Kiriman dibuat oleh Arya Nurhasan 2211031160

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Arya Nurhasan 2211031160 -
Arya Nurhasan
2211031160
AKT D

Hasil Analisis
Pancasila bisa diibaratkan sebagai buku manual pedoman bagi bangsa Indonesia, untuk mencapai cita-cita bangsa yaitu manjadi bangsa yang adil dan juga makmur.
Indonesia terdiri dari puluhan ribu pulau, dan setiap pulau ditinggali oleh setiap masyarakat yang berbeda, baik adat istiadat, budaya, agama, maupun ras. Di negara yang kaya inilah diperlukan suatu unsur yang dapat mengikat lapisan masyarakat secara universal, yaitu unsur ketuhanan. Tuhan menciptakan kita berbeda-beda dengan tujuan agar saling mengenal. Ketika kita sudah mampu untuk menghormati sesama manusia maka kita akan menjadi manusia yang beradab dan ketika kita sudah beradab dan tidak membeda-bedakan manusia maka akan terbentuk persatuan. Dari persatuan inilah akan melahirkan manusia-manusia yang bijak, dan manusia yang bijak tentu akan berlaku adil. Jika keadilan dan kemakmuran belum tercapai di Indonesia, maka hal-hal dasar (ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan) tadi perlu dibenahi.
Nama : Arya Nurhasan
NPM : 2211031160
Kelas : AKT D

Pancasila dilahirkan melalui proses yang panjang dan butuh perjuangan maupun pengorbanan. Pancasila merupakan identitas bangsa yang membedakan Indonesia dengan negara lain, dimana kebanyakan negara di dunia ini berideologi liberalis maupun komunis. Sebagai landasan ideal bagi Indonesia, Pancasila sungguh menakjubkan. Pancasila merupakan sebuah kesepakatan dan konsesus untuk membangun suatu bangsa satu negara, tanpa mempersoalkan perbedaan latar belakang yang ada, baik agama, ras, suku, budaya, bahasa dan lainnya. Banyak sekali tantangan dan rintangan yang dilalui Pancasila dari masa ke masa.
Terdapat fungsi Pancasila yakni:
1.Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa
2.Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
3.Pancasila sebagai Dasar Negara
4.Pancasila sebagai ideologi Bangsa

Namun begitu, semenjak Reformasi 1998, Pancasila mulai dipersoalkan, saat terjadi krisis yang mengakibatkan keterpurukan dihampir semua bidang kehidupan, Pancasila dijadikan kambing hitam. Menurut mereka hanya liberalisme dan kapitalisme yang terbukti memenangkan perang ideologi dunia bisa menyelamatkan Indonesia. Bahkan ada salah seorang tokoh yang terang-terangan menyatakan diri "Aku seorang neoliberalis. Bahkan Mohammad Hatta menyampaikan sebelum kematiannya
“Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila hanya diamalkan di bibir saja. Tidak banyak manusia Indonesia yang menanamkan Pancasila itu sebagai keyakinan yang berakar dalam hatinya. Orang lupa, bahwa kelima sila itu berangkaian, tidak berdiri sendiri-sendiri. Di bawah bimbingan sila yang pertama, sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kelima sila itu ikat-mengikat.”
Untuk itu sangat diperlukan penyegaran kembali tentang Pancasila baik dari aspek pengetahuan, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai filosofis yang terkandung didalamnya. Pancasila menjadi ideologi negara yang universal dan komperhensif yang memuat relasi hablumminallah, hablumminannas, dan hablum minal alam untuk mencapai tujuan rahmatan lil alamiin.

Meskipun Pancasila mengalami banyak tantangan, namun, Pancasila sebagai dasar negara digunakkan dalam pembentukan produk hukum. Pancasila mengandung dimensi normalitas yaitu Pancasila mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya yang berupa norma atau atuaran yang harus dipatuhi dan ditaati yang sifatnya positif
Penempatan Pancasila sebagai sumber hukum dari segala sumber hukum Negara adalah sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yang menempatkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar serta sekaligus filosofis bangsa dan Negara Indonesia. Dengan demikian, setiap materi peraturan dan perundang-undangan tidak dibenarkan jika bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila
Tanpa adanya Pancasila, permasalahan hukum akan bermunculan yang selanjutnya mengakibatkan sistem hukum yang tidak terstruktur.