Posts made by M ZIDNY ILMY

Nama : M ZIDNY ILMY
Kelas : B
Npm : 2217051162

Berikut adalah analisis saya berdasarkan jurnal berjudul "Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum Daerah di Indonesia".

Demokrasi merupakan wujud nilai-nilai pada sila keempat Pancasila. Salah satu contoh cerminan demokrasi adalah pemilihan umum yang berlandaskan pokok pada Pancasila sila keempat yaitu nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Pilkada adalah contoh perwujudan demokratisasi di daerah. Penerapan nilai-nilai pancasila sila keempat untuk kehidupan demokrasi dalam pilkada di Indonesia dapat dilaksanakan dengan mengutamakan musyawarah dan mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Pelaksanaan ini memiliki hakikat untuk mengedepankan kepentingan rakyat dan negara. Musyawarah unruk mencapai mufakat harus dilaksanakan dengan kebijaksanaan. Setiap keputusan dalam pilkada harus dihormati dan dijunjung tinggi, tentunya dengan berlandaskan kejujuran, keadilan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mekanisme pemilu dengan hal tersebut akan mencapai dua hal, yaitu meminimalisir kemungkinan terjadinya penyalahgunaan kekuasaan serta terjaminnya kepentingan rakyat dalam tugas-tugas pemerintahan. Harapan dari demokrasi dalam pilkada ini adalah terciptanya calon pemimpin daerah yang memang dipilih sendiri oleh rakyatnya untuk memimpin daerah mereka.

Namun, saat ini masih banyak elemen politik yang tidak mencerminkan nilai demokrasi misalnya pemilihan kepala daerah yang diusung oleh partai politik hanya berdasakan intruksi ketua umum partai politik dengan cara penunjukkan langsung. Hal ini dapat menjadi celah dalam nilai demokrasi dan akan berdampak pada hasil kebijakan kepala daerah tersebut. Sayangnya, tindakan tersebut tidak ada sanksinya di negara kita dan peraturan mengenai pemilihan kepala daerah dalam Undang -Undang juga masih kurang jelas dan multi tafsir. Oleh karena itu perlu adanya penegasan dan perbaikan dalam peraturan mengenai pemilihan umum.
Nama : M ZIDNY ILMY
Kelas : B
Npm : 2217051162

Berdasarkan video yang telah saya tonton dengan judul “Perkembangan Demokrasi di Indonesia” yang diunggah oleh Syahnur Asyadi, saya mendapatkan beberapa poin penting yang dapat saya jabarkan sebagai berikut:

- Perkembangan Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan, pada masa ini demokrasinya sangat terbatas. Selain itu terdapat pers yang mendukung revolusi kemerdekaan di antaranya adalah Tempo.

- Perkembangan Demokrasi Parlementer , masa ini adalah masa kejayaan demokrasi di Indonesia, karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Namun, penerapan demokrasi parlementer terjadi kegagalan yang disebabkan oleh beberapa hal, yaitu dominannya politik aliran, basis sosial ekonomi yang masih sangat lemah, dan persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dengan kalangan Angkatan Darat.

- Perkembangan Demokrasi Terpimpin , pada masa ini politik diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada waktu itu yaitu ABRI, Soekarno, dan PKI.

- Perkembangan Demokrasi dalam Pemerintahan Orde Baru, pada tiga tahun pertama masa kepemerintahan ini, kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan kepada kekuatan masyarakat, namun setelah tiga tahun, terjadi dominannya peranan ABRI, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pembatasan peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik, masa mengambang, monolitisasi ideologi negara, dan inkorporasi lembaga nonpemerintah.

- Perkembangan Demokrasi pada Masa Reformasi, demokrasi yang diterapkan pada masa ini adalah demorasi Pancasila. Tentu saja dengan karakteristik yang berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer. Pada sistem ini terdapat empat karakteristik yaitu Pemilu yang dilaksanakan jauh lebih demokratis dibandingkan dengan sebelumnya, rotasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai pada tingkat desa, pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka, dan sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat.
NAMA : M ZIDNY ILMY
NPM : 2217051162
KELAS : B

Dalam artikel tersebut terdapat pembahasan mengenai makna dari Demokrasi, proses Demokrasi, Pemilu Presiden 2019, Pengaruh media massa, dan peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam memastikan integritas pemilu dan memperkuat demokrasi di Indonesia. Pemilihan umum serentak (pemilu serentak) di Indonesia pada tahun 2019 adalah yang pertama kali di mana pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) dilakukan bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif (pileg). Ada enam artikel yang membahas isu-isu elektoral dalam Jurnal Penelitian Politik yang mengeksplorasi dinamika sosial politik yang terjadi pra-pemilu 2019. Artikel pertama membahas penguatan sistem presidensial dalam pemilu serentak 2019, yang mencoba menjelaskan dinamika koalisi dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan upaya koalisi dalam pemilu serentak 2019. Sementara artikel lain membahas upaya mobilisasi perempuan dalam politik, dimana penyematan label 'emak-emak' dan 'ibu bangsa' digunakan oleh kedua kubu capres-cawapres untuk memobilisasi suara perempuan yang mencapai lebih separuh jumlah pemilih. Tidak ada yang lebih konkret dari yang lain, kedua istilah tersebut sama-sama mendomestikasi peran perempuan dan mengikuti budaya patriarki yang masih berkembang di masyarakat.

Artikel berikutnya membahas netralitas Polri dalam proses pemilu 2019. Karena Polri mengemban fungsi keamanan dan ketertiban umum dalam masyarakat, termasuk dalam hal ini menjaga keamanan pemilu 2019, maka Polri juga memiliki fungsi preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan, khususnya menjelang pemilu. Secara umum fungsi ini dijalankan oleh setiap anggota Polri, namun secara khusus fungsi preventif berupa deteksi potensi gangguan keamanan sampai di tingkat desa melekat pada anggota Babinkamtibmas. Ada juga artikel yang membahas fenomena populisme di Indonesia kontemporer dan transformasi persaingan populisme dan konsekuensinya dalam dinamika kontestasi politik menjelang pemilu 2019.