Kiriman dibuat oleh Weny Fadila 2251031032

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

oleh Weny Fadila 2251031032 -
Nama : Weny Fadila
NPM : 2251031032
Kelas : Akuntansi D.

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
-
Dari berita tersebut, dapat dilihat bahwa latar belakang seseorang tidak menjamin seseorang kebal terhadap berita hoaks. Baik itu dari kalangan bawah, menengah, bahkan atas sekalipun, masih saja termakan berita hoaks. Begitu banyak masyarakat yang sering percaya dengan berita yang belum ada kejelasannya dan justru menyebarkannya ke orang lain, behingga menyebabkan berita hoaks tersebut semakin menyebar luas. Untuk mengantisipasi dampak penyebaran hoaks, ada baiknya kita menyaring terlebih dahulu berita berita yang kita dengar atau menelusuri kebenaran berita tersebut dan jangan langsung menyebarkan berita tersebut ke orang lain jika memang belum ada kejelasan.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
-
Iptek memang membawa pengaruh baik di zaman modern seperti saat ini. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Iptek juga memiliki pengaruh buruk, terutama di media sosial. Di media sosial, masih banyak orang yang menyalahgunakan iptek, contohnya seperti menyebarkan hoaks, menyarkan ujaran kebencian, pencemaran nama baik, bahkan pornografi. Hal tersebut tentunya sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Solusi yang dapat saya sampaikan yaitu dapat menciptakan sistem teknologi yang lebih baik, sehingga mampu menyaring hal-hal negatif yang bertebaran di media sosial.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
-
Menurut pandangan saya, kita harus mampu mengelola keuangan agar tidak selalu membeli produk teknologi dari negara lain yang tentunya harganya lebih mahal daripada harga produk asli Indonesia. Kemudian, agar masyarakat lebih tertarik dengan produk teknologi Indonesia, tentunya harus ada inovasi yang lebih menarik dan tentunya lebih canggih lagi.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal-2

oleh Weny Fadila 2251031032 -
Nama : Weny Fadila
NPM : 2251031032
Kelas : Akuntansi D

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Pancasila sebagai sistem nilai akan mantap berfungsi sebagai paradigma ilmu, apabila para akademisi dan praktisi, warga negara maupun penyelenggara negara, telah meyakini kebenaran nilai-nilai Pancasila dan menjadikannya sebagai acuan dalam berolah ilmu maupun beramal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk sampai pada keyakinan demikian, segenap komponen bangsa perlu berupaya memahami secara menyeluruh atas nilai-nilai kebenaran yang terkait dengan dirinya sebagai manusia, kebenaran tentang alam, serta kebenaran Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus hubungan dan posisinya di antara ketiganya.

Beberapa contoh berikut ditunjukkan untuk memahami tentang relevansi Pancasila sebagai paradigma ilmu, melalui sila-silanya.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan Yang Maha Esa yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang
utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani. Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal. Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal (rasio), namun bukan segala-galanya (ratio above else) sebagaimana kredo “Cogito ergo sum.

3. Persatuan Indonesia
Keharusan menempatkan Sila Pertama dan sila Kedua sebagai jiwa Persatuan Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma dan etnosentrisma.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertikal kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas dasar kekuatan maupun legalitas formal. Semakin dekat manusia dengan sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan Yang Maha Esa, maka dia akan semakin bijaksana.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius. Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus menolak dominasi positivisme.


B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Harapan saya adalah, setiap pemimpin, warganegara dan ilmuwan lebih memahami nilai-nilai Pancasila supaya kedepannya mampu mempertanggung jawabkan kewajibannya sebagai warga Indonesia yang baik.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Weny Fadila 2251031032 -
Nama : Weny Fadila
NPM : 2251031032
Kelas : Akuntansi D


PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan tujuan, dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental kepribadian dan moral manusia

Implikasi Sila-Sila dalam Pengembangan IPTEK

1. Ketuhanan yang maha esa
Ketuhanan berasal dari kata Tuhan ialah pencipta segala yang ada dan semua mahluk. Yang maha esa berarti maha tunggal, tiada sekutu, Esa dalam Zatnya, Esa dalam sifatnya, Esa dalam perbuatannya, artinya bahwa zat Tuhan tidak terdiri dari zat yang banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah sesempurna-sempurnanya. Bahwa perbuatan Tuhan tidak dapat disamai oleh siapa pun. Jadi ketuhanan yang Maha Esa mengandung pengertian dan keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta beserta isinya.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan. Pada prinsipnya kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sikap dan perbuatan manusia yang sesungguhnya sesuai dengan kodrat hakikat manusia yang berbudi, sadar nilai dan berbudaya.

3. Persatuan Indonesia
Persatuan berasal dari kata Satu, yang berarti utuh tidak pecah belah, persatuan mengandung pengertian bersatunya bermacam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan. Jadi persatuan Indonesia ialah persatuan Indonesia yang mendiami wilayah Indonesia. Bangsa ini bersatu karena didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas dalam wadah Negara yang merdeka dan berdaulat. Persatuan Indonesia, bertujuan memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan perdamaian yang abadi. Persatuan Indonesia adalah perwujudan dari pada paham kebangsaan Indonesia yang dijiwai oleh Ketuhanan yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab.

4.Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan” berarti bahwa rakyat dalam menjalankan kekuasaannya melalui sistem perwakilan dari keputusan-keputusannya diambil dengan jalan musyawarah yang dipimpin oleh pikiran yang sehat serta penuh tanggung jawab, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada rakyat yang diwakilinya. Sila keempat ini merupakan sendi yang penting dari pada asas kekeluargaan masyarakat kita dan juga merupakan suaru azas bahwa tata pemerintahan Republik Indonesia didasarkan atas dasar kedaulatan rakyat.

5. Keadilan Sosial Bagi seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang ada dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan kebudayaan.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video-2

oleh Weny Fadila 2251031032 -
Nama : Weny Fadila
NPM : 2251031032
Kelas : Akuntansi D

Tragedi pengeboman di kota Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945 yang dilakukan oleh beberapa negara sekutu, menjadi sejarah kelam yang akan selalu diingat oleh dunia. Pada 15 Agustus 1945, Jepang menyerah pada sekutu dan menandatangani surat tanda Jepang menyerah di atas kapal perang Maerika Serikat. Hal ini menandai berakhirnya perang dunia ke II di daerah pasifik. Namun, bagi Indonesia yang kala itu dijajah oleh Jepang, momen ini menjadikan terjadinya kekosingan atas status quo di wilayah Indonesia. Memanfaatkan hal ini, dua hari kemudian, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.