mengenai segala hal dalam ranah ilmiah yang kemudian dikaitkan dengan pancasila kharus mengacu pada lima sila dalam pancasila termasuk kebenaran, yaitu
sila 1 dalam NKRI tidak ada tempat bagi pertentangan dalam hal ketuhanan dan keagamaan, bagi sikap dan perbuatan anti-ketuhanan atau keagamaan dan bagi paksaan agama
sila 2 sesuatu hal dikatakan benar apabila sesuatu itu mendorong pada semakin menguatnya nilai-nilai kemanusiaan. segala upaya yang dilakukan dengan meghalalkan segala cara tidak mendapatkan tempat dalam pancasila
sila 3 adalah suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi. namun, untuk mencapai kebenaran tidak berarti menutup segala bentuk dinamika pemikiran.
sila 4 kebenaran merupakan persoalan apakah sesuatu itu bermanfaat atau tidak. sesuatu akan bermanfaat apabila dirumuskan secara bersama sama dengan keterlibatan berasama dari subjek
sila 5 kebenaran adalah terpenuhinya hakekat keadilan (adil). adil menurut ilmiah, yaitu terpenuhinya segala sesuatu yang telah merupakan suatu hak dalam hidup bersama sebagai sifat hubungan antara satu dengan yang lain.
Npm : 2211031151
Kelas : akuntansi d
14 a
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain dapat memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri juga perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang negatif. Oleh karena itu IPTEK perlu menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangnya baik dari aspek nilai agama maupun budaya semua haruslah relevan dan senantiasa mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan manusia dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Pancasila yang mana merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK.
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK ini, dan sebaliknya IPTEK juga harus senantiasa berdasar pada nilai-nilai pancasila, karena pancasila sejatinya adalah media akulturasi dari berbagai pemikiran mengenai agama, pendidikan, politik, sosial, budaya, dan juga ekonomi yang mengkoordinir berbagai aktivitas kehidupan dalam masyarakat. Jika IPTEK dianggap tidak berhubungan dengan nilai budaya ataupun agama hal ini akan menyebabkan tidak adanya nilai human-religius. Perkembangan IPTEK yang ada di Indonesia haruslah senantiasa dikawal dengan nilai-nilai agama dan budaya yang terkandung dalam ideologi bangsa yaitu pancasila agar kehidupan bangsa tidak rusak karena pengaruh buruk IPTEK yang tidak sesuai dengan jati diri masyarakat Indonesia.
Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Iptek
Perkembangan IPTEK dapat memberikan dampat positif bagi kehidupan manusia diantaranya yaitu :
1. Menunjang kegiatan produksi
2. Memudahkan komunikasi dengan orang
3. Memudahkan proses pembelajaran lain
Selanjutnya yaitu dampak negatif dari perkembangan IPTEK bagi kehidupan manusia, diantaranya yaitu :
1. Carding, yaitu pembobolan kartu kredit melalui internet untuk mendapatkan kode kartu, penipuan melalui pesan singat, pembajakan akun dan masih banyak lagi
2. Membuat ketergantungan dan rasa malas
3. Mengandung unsur kekerasan bahkan pornografi
14 b
Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya. Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.
Pancasila digali dari budaya bangsa Indonesia sendiri, maka Pancasila mempunyai fungsi dan peranan yang sangat luas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Fungsi dan peranan itu terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Itulah sebabnya, Pancasila memiliki predikat sebagai sebutan nama yang menggambarkan fungsi dan peranannya.
Dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, maka perlu di kaji kebenaran yang khas menurut Pancasila terlebih dahulu. Sebab Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara akan selalu manjadi ukuran bagi setiap sikap dan perbuatan, termasuk kegiatan para ilmuwan dengan produk ilmunya. Secara historis dapat diketahui, bahwa dalam hal kebenaran sudah ada 3 paham tradisional yang besar , yaitu paham koherensi, korespondensi, dan pragmatik.
pengetahuan adalah hasil tahu manusia terhadapa sesuatu, atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu obyek yang dihadapinya, atau hasil usaha manusia untuk memahami suatu obyek tertentu. berdasarkan pada pendapat Notonagoro dan 3 alasan tersebut , menjadikan setiap persoalan mengenai segala hal dalam ranah ilmiah yang kemudian dikaitkan dengan pancasila kharus mengacu pada lima sila dalam pancasila termasuk kebenaran, yaitu
sila 1 dalam NKRI tidak ada tempat bagi pertentangan dalam hal ketuhanan dan keagamaan, bagi sikap dan perbuatan anti-ketuhanan atau keagamaan dan bagi paksaan agama
sila 2 sesuatu hal dikatakan benar apabila sesuatu itu mendorong pada semakin menguatnya nilai-nilai kemanusiaan. segala upaya yang dilakukan dengan meghalalkan segala cara tidak mendapatkan tempat dalam pancasila
sila 3 adalah suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi. namun, untuk mencapai kebenaran tidak berarti menutup segala bentuk dinamika pemikiran.
sila 4 kebenaran merupakan persoalan apakah sesuatu itu bermanfaat atau tidak. sesuatu akan bermanfaat apabila dirumuskan secara bersama sama dengan keterlibatan berasama dari subjek
sila 5 kebenaran adalah terpenuhinya hakekat keadilan (adil). adil menurut ilmiah, yaitu terpenuhinya segala sesuatu yang telah merupakan suatu hak dalam hidup bersama sebagai sifat hubungan antara satu dengan yang lain.