གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Zhea Avivi

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik baru -> Re: topik baru

Zhea Avivi གིས-
1. Sedangkan menurut dalam jurnalnya menuliskan beberapa pendekatan yang
dapat di aplikasikan dalam menghadapi anak yaitu
1. Pendekatan Konseling Realistas
Dikembangkan oleh William Glasser pada tahun 1962. Terapi
Realitas muncul Ketika ketidakpuasan Glasser terhadap psikiatri
psikoanalitik yang berfokus pada masa lalu. Terapi realitas adalah system
yang difokuslan pada tingkah laku sekarang. Menurut Glasser ketika
identtas sukses. tepat.
2. Pendekatan Naratif Konseling
Terapi dikembangkan oleh Michael White dan David Epson pada
tahun 1990, Terapi naratif mempunyai pandangan konstruktionist sosial,
naratif, postmodern yang menyoroti bagaimana kekuatan, pengetahuan
dalam keluarga dan kebenaran serta sosial lainya
3. Pendekatan SFBC/SFBT
Dikembangkan oleh Steve deShazer didukung oleh Insoo kim Berg.
Pendekatan ini merupakan terapi singkat yang berfokus solusi. Prinsip dasar
dari terapi smgkat berfokus solusi sebagai berikut: Manusia pada dasarnya
sehat, memiliki kekuatan atau kelebihan. Insoo Kim Berg dan Steve de
Shazer mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan tersebut aktif dalam
membantu klien/manusia menangani situasi mereka
4. Pendekatan Feminst
Adalah terapi konseling yang berfokus pada isu gender dan kekuatan
(power) sebagai inti dari proses terapi. Pendekatan ini dikembangkan oleh
Mary Putman Jacobi pada tahun 1960. Hakikat manusia menurut teori Feminst ini adalah bahwa Perempuan dan laki laki bersosialisasi dengan
cara yang berbeda, Ekspektasi peran gender sangat berpengaruh besar pada
laki laki dan perempuan. Femininitas adalah kebalikan dari kekuatan,
asertivitas dan kompeten, sedangkan maskulinitas adalah kebalikan dari
rasa takut, ketergantungan, emosionalitas atau kelemahan
5. Pendekatan Behavioral
Dikembangkan oleh Albert Bandura pada tahun 1970-an tokoh lainya
yang membantu adalah Skinner. Konseling behavior muncul sebagai
kekuatan utama dalam psikologi dan memiliki pengaruh yang berarti dalam
pendidikan, psikologi, psikoterapi, psikiatri, dan kerja sosial
Dalam hal ini penulis menggunakan pendekatan bimbingan konseling,
karena pendekatan ini di anggap lebih efektif dan efisien Ketika di
apliksikan untuk anak usia dini, dimana anak lebih cenderung mencari sosok
yang dapat di ajak kerjasama dan menjadi pelindung untuk dirinya selain
orangtua. Pendekatan ini juga dapat membuat anak merasa nyaman karena
intensitas berkomunikasi akan lebih sering daripada dengan metode
pendekatan yang lain. Disisi lain pendekatan ini merupakan pendekatan
paling dasar yang tidak memerlukan metode yang rumit.

2. Terdapat beberapa teknik dalam
bimbingan konseling anak usia dini yaitu:
a. Aktif
Aktif yang dimaksudkan di sini adalah guru harus menciptakan suasana
yang sedemikian rupa sehingga anak-anak aktif untuk bertanya, mempertanyakan
mengenai apa yang dibahas dan berani mengemukakan gagasan. Belajar harus
merupakan suatu proses yang aktif dari anak dalam membangun
pengetahuannya, bukan hanya proses pasif yang hanya menerima dari guru saja
ilmu pengetahuan tersebut.
Anak usia dini lebih cepat lelah jika duduk diam di bandingkan dengan
anak yang berlari, melompat, atau lainnya. Maka, dengan belajar yang aktif,
motorik halus dan motorik kasar mereka akan berkembang dengan baik. Melalui
belajar yang aktif, segala potensi anak dapat berkembang secara optimal dan
memberikan peluang anak untuk aktif berbuat sesuatu sambil mempelajari
berbagai pengetahuan dan semua itu tidak luput dari pengawasan orang tua dan
guru di sekolah.
b. Kreatif
Kreatif merupakan suatu daya cipta, memiliki kemampuan berkreasi.
Peran aktif anak dalam proses pembelajaran akan menghasilkan generasi yang
mampu menciptakan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan kepentingan orang
lain. Kreatif juga bertujuan agar guru menciptakan kegiatan-kegiatan belajar yang
beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan anak.
c. Efektif
Pembelajaran yang efektif terwujud karena pembelajaran yang
dilaksanakan dapat menumbuhkan daya kreatif bagi anak sehingga dapat
membekali anak dengan berbagai kemampuan setelah proses pembelajaran
berlangsung, kemampuan yang diperoleh anak tidak hanya berupa pengetahuan,
namun kemampuan yang lebih bermakna artinya tidak dapat mengembagkan
bebagai potensi yangada dalam diri anak, sehingga menghasilkan kemampuan yang beragam. Belajar yang efektif dapat dicapai dengan tindakan nyata, karena
bermain dengan bereksplorasi dapata membangun perkembangan otak,
berbahasa, bernalar, dan bersosialisasi.
d. Menyenangkan
Dalam proses belajar anak perlu terciptanya suasana pembelajaran yang
menyenangkan sehingga anak memusatkan perhatiannya secara utuh pada
pembelajaran. Menurut hasil penelitian tingginya perhatian anak terbukti dapat
meningkatkan hasil belajar. Kondisi yang menyenangkan, aman, dan nyaman,
akan mengaktifkan otak untuk berfikir dan mengoptimalkan proses belajar serta
meningkatkan kepercayaan diri anak. Suasana kelas yang kaku, penuh beban,
akan menurunkan fungsi otak pada anak, maka anak tiak dapat berfikir secara optimal.

3. Adapun prinsip=prinsip pelayanan bimbingan untuk anak usia dini :

Bimbingan merupakan bagian penting dari proses pendidikan.
Bimbingan diberikan pada semua anak dan bukan hanya untuk anak yang menghadapi masalah.
Bimbingan harus berpusat pada anak yang dibimbing
Bimbingan merupakan proses yang menyatu dalam semua kegiatan pendidikan
Kegiatan bimbingan mencakup seluruh kemampuan perkembangan anak yang meliputi kemampuan fisik,motoric,kecerdasan social maupun emosional.
Bimbingan harus dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan anak.
Bimbingan harus fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan anak.
Dalam melaksanakan kegiatan bimbingan hendaknya orangtua diikutsertakan,agar mengerti bimbingan untuk anaknya saat dirumah.
Dalam menyampaikan permasalahan anak keada orangtua hendaknya menciptakan situasi aman dan menyenangkan,yang memungkinkan terjadinya komunikasi yang wajar dan terhindar dari kesalahpahaman.
Bimbingan dilakukan seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki guru sebagai pelaksana bimbingan,jika ada masalah maka guru pembimbing harus mengkonsultasikan kepada kepala sekolah.
Bimbingan harus diberikan secara berkelanjutan

Lingkungan Sekolah

Sekolah berfungsi dan bertujuan sebagai lembaga untuk memproses perkembangan anak secara menyeluruh sehingga dapat berkembang secara optimal sesuai dengan harapan-harapan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Menurut Santrok dan Yussen, sekolah dilukiskan sebagai masyarakat kecil bagi anak yang memiliki budaya, norma dan aturan, serta tuntutan-tuntutan tertentu. Dengan demikian sekolah mendefinisikan dan membatasi prilaku, perasaan, dan sikap anak.

Lingkungan Masyarakat

Masyarakat merupakan lingkungan perkembangan yang memiliki peran dan pengaruh tertentu dalam membentuk kepribadian dan perilaku anak. Pengalaman-pengalaman interaksional anak pada masyarakat ini akan memberi kontribusi tersendiri dalam pembentukan prilaku perkembangan pribadi. Masyarakat adalah gabungan dari keluarga-keluarga dan individu-individu yang hidup di sana. Baik-tidaknya suatu masyarakat akan tergantung kepada keluarga–keluarga yang membangun masyarakat yang bersangkutan.

4. Adapun prinsip=prinsip pelayanan bimbingan untuk anak usia
Lingkungan Sekolah
Sekolah berfungsi dan bertujuan sebagai lembaga untuk memproses perkembangan anak secara menyeluruh sehingga dapat berkembang secara optimal sesuai dengan harapan-harapan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Menurut Santrok dan Yussen, sekolah dilukiskan sebagai masyarakat kecil bagi anak yang memiliki budaya, norma dan aturan, serta tuntutan-tuntutan tertentu. Dengan demikian sekolah mendefinisikan dan membatasi prilaku, perasaan, dan sikap anak.
2. Lingkungan Masyarakat
Masyarakat merupakan lingkungan perkembangan yang memiliki peran dan pengaruh tertentu dalam membentuk kepribadian dan perilaku anak. Pengalaman-pengalaman interaksional anak pada masyarakat ini akan memberi kontribusi tersendiri dalam pembentukan prilaku perkembangan pribadi. Masyarakat adalah gabungan dari keluarga-keluarga dan individu-individu yang hidup di sana. Baik-tidaknya suatu masyarakat akan tergantung kepada keluarga–keluarga yang membangun masyarakat yang bersangkutan.
3. Lingkungan Keluarga
Keluarga telah dikenal sebagai lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Predikat ini mengindikasikan betapa berperan dan berpengaruhnya lingkungan keluarga terhadap pembentukan perilaku dan kepribadian anak. Keluarga merupakan pihak yang paling awal memberikan banyak perlakuan kepada anak. Apa yang dilakukan dan diberikan oleh pihak keluarga tersebut, maka akan menjadi sumber perlakuan pertama yang mempengaruhi pembentukan karakteristik pribadi dan perilaku anak. Dalam hal perkembangan kognisi anak, keluarga lebih bersifat memberikan dukungan baik dalam hal penyediaan fasilitas maupun penciptaan suasana belajar yang kondusif. Sebaliknnya, dalam hal pembentukan perilaku, sikap dan kebiasaan, penanaman nilai, dan perilaku-perilaku sejenisnya, lingkungan keluarga akan lebih dominan. Di sini lingkungan keluarga dapat memberikan pengaruh kuat dan sifatnya langsung. Berkenaan dengan pengembangan aspek-aspek perilaku itu, keluarga dapat berfungsi langsung sebagai lingkungan kehidupan nyata untuk mempraktekkan aspek-aspek perilaku tersebut.