Kiriman dibuat oleh Munzirwan Munzir_2216031038

Munzirwan_2216031038_reg B

Peran pancasila sebagai paradigma bagi disiplin ilmu
1. Sila ketuhanan yang maha Esa mendeskripsikan bahwa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan nilai-nilai ketuhanan karena sejatinya dalam agama apapun di Indonesia Sila ketuhanan masih melekat. Manusia tidak boleh mengembangkan IPTEK yang tidak rasional, melawan hukum alam, merusak lingkungan, keserakagan hingga menyebabkan kepunahan mahluk hidup lain.

2. Sila kemanusiaan yang beradab mengajarkan bahwa sebagai manusia kita dituntut untuk memiliki adab sehingga tidak hanya mengedepankan ego akan pengetahuan tetapi memperhatikan adab dalam berperilaku.
3. Sila persatuan Indonesia mengajarkan bahwa dalam pengembangan IPTEK dibutuhkan kesatu paduan untuk kebermanfaatan bersama dan menghapus sikap ingin menang sendiri
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan menunjukkan bahwa dalam mengembangkan IPTEK kita harus memperhatikan musyawarah dan mufakat sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan sebagai dampak dari IPTEK.
5. Sila keadilan sosial menjabarkan bahwa dalam mengembangkan IPTEK kita harus adil dan tidak memihak ras, agama, suku, dan antar golongan tertentu. Sebaiknya kita juga tidak mendiskriminasi ras, golongan, suku dan agama tertentu.

Harapan terhadap model pemimpin yang demikian tentu berbanding terbalik dengan realita yang ada, karena sejatinya seorang manusia memiliki ego dan identitas diri, realitanya banyak pemimpin yang masih mendiskriminasi golongan, ras, agama, maupun suku tertentu, suka memperdaya, bermain hukum, memperkaya diri sendiri, merusak lingkungan, serta mengambil keputusan yang dianggap kurang adil kepada masyarakat. Namun hal ini tidak menyusutkan harapan bahwa semoga kelak ada pemimpin yang benar benar mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam realita kehidupannya.
Munzirwan_2216031038_reg B
Dewasa ini di Indonesia, banyak berkembang pandangan-pandangan ideologi yang mempertanyakan keberadaan pancasila sebagai sistem ideologi bangsa Indonesia. Pandangan ideologi disampaikan oleh golongan-golongan tertentu yang menginginkan perubahan bentuk pemerintahan. Keinginan tersebut tidak serta merta dapat merubah bentuk pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah dirumuskan para pendirinya. Keberadaan negara Indonesia diperjuangkan oleh perintis perjuangan bangsa yang memakan waktu yang sangat lama.

Perkembangan tekhnologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita. Segala kemudahan dalam berinteraksi juga semakin tidak dapat dibendung lagi. Hal tersebut didukung dengan adanya perkembangan media informasi yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih untuk berkomunikasi. Sesungguhanya semua kemajuan ini sangat membantu dan meringankan kita dalam melakukan aktivitas. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas.

Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya. Menanamkan nilai- nilai spiritual, nilai Moral dan nilai etik sesuai dengan Agama dan Kepercayaan masing-masing dan juga menumbuhkan kesadaran Beragama dengan Mejalankan Perintah-Nya dan menjauhi segala Larangan-Nya melalui kurikulum Mata pelajaran Agama.

Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab.

Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek

Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan
perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis.

Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah;Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya baik dengan Tuhan, manusia lain, maupun lingkungan alam dan mahluk hidup lainnya