Dalam sebuah penelitian ilmiah, kajian pustaka memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam membangun dasar teori, memperjelas konsep-konsep yang diteliti, serta menemukan celah penelitian yang bisa dijadikan dasar untuk penelitian yang lebih lanjut. Kajian pustaka berfungsi sebagai landasan yang memberikan gambaran umum terhadap penelitian yang sudah ada sebelumnya, sehingga peneliti dapat memahami posisi penelitiannya dalam konteks keilmuan yang lebih luas.
Pada penelitian yang akan dilakukan, yakni "Pengaruh Peran Guru PPKn dalam Membentuk Kecerdasan Emosional dan Karakter Tangguh Siswa di SMKN X", kajian pustaka sangat diperlukan untuk memahami sejauh mana peran guru dalam pembentukan kecerdasan emosional serta karakter siswa, khususnya dalam konteks pendidikan kewarganegaraan di sekolah menengah kejuruan (SMK).
Berikut ini adalah beberapa tujuan utama penyusunan kajian pustaka dan bagaimana kaitannya dengan penelitian yang dilakukan.
1. Menjelaskan Landasan Teori
Salah satu tujuan utama penyusunan kajian pustaka adalah untuk memberikan landasan teori yang kuat terkait dengan variabel-variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini, kajian pustaka akan mengulas berbagai teori yang mendukung pemahaman tentang:
Peran guru dalam pendidikan
Pendidikan PPKn sebagai sarana pembentukan karakter siswa
Konsep kecerdasan emosional dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Karakter tangguh siswa dan bagaimana cara membentuknya dalam lingkungan sekolah
Kajian pustaka yang baik akan membantu peneliti dalam menjelaskan hubungan antara teori-teori tersebut sehingga dapat memberikan dasar yang kuat bagi penelitian yang dilakukan.
Sebagai contoh, teori tentang peran guru dalam pendidikan menjelaskan bahwa guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan teladan bagi siswa. Teori ini bisa dikaitkan dengan bagaimana guru PPKn, yang mengajarkan nilai-nilai kewarganegaraan, dapat berperan lebih dalam membentuk kecerdasan emosional serta karakter tangguh siswa.
Selain itu, teori tentang kecerdasan emosional yang dikemukakan oleh Daniel Goleman juga perlu dikaji untuk memahami bagaimana seseorang dapat mengelola emosinya dengan baik. Dalam konteks sekolah, guru memiliki pengaruh dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa, baik melalui interaksi langsung maupun melalui pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam mata pelajaran PPKn.
Dengan adanya kajian pustaka, penelitian ini akan memiliki fondasi yang jelas dan tidak hanya berdasarkan asumsi pribadi, tetapi juga didukung oleh teori-teori yang sudah ada sebelumnya.
2. Mengidentifikasi Penelitian Terdahulu
Selain membangun dasar teori, kajian pustaka juga bertujuan untuk meninjau penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang akan diteliti. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat memahami bagaimana penelitian sebelumnya telah membahas peran guru dalam membentuk kecerdasan emosional dan karakter siswa.
Dari penelitian terdahulu, peneliti dapat mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan dengan penelitian yang sedang dilakukan, serta menemukan research gap atau celah penelitian yang belum banyak dibahas oleh peneliti lain.
Sebagai contoh, jika penelitian sebelumnya hanya berfokus pada peran guru dalam membentuk karakter siswa secara umum, maka penelitian ini dapat mengambil fokus yang lebih spesifik, misalnya dengan melihat bagaimana guru PPKn secara khusus berperan dalam membentuk kecerdasan emosional dan karakter tangguh siswa di SMK.
Dengan demikian, kajian pustaka membantu memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki kontribusi yang unik dalam dunia akademik dan bukan hanya sekadar mengulang penelitian yang sudah ada.
3. Membantu Merumuskan Hipotesis dan Pertanyaan Penelitian
Kajian pustaka juga berperan dalam membantu peneliti dalam merumuskan hipotesis dan pertanyaan penelitian. Dengan memahami teori-teori yang ada serta hasil penelitian sebelumnya, peneliti dapat menyusun hipotesis yang logis dan berdasarkan data yang sudah ada.
Dalam penelitian ini, hipotesis yang mungkin dapat dirumuskan adalah:
H1: Peran guru PPKn berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan emosional siswa di SMKN X.
H2: Peran guru PPKn berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter tangguh siswa di SMKN X.
H3: Kecerdasan emosional memiliki hubungan positif dengan karakter tangguh siswa di SMKN X.
Selain itu, kajian pustaka juga membantu dalam menyusun pertanyaan penelitian, seperti:
Bagaimana peran guru PPKn dalam membentuk kecerdasan emosional siswa di SMKN X?
Bagaimana guru PPKn dapat membantu siswa dalam membangun karakter yang tangguh?
Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dan karakter tangguh siswa di SMKN X?
Dengan adanya kajian pustaka yang baik, hipotesis dan pertanyaan penelitian dapat disusun dengan lebih jelas dan sistematis.
4. Menunjang Metodologi Penelitian
Selain membantu dalam menyusun teori dan hipotesis, kajian pustaka juga berperan dalam menentukan metode penelitian yang akan digunakan.
Melalui kajian terhadap penelitian terdahulu, peneliti dapat mengetahui metode apa yang paling sesuai untuk digunakan dalam penelitian ini. Misalnya:
Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat kecerdasan emosional dan karakter siswa.
Pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara dengan guru PPKn dan siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran guru dalam membentuk kecerdasan emosional dan karakter tangguh siswa.
Studi kasus di SMKN X untuk memahami bagaimana peran guru PPKn dalam membentuk kecerdasan emosional dan karakter siswa dalam konteks spesifik di sekolah tersebut.
Dengan menggunakan metode yang tepat, hasil penelitian akan lebih valid dan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi dunia pendidikan.