Kiriman dibuat oleh Ria Putri Darmayati 2251031033

Nama : Ria Putri Darmayati
NPM : 2251031033
Kelas : AKT D

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Etika politik Indonesia berlandaskan pada norma dan etika yang berlaku di masyarakat dan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Namun kenyataannya, perilaku politik Indonesia saat ini tidak lagi mempraktekkan etika dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai penguasa yang mengatur kehidupan warga negara Indonesia. Hal ini terbukti setelah Indonesia dinyatakan sebagai negara terkorup dengan skor tertinggi di Asia, hal ini disebabkan oleh seringnya terjadi pelanggaran oleh penyelenggara negara yang telah menyebabkan masyarakat kehilangan kepercayaan kepada pemerintah sebagai pengatur tatanan negara. Hal ini terjadi karena penyelenggara negara telah memudarkan etika politik yang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat.

Sumber:

https://www.dictio.id/t/bagaimana-etika-politik-yang-ada-di-indonesia-saat-ini/11186

https://menaraindonesia.com/2021/10/03/etika-politik-yang-telah-pudar-dari-para-pejabat-negara-solusinya/

https://bpip.go.id/berita/1035/549/urgensi-etika-politik-kehidupan-politik-indonesia.html

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!

Etika generasi muda yang ada disekitar tempat tinggal saya ada yang baik dan ada juga yang tidak baik. Seperti yang baik saya lihat ada generasi muda yang bersikap sopan santun kepada orang yang lebih tua dan menjaga sikapnya sebagai bentuk penghormatan kepada yang lebih tua. Etika yang tidak baik seperti mengucapkan perkataan yang tidak pantas saat sedang mengobrol dengan teman, selain itu juga ada generasi muda yang membuang sampah sembarang tanpa mempedulikan dampak yang bisa mencemari lingkungan.

Solusi untuk mengatasi etika tidak baik dikalangan generasi muda, yaitu

1. Mulai membiasakan diri dengan bertutur kata yang baik dengan siapa pun.
2. Bergaul dengan orang yang bersikap baik.
3. Membawa kantong kecil tempat sampah.
4. Tanamkan dalam diri untuk tertib membuang sampah pada tempatnya.

Sumber:

https://www-idntimes-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.idntimes.com/life/career/amp/afifah-hanim/pakai-cara-ini-untuk-menghilangkan-kebiasaanmu-bicara-kasar-c1c2?amp_gsa=1&amp_js_v=a9&usqp=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D%3D#amp_tf=Dari%20%251%24s&aoh=16678226081265&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&ampshare=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Flife%2Fcareer%2Fafifah-hanim%2Fpakai-cara-ini-untuk-menghilangkan-kebiasaanmu-bicara-kasar-c1c2

https://travel.detik.com/travel-tips/d-3576556/tips-agar-diri-sendiri-tidak-buang-sampah-sembarangan
https://bkpsdmd.babelprov.go.id/content/etika-berinteraksi-dengan-teman-sebaya
Nama : Ria Putri Darmayati
NPM : 2251031033
Kelas : AKT D

Pancasila adalah pandangan hidup masyarakat Indonesia dimana falsafah dijadikan pandangan hidup yang melandasi seluruh aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan.

Pendidikan di Indonesia diartikan sebagai proses kegiatan belajar mengajar dengan tujuan untuk mengembangkan potensi diri dan karakter bagi peserta didik dan Sila-sila, dalam hal inilah Pancasila dijadikan sebagai cerminan pendidikan yang harus diamalkan menurut sila-sila dalam Pancasila.

Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan ontologis yaitu pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia, epistemologis yaitu berdasarkan suatu pengetahuan intern struktur logis dan konsisten implementasinya
dan aksiologis yaitu bedasarkan pada hierarki dan struktur nilai di dalamnya, yang terdapat konsep etika yang terkandung.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang terkandung dalam hati nurani manusia dan memberi dasar prinsip akhlak merupakan standar dari keindahan dan qefisiensi atau keutuhan kata hati yang penting dalam hidupnya.

Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan, manusia, satu rakyat dan adil dijelaskan pada konsep Etika Pancasila, yaitu hakikat masyarakat Indonesia untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi-Ketuhanan Yang Maha Esa, berperi-Kemanusiaan, berperi-Kebangsaan, berperi-Kerakyatan, dan berperi-Keadilan Sosial.

Filsafat pendidikan Indonesia berasal dari nilai-nilai budaya yang ada pada
Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus peserta didik miliki melalui
penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua jenjang dan jenis pendidikan.

Pandangan Tentang Manusia Indonesia. 
Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik
dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara KesatuanRepublik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.

Pandangan Tentang Pendidikan Nasional Itu Sendiri
Filsafat pendidikan itu berdiri secara bebas dapat memperoleh keuntungan sebab mempunyai ikatan dengan filsafat umum, walaupun ikatan tersebut tidak penting, namun yang terjadi adalah suatu keterpaduan antara pandangan filosofi dengan filsafat pendidikan karena filsafat sering diartikan sebagai teori pendidikan secara umum.

Pendidikan merupakan usaha yang disengaja dan direncanakan untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan peserta didik supaya bermanfaat bagi kepentingan hidupnya. Pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar untuk memperoleh keberhasilan dalam perkembangan anak. Dalam sejarah
pendidikan, dapat dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan, yaitu sebagai berikut.
a. Empirisme, bahwa hasil pendidikan dan perkembangan itu bergantung pada pengalaman yang diperoleh anak didik selama hidupnya.
b. Nativisme, teori yang dianut oleh Schopenhauer yang berpendapat bahwa bayi lahir dengan pembawan baik dan pembawan yang buruk.
c. Naturalisme, dipelopori oleh J.J Rousseau, ia berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan yang baik, tidak seorang anak pun lahir dengan pembawaan buruk.
d. Konvergensi, dipelopori oleh William Stern, yang berpendapat bahwa anak dilahirkan dengan pembawaan baik dan buruk.

Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”.

Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri, yaitu sebagai berikut.
a. Integral Kemanusiaan yakni mengakui manusia seutuhnya.
b. Etis Pancasila merupakan kualifikasi etis. Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia.
c. Religius Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia.
Nama : Ria Putri Darmayati
NPM : 2251031033
Kelas : AKT D

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Menurut saya proses pendidikan ditengah pandemi dengan menggunakan metode daring membuat pelajar harus bisa belajar mandiri, dikarenakan keterbatasan proses mengajar membuat pelajar seperti saya saat SMA kurang memahami materi yang diberikan oleh guru, sehingga harus mencari sumber lain agar bisa memahami materi tersebut. Selain itu juga terdapat kendala internet, hp/laptop yang dipakai terlalu lama membuatnya panas dan eror, lalu membuat mata sakit karna terlalu lama menatap layar hp/laptop. Namun dengan daring inilah proses pembelajaran tetap bisa dilakukan.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Walaupun pembelajaran dilakukan secara daring, pembelajaran harus sesuai dengan sila-sila Pancasila, seperti tetap melakukan doa sebelum memulai dan mengakhiri pembelajaran, tidak membeda-bedakan antara sesama seperti melihat dari hp/laptop yang digunakan lebih bagus membuatnya menjadi prioritas utama di kelas, tetap berinteraksi tanpa memandang status sosial dan perbedaan lainnya, melakukan musyawarah dalam menyelesaikan permasalah pembelajaran, dan berperilaku adil saat pembelajaran berlangsung.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Di fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam melakukan perkuliahan apabila ada yang terlambat melebihi waktu dispensasi maka mahasiswa tersebut tidak boleh mengikuti kegiatan perkuliahan hari itu juga pada mata kuliah tersebut.

Menurut saya itu adalah tindakan yang bagus, karena disiplin dalam pembelajaran sangat dibutuhkan karena ketika ada yang telat akan menggangu proses pembelajaran yang sedang berlangsung dikarenakan fokusnya akan ke mahasiswa yang baru datang itu tadi sehingga membuat mahasiswa dan dosen merasa kurang nyaman karna menggangu kefokusan. Selain itu juga bagi pihak yang telat ia akan ketinggalan materi yang sudah dijelaskan dosen sebelum ia datang.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Hakikat Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat maksudnya adalah masyarakat dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku menjadikan sila-sila Pancasila sebagai solusi dari masalah yang ada. Sehingga hasil yang didapat sesuai dengan sila-sila Pancasila.
Nama : Ria Putri Darmayati
NPM : 2251031033
Kelas : AKT D

Pancasila adalah pedoman bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita rakyat yaitu adil dan makmur. Negara Indonesia adalah negara yang luas dengan memiliki banyak pulau-pulau didalamnya sehingga masyarakatnya terdiri atas bermacam ragam suku, adat istiadat, dan juga kepercayaan. Dengan adanya keragaman tersebut membuat negara Indonesia harus memiliki satu unsur untuk menyatukan perbedaan yang ada, yaitu Percaya dengan keberadaan tuhan atau unsur Ketuhanan. Apabila kita menyakini keberadaan tuhan maka kita akan menghormati keberagaman karena keberagaman datangnya dari tuhan, dan jika kita menghormati keberagaman maka kita akan menjadi manusia yang beradab. Jika kita sudah menghormati keberagaman dan tidak membeda-bedakan orang lain maka akan tercipta persatuan. Setelahnya kita akan menjadi manusia yang bijak, lalu dengan begitu kita akan bersikap adil kepada siapapun tanpa memandang status. Namun sekarang ini masih banyak terjadi konflik mengenai perbedaan seperti aksi membakar tempat ibadah, tawuran antar suku,agama, golongan. Untuk itu kita harus mendalami makna pancasila dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari agar cita-cita masyarakat yang adil dan makmur terwujud.