Nama:Denaya yuliana putri
Kelas:3A
Npm:2213054011
Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling
Pendekatan diambil dari kata dalam
Bahasa Inggris yaitu “Approach” dimana
salah satu arti dari kata “Approach” ini
adalah “Pendekatan. Dalam arti yang lebih
luas pendekatan dapat diartikan sebagai
seperangkat asumsi mengenai cara atau
strategi dalam segala hal.
1.Pendekatan
psikoanalisis
merupakan penggerak
ego dan superego yang erat kaitan nya
dengan aktivitas jasmani. Ego, berfungsi
sebagai eksekutif yang mengatur,
mengontrol id dan superego
dan
meregulasi kepribadian untuk
mengesksekusi kebutuhan pada dunia
nyata. Superego, merupakan wewenang
moral dari kepribadian dan perwujudan
internal dari nilai nilai dan prinsip moral dan
cita cita tradisional masyarakat
Pendekatan Eksistensial Humanistik
Adalah pendekatan yang
Berfokus pada sifat dan kondisi manusia
dimana Hakikat konselingnya menekankan
renungan filosofi tentang apa artinya
menjadi manusia. Terapi eksistensial
bertujuan agar klien mengalami
keberadaan secara otentik dengan menjadi
sadar atas keberadaan dan potensipotensi
serta sadar bahwa ia dapat membuka diri
dan bertindak berdasarkan
kemampuannya.
3.Pendekatan person cintered counseling
semula pendekatan ini
hadir sebagai reaksi kontra Client-dirictive theraphy
(Pemusatan terapi pada diri klien) dimana
memberikan kebebasan kepada konseli
untuk mengungkapkan perasaan nya lebih
jauh lagi.
4.pendekatan Rational Emotive Behavior
adalah
teori belajar kognitif.
Teori REBT merupakan filsafat
rasional yang diekspresikan lewat
beberapa tingkah laku dalam bentuk
tingkah laku emosional neurotik Manusia
dapat menyusun kembali pemikiran
rasionalnya, yang dikuti selanjutnya dengan
pola tingkah laku.
5.Pendekatan gestlat
adalah
Gestlat Manusia dipandang memiliki
kesanggupan memikul tanggung jawab
pribadi dan hidup sepenuhnya sebagai
pribadi yang terpadu. Konseli terdorong ke
arah keseluruhan dan integrasi pemikiran
perasaan serta perilaku. Pandangannya
anti deterministik dalam arti individu
dipandang memiliki kesanggupan untuk
menyadari bagaimana pengaruh masa
lampau berkaitan dengan kesulitankesulitan sekarang.
Teknik-teknik dalam pelaksaan bimbingan konseling
Untuk melaksanakan teknik-teknik hubungan dalam proses
konseling, diperlukan suatu teknik membantu klien untuk
mengembangkan tilikan. Interpretasi, dapat diartikan sebagai
suatu usaha konselor untuk memberitahukan suatu arti kepada
klien. Konselor membantu klien dengan memberikan suatu
hipotesis tentang hubungan atau makna tingkah laku untuk
dipertimbangkan oleh klien.
Tahap-tahap interpretasi tersebut adalah:
1. Refleksi perasaan, yaitu di mana konselor tidak pergi lebih
jauh dari apa yang telah dinyatakan klien.
2. Klarifikasi, yaitu menjelaskan apa yang tersirat dalam apa
yang telah dikatakan klien.
3. Refleksi, yaitu konselor memberikan penilaian terhadap apa
yang tersirat dalam kesadarannya.
4. Konfrontasi, yaitu konselor membawa kepada perhatian citacita dan perasaan klien yang tersirat, tetapi tidak disadari.
5. Interpretasi, yaitu konselor memperkenalkan konsepkonsep, hubungan, dan pertalian baru yang berakar dalam
pengalaman klien
Prinsip-prinsip dalam bimbingan konseling
1. Prinsip Umum
Bimbingan harus berpusat pada
individu yang di bimbingnya.
a) Bimbingan
diberikan
untuk
memberikan bantuan agar individu
yang
dibimbing
mampu
mengarahkan
dirinya
dan
menghadapi kesulitan- kesulitan
dalam hidupnya.
b) Pemberian bantuan disesuaikan
dengan kebutuhan individu yang
dibimbing.
c) Bimbingan berkenaan dengan sikap
dan tingkah laku individu.
d) Pelaksanaan
bimbingan
dan
konseling
dimulai
dengan
mengidentifikasi kebutuhan yang
dirasakan individu yang dibimbing
Prinsip-Prinsip
Khusus yang
Berhubungan Dengan Siswa
a) Pelayanan bimbingan dan
konseling harus diberikan kepada
semua sisiwa.
b) Harus ada kriteria untuk mengatur
prioritas pelayanan bimbingan dan
konseling kepada individu atau
siswa.
c) Program pemberian bimbingan dan
konseling harus berpusat pada
siswa.
d) Pelayanan
dan
bimbingan
konseling di sekolah harus dapat
memenuhi
kebutuhan-kebutuhan
individu
yang
bersangkutan
beragam dan luas
Prinsip yang Berhubungan dengan
Organisasi
dan
Administrasi
(Manajemen) Pelayanan Bimbingan
Konseling
a) Bimbingan dan konseling harus
dilaksanakan secara sistematis dan
berkelanjutan.Pelaksanaan
bimbingan dan konseling ada di
kartu pribadi (commulative record)
bagi setiap siswa.
b) Program pelayanan bimbingan dan
konseling harus disusun sesuai
dengan kebutuhan sekolah yang
bersangkutan.
c) Harus ada pembagian waktu antar
pembimbing, sehingga masingmasing pembimbing mendapat
kesempatan yang sama dalam memberikan
bimbingan
dan konseling
Unsur-unsur bimbingan konseling
Karakteristik Konseli
Karakteristik konseli yang turut mempengaruhi efektifiotas konseling adalah :
1. Kesamaan dengan konselor
Dapat terjadi kesamaan umur saat proses konseling, sehingga membuat konseling susah dalam mengungkapkan permasalahannya.
2. Harapan-harapan
Harapan klien tergantung pada sikap-sikap terapis, ada juga harapan yang dapat merugikan konseling adalah harapan klien untuk mendapatkan terapi medis,termasuk penggunaan obat-obatan.
3. Kebutuhan akan perubahan
Kebutuhan klien akan perubahan dan pemahaman empatik dari pihak konselor berpengaruh langsung terhadap hasil konseling.
Tujuan Konseling
1. Perubahan Perilaku
Salah satu hasil konseling adalah bahwa pengalaman-pengalaman tidak terasa menakutkan, individu kecemasannya berkurang, dan cita-citanya hampir lebih harmonis dengan presepsi tentang dirinya dan nampak lebih berhasil.
2. Kesehatan Mental Yang Positif
bahwa tujuan utama konseling adalah menjaga kesehatan mental dengan mencegah atau membawa ketidakmampuan menyesuaikan diri atau gangguan mental.
3. Pemecahan Masalah
Klien datang ke konselor karena telah percaya bahwa konselor akan membantu klien untuk memecahkan masalahnya. Selanjutnya ia menyatakan bahwa konselor behavioral karena terutama membantu klien merubah perilaku yang diingininya.
Unsur Penunjang Konseling
1. Kondisi-kondisi Eksternal
a. Penataan fisik
Keadaan serta lingkungan yang menyenangkan dan mendatangkan rasa indah bagi konselor dan konseli dapat membantu proses koinseling berjalan dengan baik.
b. Proxemics
Berhubungan dengan jarak dan posisi antara konselor dan konseli yang ideal demi terlaksananya proses konseling yang diharapkan.
c. Privacy
Sesuatu hal yang penting dan berkaitan dengan pengaturan fisik adalah keleluasaan pribadi.
4. Ciri-ciri Khas
Banyak faktor yang mempengaruhi proses konseling diantaranya adalah pengalaman konseli, latar belakang kebudayaan, ekspektasinya terhadap konselor, kondisi ekonomi, dll
Kelas:3A
Npm:2213054011
Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling
Pendekatan diambil dari kata dalam
Bahasa Inggris yaitu “Approach” dimana
salah satu arti dari kata “Approach” ini
adalah “Pendekatan. Dalam arti yang lebih
luas pendekatan dapat diartikan sebagai
seperangkat asumsi mengenai cara atau
strategi dalam segala hal.
1.Pendekatan
psikoanalisis
merupakan penggerak
ego dan superego yang erat kaitan nya
dengan aktivitas jasmani. Ego, berfungsi
sebagai eksekutif yang mengatur,
mengontrol id dan superego
dan
meregulasi kepribadian untuk
mengesksekusi kebutuhan pada dunia
nyata. Superego, merupakan wewenang
moral dari kepribadian dan perwujudan
internal dari nilai nilai dan prinsip moral dan
cita cita tradisional masyarakat
Pendekatan Eksistensial Humanistik
Adalah pendekatan yang
Berfokus pada sifat dan kondisi manusia
dimana Hakikat konselingnya menekankan
renungan filosofi tentang apa artinya
menjadi manusia. Terapi eksistensial
bertujuan agar klien mengalami
keberadaan secara otentik dengan menjadi
sadar atas keberadaan dan potensipotensi
serta sadar bahwa ia dapat membuka diri
dan bertindak berdasarkan
kemampuannya.
3.Pendekatan person cintered counseling
semula pendekatan ini
hadir sebagai reaksi kontra Client-dirictive theraphy
(Pemusatan terapi pada diri klien) dimana
memberikan kebebasan kepada konseli
untuk mengungkapkan perasaan nya lebih
jauh lagi.
4.pendekatan Rational Emotive Behavior
adalah
teori belajar kognitif.
Teori REBT merupakan filsafat
rasional yang diekspresikan lewat
beberapa tingkah laku dalam bentuk
tingkah laku emosional neurotik Manusia
dapat menyusun kembali pemikiran
rasionalnya, yang dikuti selanjutnya dengan
pola tingkah laku.
5.Pendekatan gestlat
adalah
Gestlat Manusia dipandang memiliki
kesanggupan memikul tanggung jawab
pribadi dan hidup sepenuhnya sebagai
pribadi yang terpadu. Konseli terdorong ke
arah keseluruhan dan integrasi pemikiran
perasaan serta perilaku. Pandangannya
anti deterministik dalam arti individu
dipandang memiliki kesanggupan untuk
menyadari bagaimana pengaruh masa
lampau berkaitan dengan kesulitankesulitan sekarang.
Teknik-teknik dalam pelaksaan bimbingan konseling
Untuk melaksanakan teknik-teknik hubungan dalam proses
konseling, diperlukan suatu teknik membantu klien untuk
mengembangkan tilikan. Interpretasi, dapat diartikan sebagai
suatu usaha konselor untuk memberitahukan suatu arti kepada
klien. Konselor membantu klien dengan memberikan suatu
hipotesis tentang hubungan atau makna tingkah laku untuk
dipertimbangkan oleh klien.
Tahap-tahap interpretasi tersebut adalah:
1. Refleksi perasaan, yaitu di mana konselor tidak pergi lebih
jauh dari apa yang telah dinyatakan klien.
2. Klarifikasi, yaitu menjelaskan apa yang tersirat dalam apa
yang telah dikatakan klien.
3. Refleksi, yaitu konselor memberikan penilaian terhadap apa
yang tersirat dalam kesadarannya.
4. Konfrontasi, yaitu konselor membawa kepada perhatian citacita dan perasaan klien yang tersirat, tetapi tidak disadari.
5. Interpretasi, yaitu konselor memperkenalkan konsepkonsep, hubungan, dan pertalian baru yang berakar dalam
pengalaman klien
Prinsip-prinsip dalam bimbingan konseling
1. Prinsip Umum
Bimbingan harus berpusat pada
individu yang di bimbingnya.
a) Bimbingan
diberikan
untuk
memberikan bantuan agar individu
yang
dibimbing
mampu
mengarahkan
dirinya
dan
menghadapi kesulitan- kesulitan
dalam hidupnya.
b) Pemberian bantuan disesuaikan
dengan kebutuhan individu yang
dibimbing.
c) Bimbingan berkenaan dengan sikap
dan tingkah laku individu.
d) Pelaksanaan
bimbingan
dan
konseling
dimulai
dengan
mengidentifikasi kebutuhan yang
dirasakan individu yang dibimbing
Prinsip-Prinsip
Khusus yang
Berhubungan Dengan Siswa
a) Pelayanan bimbingan dan
konseling harus diberikan kepada
semua sisiwa.
b) Harus ada kriteria untuk mengatur
prioritas pelayanan bimbingan dan
konseling kepada individu atau
siswa.
c) Program pemberian bimbingan dan
konseling harus berpusat pada
siswa.
d) Pelayanan
dan
bimbingan
konseling di sekolah harus dapat
memenuhi
kebutuhan-kebutuhan
individu
yang
bersangkutan
beragam dan luas
Prinsip yang Berhubungan dengan
Organisasi
dan
Administrasi
(Manajemen) Pelayanan Bimbingan
Konseling
a) Bimbingan dan konseling harus
dilaksanakan secara sistematis dan
berkelanjutan.Pelaksanaan
bimbingan dan konseling ada di
kartu pribadi (commulative record)
bagi setiap siswa.
b) Program pelayanan bimbingan dan
konseling harus disusun sesuai
dengan kebutuhan sekolah yang
bersangkutan.
c) Harus ada pembagian waktu antar
pembimbing, sehingga masingmasing pembimbing mendapat
kesempatan yang sama dalam memberikan
bimbingan
dan konseling
Unsur-unsur bimbingan konseling
Karakteristik Konseli
Karakteristik konseli yang turut mempengaruhi efektifiotas konseling adalah :
1. Kesamaan dengan konselor
Dapat terjadi kesamaan umur saat proses konseling, sehingga membuat konseling susah dalam mengungkapkan permasalahannya.
2. Harapan-harapan
Harapan klien tergantung pada sikap-sikap terapis, ada juga harapan yang dapat merugikan konseling adalah harapan klien untuk mendapatkan terapi medis,termasuk penggunaan obat-obatan.
3. Kebutuhan akan perubahan
Kebutuhan klien akan perubahan dan pemahaman empatik dari pihak konselor berpengaruh langsung terhadap hasil konseling.
Tujuan Konseling
1. Perubahan Perilaku
Salah satu hasil konseling adalah bahwa pengalaman-pengalaman tidak terasa menakutkan, individu kecemasannya berkurang, dan cita-citanya hampir lebih harmonis dengan presepsi tentang dirinya dan nampak lebih berhasil.
2. Kesehatan Mental Yang Positif
bahwa tujuan utama konseling adalah menjaga kesehatan mental dengan mencegah atau membawa ketidakmampuan menyesuaikan diri atau gangguan mental.
3. Pemecahan Masalah
Klien datang ke konselor karena telah percaya bahwa konselor akan membantu klien untuk memecahkan masalahnya. Selanjutnya ia menyatakan bahwa konselor behavioral karena terutama membantu klien merubah perilaku yang diingininya.
Unsur Penunjang Konseling
1. Kondisi-kondisi Eksternal
a. Penataan fisik
Keadaan serta lingkungan yang menyenangkan dan mendatangkan rasa indah bagi konselor dan konseli dapat membantu proses koinseling berjalan dengan baik.
b. Proxemics
Berhubungan dengan jarak dan posisi antara konselor dan konseli yang ideal demi terlaksananya proses konseling yang diharapkan.
c. Privacy
Sesuatu hal yang penting dan berkaitan dengan pengaturan fisik adalah keleluasaan pribadi.
4. Ciri-ciri Khas
Banyak faktor yang mempengaruhi proses konseling diantaranya adalah pengalaman konseli, latar belakang kebudayaan, ekspektasinya terhadap konselor, kondisi ekonomi, dll