Hanisa Putriani
2211031155
AKT D
1. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawaban:
Pancasila sebagai paradigma, artinya nilai-nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan,dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan diIndonesia. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional.
Pengembangan ilmu harus senantiasa berorientasi pada nilai-nilai pancasila. Perlawanan terhadap Pancasila memaksa keterbukaan terhadap kritik, sebenarnya itu adalah kesatuan perkembangan ilmu pengetahuan, kesesuaian peradaban manusia. Peranan Pancasila sebagai model pengembangan ilmu pengetahuan harus mengarah pada kesadaran bahwa fanatisme terhadap asas netralitas intelektual atau kemandirian ilmu pengetahuan hanya akan membatasi diri pada masalah-masalah yang tidak mengabadikan diri – berkat asas-asas ilmu itu sendiri, termasuk pertimbangan khusus tentang nilai-nilai moral, agama, dan budaya yang mutlak bagi kebudayaan manusia.
2. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawaban:
Harapan saya mengenai pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang adalah bagaimana orang-orang tersebut mengerti makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana bukan hanya sekadar tahu tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan. Ada 5 karakteristiknya didalam Pancasila, yaitu: mengakui Tuhan YME, menjunjung tinggi HAM, memiliki rasa nasionalisme, musyawarah, dan nilai keadilan. Dimana jika ingin menjadi manusia Pancasilais harus menerapkan kelima nilai Pancasila tersebut.