གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rinaldi Kartobi 2211031154

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Rinaldi Kartobi 2211031154 གིས-
Nama : Rinaldi Kartobi
Npm : 2211031154
Kelas : Akuntansi D

Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya, agama Bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia ( The Way of Life ) dan sekaligus sebagai dasar negara. Pandangan hidup Bangsa Indonesia selalu berbasis pada nilai-nilai yang bersifat meta yuridis, berbasis nilai-nilai dan moralitas yang disepakati bersama. Sehingga nilai-nilai tadi akan mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Demikian pula aktifitas ilmiah, dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi di Indonesia harus di dasarkan kelima sila dalam Pancasila yang merupakan pegangan dan pedoman dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi. Berikut penjabaran peran Pancasila dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi:
1. Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Nilai-nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila meliputi: (i) nilai dasar yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the faounding fathers; (ii) nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja dalam organisasi; (iii) nilai praktis, yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, bersifat dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetap relevan dengan permasalahan utama yang dihadapi masyarakatsesuai zamannya. Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disimpulkan bahwa, setiap pengembangan IPTEK yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, bahwa setiap pengembangan IPTEK harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan, nilai-nilai Pancasila berperan sebagai pengembangan IPTEK di Indonesia, bahwa setiap pengembangan IPTEK harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia atau dikenal indelegensasi ilmu.
2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan IPTEK
Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-sila Pancasila haruslah merupakan sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pengembangan IPTEK:
a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sila ini mengimplementasikan ilmu pengetahuan, yang mempertimbangkan rasional, antara akal, rasa, dan kehendak. Sehingga dapat menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagai pusatnya melainkan sebagaian yang sistematik dari alam yang diolahnya.
b. Sila kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, sila ini memberikan dasar moralitas bagi pengembangan IPTEK
c. Sila Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran akan nasionalisme dari bangsa Indonesia ata sumbangsihnya IPTEK agar tetap terjalin persatuan dan persaudaraan antar daerah.
d. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, hal yang mendasar dalam pengembangan IPTEK adalah kepentingan demokrasi, hal ini menganung maksud bahwa setiap warga negara mempunyai kewajiban dalam pengembangan IPTEK dengan menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dalam bersikap serta terbuka untuk menapatkan kritik, masukan dan saran yang membangun.
e. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, kemajuan IPTEK harus memberikan keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, keseimbangan keadilan antara dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lainnya.

3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK di Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945, pada alinea keempat. Kita mencerdaskan kehidupan bangsa mengacu pada pengembangan IPTEK melalui pendidikan. Amanat dalam pembukaan UUD 1945 yang terkait dengan mencerdaskan kehidupan bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, dan seterusnya yaitu Pancasila. Proses mencerdaskan kehidupan bangsa yang terlepas dari nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, solidaritas kebangsaan, musyawarah, dan keadilan merupakan pencerdasan terhadap amnat Pembukaan UUD 1945.
Sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peristiwa yag terjadi dalam masyarakat. Misalnya dengan rencana dibangunnya pembangunan pusat tenaga nuklir disemenanjung muria beberapa tahun yang lalu.
Sumber politis Pancasila sebagai dasar nila pengembangan iptek dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara. Misalnya kebijakan yang terjadi pada jaman orde lama yang meletakkna Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan atau orientasi ilmu, antara laian pada pidato Soekarno ktika menerima gelar Doctor Honoris Causa di UGM pada tanggal 19 September 1951. Dalam hal ini Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu secara eksplisit sudah ditemukan. Hal yang lain terjadi Soekarno berpidato pada Akademi Pembangunan Nasional Indonesia, 18 Maret 1962, pidato tersebut mengkaitkan dengan Pancasila, tetapi lebih mengjaitkan dengan karakter, yaitu kepercayaan yang sesui dengan nilai-nilai Pancasila. Kemudian pada zaman orde baru Presiden Soeharto menyinggung masalah Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmuketika memberikan sambutan pada konggres Pengetahuan Nasional IV 18 September 1986, hal itu menyebutkan bahwa meskipun Pancasila ditrapkan sebagai satu-satunya asas tunggal organisasi poliik dan kemasyarakatan tetapi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia belum diungkapkan secara jelas

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video

Rinaldi Kartobi 2211031154 གིས-
Nama : Rinaldi Kartobi
Npm : 2211031154
Kelas : Akuntansi D
Analisis Video

Iptek adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupan. Iptek memiliki dampak positif dan negatif.
Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan Iptek
Pancasila menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK, dan berikut sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika:
1. Sila ke Tuhanan Yang Maha Esa
Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Perkembangan ilmu pengetahuan harus memiliki keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila pertama, Iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan apakah maksud dan akibatnya dapat merugikan manusia disekitarnya atau tidak.
2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab
Perkembangan IPTEK harus bersikap beradab dan memberikan dasar-dasar moralitas. Karena Iptek adalah hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia
Perkembangan IPTEK harus dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di Dunia.
4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Perkembangan IPTEK harus bersifat demokrasi artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK, dan harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain serta bersifat terbuka untuk dikritik ataupun dikaji ulang penemuannya.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan lingkungannya.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Rinaldi Kartobi 2211031154 གིས-
Nama : Rinaldi Kartobi
Npm : 2211031154
Kelas : Akuntansi D
Analisis Jurnal

Mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila memiliki pengaruh dalam menyikapi IPTEK. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara deskriptif dan regresi menunjukkan bahwa secara umum responden memiliki kepribadian Pancasila yang baik. Artinya responden memiliki toleransi yang tinggi akan adanya perbedaan ras dan agama. Sejalan dengan itu responden dapat menyikapi perkembangan IPTEK dengan baik. Responden sangat paham bahwa perkembangan teknologi harus digunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Para responden yang merupakan mahasiswa dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mempermudah proses belajar dan proses bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan. Responden dapat melakukan penyaringan terhadap semua informasi yang masuk melalui medsos, memblokir konten pornografi dan kekerasan di medsos, dan dapat menggunakan bahasa yang santun saat berkomentar terhadap suatu peristiwa. Jadi, berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel mata kuliah pengembangan keperibadian Pancasila terhadap variabel menyikapi IPTEK, dan sudah seharusnya mahasiswa sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab dalam menjaga kepribadian bangsa untuk menghadapi tantangan perkembangan IPTEK, dan berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar Negara sehingga perkembangan IPTEK dapat membantu pembangunan Negara. Mahasiswa harus bisa menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif kepada bangsa Indonesia dan harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan dan perkembangan Negara.
Perlu mengaktualisaikan Pancasila khususnya pada generasi muda melalui. Kementrian Pendidikan nasional dengan mengemas materi dan metode pembelajaran yang tidak bersifat indoktrinasi. Pemerintah melalui kementrian komunikasi dan informasi perlu meningkatkan filtering terhadap globalisasi arus informasi yang dikemas dalam berbagai media, khususnya teknologi informasi (internet) untuk menangkal berbagai susupan informasi yang berbau radikalisme.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal

Rinaldi Kartobi 2211031154 གིས-
Nama : Rinaldi Kartobi
Npm : 2211031154
Kelas : S1 Akuntansi D

A. Bagaimanakah Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Menurut saya, sistem etika politik saat ini tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila karena banyak munculnya konflik antar lembaga negara, kasus korupsi hingga terseretnya pejabat negara karena narkoba dan asusila yang duduk di lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif menurut penilaian Kepala Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM, Prof. Dr. Sudjito, S.H., M.Si., sebagai cermin hilangnya tatanan etika dan moral yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Banyak politisi dan pejabat negara yang sudah tidak ada rasa malu meskipun terindikasi terlibat kasus, namun banyak pejabat yang tetap santai tanpa merasa bersalah atas tindakan mereka yang melanggar norma. Menurut Sudjito, demokrasi yang dibangun dalam dunia perpolitikan saat ini adalah demokrasi yang bebas nilai yang menyebabkan perilaku politisi dan pejabat Negara jauh dari etika politik. Saat ini kedaulatan tidak lagi berada ditangan rakyat namun ditangan penguasa dan lembaga politik. Lembaga politik sudah tidak merepresentasikan kepentingan rakyat namun mementingkan kpentingan pribadi atau kelompok. Kesadaran berdemokrasi dan berpolitik Pancasila pada dasarnya tidak hanya berpegang pada kaidah hukum, tetapi juga lebih kepada kesadaran dan kepantasan moral yang mengedepankan etika nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, saya menyimpulkan bahwa dalam berpolitik tidak hanya berpegang teguh pada hukum namun harus bisa memiliki kesadaran dan kepantasan moral yang mengedepankan etika nilai-nilai Pancasila, maka apabila para pejabat Negara melakukan tindakan asusila seperti terlibat narkoba atau korupsi seharusnya mereka sadar dan paham bahwa tindakan yang mereka perbuat melanggar hukum dan melanggar norma serta merupakan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Seharusnya Para Pejabat Negara yang bertindak asusila memiliki rasa malu dan penyesalan yang mendalam sehingga membuat cambukan bagi Pejabat Negara untuk tidak mengulangi tindak asusila dan berani mempertanggung jawabkan tindakan mereka. Selain itu etika politik seharusnya dijadikan sarana merefleksikan kualitas moral yang harus dimiliki oleh para pelaku politik dan para penyelenggara Negara.

Sumber:
https://www.ugm.ac.id/id/berita/7756-penyelenggara-negara-cenderung-abaikan-moral-dan-etika-politik


B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada disekitar tempat tingalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Berdasarkan lingkungan sekitar saya, lingkungan tempat tinggal saya mencerminkan lingkungan yang menjungjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Lingkungan sekitar saya memiliki rasa persatuan yang kuat, kami saling tolong menolong dalam kehidupan, kami saling menghormati perbedaan antara satu sama lain. Generasi muda yang ada disekitar saya memiliki jiwa gotong royong, kemanusiaan dan semangat untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan di desa. Contohnya, saat idul adha atau hari raya lain, generasi muda di sekitar saya memberikan kontribusi terhadap acara-acara yang akan digelar untuk memaknai hari raya tersebut.

Solusi mengatasi dekadensi:
1. Pengawasan dan perhatian orang tua
2. Memberikan pendidikan karakter pada anak sejak dini
3. Penegakan hukum atas pelaku kejahatan
4. Meningkatkan pendidikan moral dan agama

Sumber: https://www.websitependidikan.com/2018/06/pengertian-dan-contoh-dekadensi-moral-serta-cara-mengatasinya.html?m=1