Kiriman dibuat oleh Munzirwan Munzir_2216031038

Munzirwan_2216031038_reg B
Hubungan Iptek dengan nilai-nilai pancasila
Pancasila merupakan pedoman hidup bangsa Indonesia yang menjadi acuan dasar sebagai perisai pelindung bangsa dalam menghadapi kemajuan Iptek. Kemajuan Iptek juga harus didasari kandungan pancasila sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia agar tercipta keseimbangan untuk mengkoordinir berbagai aspek kehidupan masyarakat di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi supaya hal-hal yang bertentangan dengan pancasila saat di filtrasi dan tidak menggerus nilai-nilai pancasila sebagai akulturasi pandangan hidup masyarakat baik dalam segi pengetahuan, ekonomi, politik, sosial, budaya, dan agama.
Munzirwan_2216031038_reg B

Jurnal hari ini berjuduul Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek
Pancasila sudah disepakati bersama sebagai cara pandang hidup bangsa Indonesia (the way of life) dan sekaligus sebagai dasar negara. Secara teoritik, cara pandang hidup bangsa Indonesia (the way of life)selalu berbasis pada nilai-nilai yang bersifat meta yuridis, berbasis nilai-nilai dan moralitas yang disepakati bersama. Jadi Pancasila pun demikian dan itu merupakan kenyataan sejarah. Nilai-nilai yang bersifat meta-yuridis ini jelas belum dapat mempunyai kekuatan hukum. Pancasila sebagai idiologi negaramerupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah.
Bangsa Indonesia memiliki akar budaya dan religi yang kuat dan tumbuh sejak lama dalam kehidupan masyarakat sehingga manakala pengembangan ilmu tidak berakar pada idiologi bangsa, sama halnya dengan membiarkan ilmu berkembang tanpa arah dan oreintasi yang tidak jelas.Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga perdapan manusia mengalami perubahan yang luar biasa . Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapainya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Perkembangan iptek pada gilirannya bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga disatu pihak dibutuhkan semangat obyektifitas dipihak lain iptek perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.
Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi : (i) nilai dasar (instrinsik) yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the faounding fathers; (ii) nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman mencakup kebijakan, strtaegi organisasi, sistem, rencana dan program berupa peraturan perundang-undangan yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara negara; dan (iii) nilai paraktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, bersifat dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetap relevan dengan permaslahan utama yang dihadapi masyarakat sesuai dengan zamannya. Nilai praktis merupakan perpaduan identitas dan realitas, terkandung dalam kenyataan sehari-hari sebagai implementasi nilai-nilai pancasila. Kehadiran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ditengah-tengah kita akan memberiksn kemudahan dan memecahkan berbagi persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi manusia. Beberapa peristiwa yang terjadi didunia ini misalnya dampak negatif dari bom atom yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki pada waktu Perang Dunia kedua, dampak ini akan berdampak negatif kepada masyarakat Jepang waktu dan menimbulkan traumatik kepada generasi berikutmya. Dan bahkan akan berdampak menyeluruh pada nilai kemanusian secara universal. Nila kemanusiaan itu akan bukan milik sekelompok orang tertentu tetapi milik bersama umat manusia.Melihat kenyataan diatas maka Pancasila sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat ditelurusi, dalam berbagai segi seperti
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.
Muzirwan_2216031038_reg B

Artikel berjudul TANTANGAN DAN PENGUATAN IDEOLOGI PANCASILA
DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 membahas mengenai peran Pancasila sebagai Identitas bangsa Indonesia. Seiring perkembangan teknologi Pancasila semakin terkikis arus globalisasi baik dari segi pemahaman, implementasi, maupun penanaman nilai pada generasi millenial. Dengan adanya revolusi industri 4.0 sehingga tantangan ideologi Pancasila semakin kompleks dalam mengikuti perkembangan zaman tantangan tidak hanya datang dari ideologi liberalisme, komunisme, individualisme, atheisme, kapitalisme, dalam kehidupan sosial; narkoba, terorisme, dan korupsi serta kebudayaan global. Tetapi tantangan ideologi Pancasila juga datang dari segi ekonomi.Sedikit kita telisik berkaitan pelanggaran terhadap sila-sila Pancasila. Sila pertama “KeTuhanan yang Maha Esa“. Masih adanya gerakan radikal kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama, perusakan tempat ibadah dan fanatisme yang sifatnya anarkis. Sila kedua “Kemanusian yang adil dan beradab”. Masih banyaknya kasus human trafficking, memperkerjakan anak di bawah umur, dan keadilan dalam bidang ekonomi parsialitas dalam marginalisasi status sosial ekonomi masyarakat. Sila ketiga “PersatuanIndonesia”. Masih terlihat adanya penyimpangan sepert imenganggap suku lain lebih baik dari suku lainnya, perang antarsuku dan adanya gerakan organisasi sparatis. Sila keempat “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam
permusyawatan”. Hal ini juga masih terlihat masih rendahnya kedewasaan demokrasi, diantaranya adalah politik
Primodialisme, money politic, isu putra daerah dan sebagainya. Sila kelima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Masih terlihat nyata disparitas pendapatan sosial ekonomi masyarakat bawah, masih rendahnya aksestabilitas permodalan, pengangguran dan kemiskinan.
Pergeseran nilai-nilai pancasila tidak hanya dipandang dari perubahan social politik, tetapi juga pergeseran
pancasila juga bisa disebabkan oleh faktor ekonomi yang semakin maju melalui sebuah revolusi . Revolusi yang
sudah berlalu seperti revolusi industri 2.0 dan 3.0 sudah dilalui oleh Ideologi Pancasila sekarang Ideologi Pancasila menghadapi tantangan baru yaitu revolusi industri 4.0. Dengan hadirnya revolusi Industri 4.0 memberikan suatu tantangan baru dalam pengembangan ideologi Pancasila disebabkan Pancasila harus menjalankan fungsinya sebagai ideologi terbuka, dinamis dan aktual. Banyak tantangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi, Pancasila telah membuktikan bahwa Pancasila bukan merupakan milik golongan tertentu atau representasi dari suku tertentu. Pancasila itu netral dan akan selalu hidup di segala zaman seperti yang telah dilewati di tahun-tahun sebelumnya. Dalam menghadapi revolusi 4.0 presiden republik Indonesia Joko widodo sudah membuat sebuah roadmap
yang disebut dengan making Indonesia. Roadmap Making Indonesia 4.0 dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di era ekonomi digital merupakan arah dari prinsip-prinsip dasar ekonomi Pancasila. Making Indonesia 4.0
yang bersifat lintas sektoral yaitu (1) Perbaikan alur aliran barang dan material, (2) Desain ulang zona industri, (3)
Mengakomodasi standar-standar berkelanjutan, (4) Memberdayakan UMKM, (5) Membangun infrastruktur digital
nasional, (6) Menarik minat investasi asing, (7) Peningkatan kualitas SDM, (8) Pembangunan ekosistem Inovasi, (9) Insentif untuk investasi Teknologi, dan (10) Harmonisasi aturan kebijakan. (Kemeneterian Peran, 2018 :6-7 ).
Keseluruhan roadmap atau yang dikenal dengan Making Indonesia dalam menghadapi revolusi 4.0 harus
mengedepankan kepada asas-asas ideologi Pancasila, dengan mengedepankan kepada sisi humanisme berasaskan kepada keadilan sosial bagi seluruh warga Negara Indonesia. Sehingga terbentuk lah suatu kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila sebagai sumber etika dalam konsep dan pelaksanaan kerja profesional sumber daya manusia
Indonesia harus menjadi ruh utama dalam perumusan Kode Etik Profesi yang meliputi aspek etika, moral dan
hukum. Dengan begitu, SDM Indonesia akan memiliki kekhasan sebagai manusia yang adaptif terhadap teknologi
dengan keunggulan karakter dan integritas pancasila. Semua ini merupakan paket revolusi 4.0 yang akan menantang Pancasila sebagai ideologi. Pada era revolusi 4.0 Pancasila dengan segenap nilai yang melekat padanya harus berhadapan dengan perkembangan sains dan teknologi beserta paradigma berpikir masyarakat Indonesia. Sehingga dapat dikatakan posisi Pancasila sebagai ideologi sangat terancam posisinya apabila revolusi industri 4.0 tidak disikapi oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia secara hikmat penuh kebijaksanaan

Tantangan yang dihadapi dalam proses penanaman nilai-nilai Pancasila pada era revolusi industri 4.0 saat ini
yaitu salah satunya terletak pada peserta didik yang sudah tidak dapat terlepas dari Handphone dan Gadjet. Mereka dengan mudah mendapatkan informasi-informasi dari luar melalui internet yang terkadang informasi tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Namun hal tersebut juga dapat diatasi dengan cara memanfaatkan perkembangan informasi serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menjadi media dalam penanaman dan penguatan Pancasila di era revolusi industri 4.0

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi 2

oleh Munzirwan Munzir_2216031038 -
Munzirwan_2216031038_reg B

Perkembangan teknologi di Indonesia saat ini memiliki berbagai manfaat mulai dari mempermudah akses konsumen ke produsen melalui teknologi belanja daring (online) lewat berbagai platform mulai dari e-commerce, sosial media dan sebagainya. Perkembangan ini juga membawa dampak negatif seperti ramainya modus penipuan yang dilancarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.. Pihak produsen, distributor, maupun konsumen dituntut lebih waspada tatkala berbelanja online.
Menurut saya manfaat kemajuan teknologi sudah cukup sesuai dengan Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia karena membantu perekonomian masyarakat mulai dari perkembangan perusahaan start up e-commerce yang berdampak pada pembukaan lapangan kerja bagi karyawan. Perusahaan startup digital seperti go-jek juga berdampak positif bagi masyarakat Indonesia. Namun demikian, tentu manfaat ini belum sepenuhnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat