Kiriman dibuat oleh MULYA ANGGRAINY IBRAHIM

NAMA : MULYA ANGGRAINY IBRAHIM
NPM : 2255012006
KELAS : B

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?

Menurut pendapat saya, konflik di Timor Timur muncul dari perdebatan tentang status politiknya setelah kemerdekaan dari Portugal pada tahun 1975 dan menyebabkan banyak penderitaan dan kerusakan di wilayah tersebut. Upaya penyelesaiannya melalui diplomasi dan perdamaian membuahkan hasil dalam referendum tahun 1999 yang memberikan Timor Timur pilihan otonomi atau kemerdekaan. Kemerdekaan Timor Timur tahun 2002 menunjukkan pentingnya demokrasi dan hak asasi manusia dalam hubungan internasional, serta negosiasi yang berhasil untuk menyelesaikan konflik yang sulit. Konflik Timor Timur juga merupakan bukti bahwa meskipun pernah terjadi konflik besar dalam sejarahnya, sebuah bangsa baru dapat muncul dan berkembang.

2. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?

Wawasan nusantara berfungsi sebagai sumber dalam melakukan kebijakan dan keputusan. Sejarah Indonesia bisa menjadi pengalaman kita untuk belajar bagaimana mengambil kebijakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat. Kita bisa belajar dari pendahulu-pendahulu kita yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa kita.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?

Dari beberapa contoh disintegrasi bangsa di atas nampak bahwa keberagaman mudah sekali menimbulkan konflik yang dapat memicu perpecahan. Menurut saya, kita sebagai warga negara harus dapat menyikapi dengan baik perbedaan yang ada agar tidak merugikan bangsa kita sendiri. Caranya yaitu dengan membekali setiap warga negara dengan Wawasan Nusantara melalui berbagai media yang ada. Dengan adanya Wawasan Nusantara, mata kita akan terbuka melihat banyak sekali keberagaman yang ada di Indonesia, baik suku, agama, ras, golongan, dan lain sebagainya. Hal tersebut membuat kita bangga tinggal di Indonesia karena kaya akan keberagaman. Sama seperti pelangi yang indah karena terdiri dari berbagai macam warna. Begitu pun Indonesia dengan keberagaman yang ada justru membuat Indonesia semakin indah dan dikagumi banyak orang.

konsepsi wawasan nusantara yang kokoh, Indonesia dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk mencegah dan menyelesaikan konflik, memperkuat hubungan baik dengan negara tetangga, dan memastikan keberlanjutan wilayah dan kedaulatan nasional.

Wawasan nusantara berfungsi sebagai sumber dalam melakukan kebijakan dan keputusan. Sejarah Indonesia bisa menjadi pengalaman kita untuk belajar bagaimana mengambil kebijakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat. Kita bisa belajar dari pendahulu-pendahulu kita yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa kita.
NAMA : MULYA ANGGRAINY IBRAHIM
NPM : 2255012006
KELAS : B

Geopolitik Indonesia adalah kajian tentang posisi dan peran Indonesia dalam hubungan internasional, khususnya dalam konteks geografi, politik, dan ekonomi global. Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara-Pasifik yang berdampak signifikan terhadap keamanan dan stabilitas kawasan. Dalam konteks geopolitik, Indonesia memiliki beberapa kekuatan, seperti jumlah penduduk yang besar, keanekaragaman budaya, sumber daya alam yang melimpah, dan posisi geografis yang strategis sebagai negara kepulauan di antara dua samudra.

Macam-macam Teori Geopolitik Teori Heartland Teori ini dikemukakan oleh Halford Mackinder yang berfokus pada pentingnya Kawasan Heartland dalam konteks geopolitik Eropa Timur dalam menentukan dominasi global. Teori ini menekankan perlombaan kekuasaan antara negara-negara maritim dan negara-negara daratan yang menguasai Heartland. Teori Rimland Teori ini dikemukakan oleh Nicholas Spykman yang menekankan pentingnya Kawasan Rimland wilayah pesisir Eurasia sebagai pusat kekuatan geopolitik. Teori ini menekankan konflik dan persaingan antara negara-negara yang menguasai Rimland dan memperkirakan bahwa kontrol atas Rimland akan memberikan keunggulan strategis. Teori Pemisahan Geopolitik Teori ini mengemukakan bahwa negara-negara yang memiliki batas alami, seperti pegunungan atau sungai besar, cenderung lebih stabil secara politik karena memiliki pemisah geografis yang kuat antara mereka dan negara-negara tetangga.
NAMA : MULYA ANGGRAINY IBRAHIM
NPM : 2255012006
KELAS : B
PRODI : S1 ARSITEKTUR

Pemilu Presiden 2019 dan Masalahnya Sebagai pilar utama demokrasi, pemilu merupakan sarana dan momentum terbaik bagi rakyat, khususnya, untuk menyalurkan aspirasi politiknya, memilih wakil-wakil terbaiknya di lembaga legislatif dan presidenwakil presidennya secara damai. Keberhasilan penyelenggaraan pemilu pemilu legislatif, pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden dan pelembagaan sistem demokrasi mensyaratkan kemampuan bangsa untuk mengelola politik dan pemerintahan sesuai amanat para pendiri bangsa.

Sebagai pilar utama demokrasi, pemilu
merupakan sarana dan momentum terbaik bagi
rakyat, khususnya, untuk menyalurkan aspirasi
politiknya, memilih wakil-wakil terbaiknya di
lembaga legislatif dan presiden/wakil presidennya
secara damai. Keberhasilan penyelenggaraan
pemilu (pemilu legislatif, pemilihan kepala daerah
dan pemilihan presiden) dan pelembagaan sistem
demokrasi mensyaratkan kemampuan bangsa
untuk mengelola politik dan pemerintahan sesuai
amanat para pendiri bangsa. Meskipun hak-hak
politik dan kebebasan sipil telah dijamin oleh
konstitusi serta partisipasi politik masyarakat
semakin luas, di tataran empirik pemilu masih
belum mampu mengantarkan rakyat Indonesia
benar-benar berdaulat.

Pemilu dan Kegagalan Parpol Pemilu bukan hanya penanda suksesi kepemimpinan, tapi juga merupakan koreksi evaluasi terhadap pemerintah dan proses deepening democracy untuk meningkatkan kualitas demokrasi yang sehat dan bermartabat. 11 Dalam proses konsolidasi tersebut, parpol sebagai pelaku utama pemilu idealnya dapat melaksanakan fungsinya sebagai penyedia kader calon pemimpin. Namun, ketika fungsi parpol tidak maksimal, proses konsolidasi demokrasi terhambat. Hal ini tampak jelas dalam pemilu 2019 di mana banyak parpol gagal dalam proses kaderisasi. Hal ini dapat dilihat dari maraknya partai yang memilih mencalonkan kalangan selebritis sebagai caleg. Tujuannya menjadikan selebritis tersebut sebagai vote getter partai dalam pemilu. 12 Partai Nasdem, misalnya, tercatat sebagai partai yang paling banyak mengambil artis sebagai calon legislatifnya dalam pemilu 2019. 13 Sejak 1999 kinerja parpol tidak kunjung menghasilkan landasan atau platform politik nasional. Kampanye lebih merupakan pameran pernak-pernik demokrasi ketimbang untuk memetakan dan menjawab persoalan bangsa.

Konsolidasi demokrasi di Indonesia cenderung fluktuatif dan belum berjalan secara regular karena pilar-pilar pentingnya pemilu, partai politik, civil society, media massa belum berfungsi efektif dan belum maksimal. Sebagai pilar penting demokrasi, pemilu diperlukan untuk suksesi kepemimpinan dan mengoreksi kinerja pemerintahan. Pemilu juga mensyaratkan unsur kejujuran, keadilan, transparansi dan akuntabilitas. Prasyarat untuk menciptakan hal tersebut memerlukan prakondisi dan komitmen semua elemen bangsa untuk mematuhi peraturan yang ada. Konsolidasi demokrasi atau proses pendalaman demokrasi akan terhambat ketika parpol melalui para elitenya dan stakeholders terkait pemilu menunjukkan perilaku yang tidak mendorong proses demokrasi. Mereka cenderung constraining dan tidak concern dengan nilai-nilai demokrasi substansial, khususnya yang terkait dengan partisipasi genuine masyarakat, kualitias kompetisi, political equality, dan peningkatan political responsiveness. Tantangan pendalaman demokrasi semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik dan hukum juga kurang memadai. Kondisi ini tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas pemilu dan demokrasi, tapi juga stabilitas nasional. Apalagi ketika pemilu berlangsung di tengah keterbelahan sosial, menyeruaknya berita-berita sensasional di medsos, ujaran kebencian dan maraknya berita-berita hoax membuat hasil pemilu rentan dengan sengketa dan konflik.