NAMA : INDAH RARAPI SHOLEHA
NPM : 2217011109
KELAS : A
PRODI : KIMIA
Geopolitik merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana suatu negara mengelola dan mengarahkan kebijakan berdasarkan kondisi geografis wilayahnya. Dalam sejarah perkembangan geopolitik, terdapat berbagai teori yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh penting seperti Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, Karl Haushofer, Halford Mackinder, Alfred Thayer Mahan, serta Guilio Douhet bersama tokoh lain seperti William Mitchel, Saversky, dan JFC Fuller. Teori-teori tersebut memberikan dasar pemikiran tentang pentingnya wilayah dalam mendukung kekuatan dan keberlangsungan suatu negara.
Di Indonesia, konsep geopolitik sangat berkaitan erat dengan Pancasila sebagai ideologi nasional. Pancasila digunakan sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan nasional yang disesuaikan dengan kondisi geografis negara. Gagasan geopolitik ini pertama kali disampaikan oleh Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945. Prinsip geopolitik Indonesia tidak berorientasi pada perluasan wilayah, melainkan menekankan pentingnya membangun dan menjaga kesatuan bangsa di dalam satu wilayah yang utuh.
Wawasan Nusantara menjadi cerminan utama dari geopolitik Indonesia. Wawasan ini bersumber dari Pancasila dan UUD 1945, dan bertujuan memperkuat kesatuan bangsa serta keutuhan wilayah negara. Pandangan geopolitik Indonesia juga mencakup empat dimensi utama, yaitu kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial budaya, dan kesatuan pertahanan keamanan. Semua dimensi tersebut saling berkaitan dalam menjaga integrasi nasional di tengah keberagaman yang ada.
Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik. Kesatuan ini mencakup keselarasan dalam aspek politik, hukum, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Dengan ribuan pulau yang tersebar di antara Samudera Pasifik dan Hindia serta di antara Benua Asia dan Australia, Indonesia memiliki karakteristik geografis yang sangat strategis.
Keunggulan Indonesia terletak pada jumlah penduduk yang besar dan memiliki potensi tinggi, keberagaman budaya dan sosial yang kaya, serta posisi geografis yang sangat menguntungkan. Semua kelebihan ini menjadi modal penting dalam membangun kekuatan nasional dan memperkuat peran Indonesia di kancah regional maupun global.
NPM : 2217011109
KELAS : A
PRODI : KIMIA
Geopolitik merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana suatu negara mengelola dan mengarahkan kebijakan berdasarkan kondisi geografis wilayahnya. Dalam sejarah perkembangan geopolitik, terdapat berbagai teori yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh penting seperti Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, Karl Haushofer, Halford Mackinder, Alfred Thayer Mahan, serta Guilio Douhet bersama tokoh lain seperti William Mitchel, Saversky, dan JFC Fuller. Teori-teori tersebut memberikan dasar pemikiran tentang pentingnya wilayah dalam mendukung kekuatan dan keberlangsungan suatu negara.
Di Indonesia, konsep geopolitik sangat berkaitan erat dengan Pancasila sebagai ideologi nasional. Pancasila digunakan sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan nasional yang disesuaikan dengan kondisi geografis negara. Gagasan geopolitik ini pertama kali disampaikan oleh Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945. Prinsip geopolitik Indonesia tidak berorientasi pada perluasan wilayah, melainkan menekankan pentingnya membangun dan menjaga kesatuan bangsa di dalam satu wilayah yang utuh.
Wawasan Nusantara menjadi cerminan utama dari geopolitik Indonesia. Wawasan ini bersumber dari Pancasila dan UUD 1945, dan bertujuan memperkuat kesatuan bangsa serta keutuhan wilayah negara. Pandangan geopolitik Indonesia juga mencakup empat dimensi utama, yaitu kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial budaya, dan kesatuan pertahanan keamanan. Semua dimensi tersebut saling berkaitan dalam menjaga integrasi nasional di tengah keberagaman yang ada.
Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik. Kesatuan ini mencakup keselarasan dalam aspek politik, hukum, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Dengan ribuan pulau yang tersebar di antara Samudera Pasifik dan Hindia serta di antara Benua Asia dan Australia, Indonesia memiliki karakteristik geografis yang sangat strategis.
Keunggulan Indonesia terletak pada jumlah penduduk yang besar dan memiliki potensi tinggi, keberagaman budaya dan sosial yang kaya, serta posisi geografis yang sangat menguntungkan. Semua kelebihan ini menjadi modal penting dalam membangun kekuatan nasional dan memperkuat peran Indonesia di kancah regional maupun global.