Posts made by Aprita Fahria Zahra 2213053259

Nama : Aprita Fahria Zahra
NPM : 2213053259
Kelas : 3H

Analisis Video 1

"Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar"

Pengertian pendidikan moral :
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia disamping kebutuhan akan pangan, sandang, dan papan. Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengubah perilaku agar lebih baik dan dapat mengembangkan pengetahuan yang ada. Sedangkan moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan sikap dan kewajiban.
Jadi pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga pendidikan moral juga bertujuan untuk memahami nilai pakarti, mampu mengambil keputusan dengan tepat, dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab, pendidikan moral ini ditujukan untuk anak sekolah dasar sebagai salah satu pendidikan yang harus diterapkan oleh guru.

Penyebab menurunnya moral pada anak :
1.) Perundungan di sekolah
Pendidikan moral sangat diutamakan bagi anak sekolah dasar untuk memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga bisa menjadi warga negara yang baik. Contoh kasus perundungan dilingkungan sekolah kerap terjadi, yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki. terdapat suatu kelompok yang menyakiti korban secara fisik maupun sosial.
Secara fisik> misalnya dengan melakukan ancaman atau mengejek korban. Sedangkan secara sosial> misalkan dengan cara mengucilkan atau mengabaikan korban perlindungan yang dilakukan oleh anak disebabkan kurangnya rasa perhatian dari orang tua.

2.) Kekerasan secara fisik di keluarga
Hal Ini bisa dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut, bagi anak ini disebabkan adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya, dalam hal ini kita memerlukan peran orangtua di lingkungan rumah.

Peran orang tua dan guru :
Orang tua memiliki peranan penting untuk terbentuknya moral yang baik, orangtua juga merupakan model yang penting dalam perkembangan moral anak karena anak meniru tingkah laku orang tuanya.
Peranan dari guru, guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat, serta keluarga. Peran yang harus dilaksanakan oleh guru yaitu dengan menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berprilaku baik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan sekolah.

Pendidikan moral harus diajarkan sejak dini oleh orang tua agar memiliki sikap dan keterampilan yang baik. Agar siswa tidak menyimpang dari tujuannya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai. Peranan guru yang dilakukan dengan cara memberikan nasihat setiap harinya agar siswa mengingatnya, dan tujuan yang akan dituju pun tidak menyimpang.

Kesimpulan :
Upaya dalam mewujudkan nilai-nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul-betul maksimal, bukan hanya dari guru tetapi pendidikan moral harus sudah diajarkan sejak dini oleh orangtuanya terlebih anak biasanya mengikuti sikap atau perilaku orangtua yang kadang tidak baik untuk ditiru, maka dari itu orangtua adalah peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Nama: Aprita Fahria Zahra
NPM: 2213053259
Kelas: 3H

#Analisis Jurnal 2:
Judul : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Halaman : 1-10
Nama penulis : : Lia Yuliana, M.Pd

#Pembahasan:
Jamie, 2003: 24 merumuskan pengertian moral secara lebih komprehensif rumusan formalnya :
1. Moral sebagai seperangkat ide-ide tentang tingkah laku dengan warna dasar tertentu yang dipegang oleh sekelompok manusia dalam lingkungan hidup
2. Moral adalah ajaran tentang tingkah laku hidup yang berdasarkan pandangan hidup atau agama
3. Moral sebagai tingkah laku hidup manusia yang mendasarkan pada kesadaran bahwa ia terikat oleh keharusan untuk mencapai yang baik, sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungannya.

Nilai-nilai Moral
Moral menjadi tolak ukur suatu perbuatan itu bernilai baik atau buruk adalah adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, tanggung jawab. Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic dikategorikan sebagai moral kesopanan, seperti berbicara secara sopan, hormat kepada orang yang lebih tua, tidak bertamu pada jam istirahat. Nilai partikular yakni hanya berlaku bagi sekelompok manusia tertentu atau dalam kesempatan tertentu, misalnya nilai sebuah tutur kata. Nilai abadi, yakni berlaku kapanpun dan dimanapun seperti kebebasan beragama. Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0-6 tahun.
Anak usia dini memiliki karakteristik tersendiri (Isjoni, 2009:24-26),diantaranya:
1. Usia 0 -1tahun
2. Usia 2-3 tahun
3. Usia 4-6tahun

Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat digunakan beberapa metode :
1. Metode bermain
2. Metode bercerita
3. Metode pemberian tugas
4. Metode bercakap-cakap

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pada jalur pendidikan non formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan menggunakan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak akan dapat memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak.

Pada jalur pendidikan formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dengan jadwal tatap muka yang
ditentukan yaitu meliputi :
1. Persiapan Kegiatan Pembelajaran
2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran
• penataan lingkungan bermain
• kegiatan inti pembelajaran
• penutup
Nama: Aprita Fahria Zahra
NPM: 2213053259
Kelas: 3H

#Analisis Jurnal 1
Judul: Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa di Sd Negeri Lampeuneurut
Nama jurnal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah
Volume: 1
Nomor: 1
Tahun: 2016
Penulis: Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini

#Pembahasan
Guru di SD Negeri Lampeuneurut menanamkan nilai-nilai moral pada siswa dengan mengintegrasikan 10 nilai moral ke dalam semua mata pelajaran yang diajarkan seperti nilai agama, nilai moral, dll. Nilai sosial, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokras. Nilai kejujuran, kemandirian, nilai ketahanan, nilai tanggung jawab dan nilai apresiasi lingkungan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa memiliki hubungan yang baik dengan teman dan lebih sedikit berbohong kepada guru karena penekanan pada kejujuran.

Selain itu, siswa tidak hanya memperdalam ilmu agama di sekolah tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti mengikuti kelas agama dan kelompok belajar Islam.
Yang dimaksud dengan “menanamkan nilai” atau penanaman nilai moral adalah proses penanaman atau pembinaan sifat atau perilaku penting dalam diri seseorang. Nilai-nilai tersebut membentuk pandangan dan sikap individu terhadap kehidupan serta dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Penanaman nilai-nilai moral penting dilakukan untuk mengembangkan budaya berbasis nilai-nilai tersebut di masyarakat.
Nama: Aprita Fahria Zahra
NPM: 2213053259
Kelas: 3H

#Analisis Video 2:
Indonesia akhir akhir ini telah menunjukkan terjadinya degradasi moral anak pelajar karena kurangnya kualitas personal bangsa terutama pada generasi muda atau generasi Millennial yang memfaktor kan gejala gejala adanya pengaruh degradasi moral tersebut. Karena pada dasarnya moral adalah akhlak kesusilaan seseorang dalam kehidupan bersosialisasinya, nilai-nilai moral yang menjadi alat untuk mengubah manusia Indonesia menjadi lebih baik dengan keunggulan dan kecerdasan dalam berbagai bidang, serta kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual, kecerdasan kinestetik, kecerdasan logis, musikal, linguistik, kecerdasan khusus.

Sekolah dasar adalah sebagai institusi pendidikan yang formal dalam memegang peran serta tanggung jawab terhadap menanamkan pendidikan moral karena sampai sekarang pendidikan masih dipercaya sebagai sarana untuk mengenalkan diri dan menanamkan nilai nilai moral kepada anak tetapi tidak dapat di kecuali kan juga terdapat berbagai macam masalah yang masih terjadi di dalam lembaga pendidikan di Indonesia yang dalam hal nya mau Fasilitasi anak untuk melatih diri dan berbuat sesuai dengan nilai nilai moral yang belum terpenuhi di Indonesia sehingga adanya ungkapan bahwa lembaga pendidikan telah dianggap kurang mampu untuk membentuk suatu anak bangsa yang memiliki Ahlaq, moral serta budipekerti yang baik.Pendidikan moral saat ini harus diajarkan kepada anak diawali saat mereka sedang berada di dalam lingkungan keluarga yang terutama nya adalah peran orang tua dengan melalui proses pengenalan diri sosialisasi norma dalam keluarga serta lingkungan

Tahap-tahap perkembangan moral:
1. Usia 6-12 bulan
2. Usia 12-18 bulan
3. Usia 18-30 bulan
4. Usia 30-36 bulan
5. Usia 3-4 tahun
6. Usia 4-6 tahun
7. Usia 7-8 tahun
8. Usia 9-11 tahun
9. Usia 12-15 tahun
10. Usia 16-20 tahun
11. dewasa muda 20-40 tahun
12. Dewasa tengah 40-65 tahun
13. Dewasa tua 65 tahun ke atas

Permasalahan perkembangan moral anak sekolah dasar:
1. Hilangnya kejujuran
2. Hilangnya rasa tanggungjawab
3. Rendah nya disiplin
4. Kurang bisa bekerja sama
5. Mengambil hak orang lain
Nama: Aprita Fahria Zahra
NPM: 2213053259
Kelas: 3H

#Analisis Jurnal 2:
Nama jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Nomor : 1
Volume : 3
Halaman : 79 - 84
Tahun terbit : 2019
Nama penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Judul : Menangkal Degradasi Moral Di Era Digital Bagi Kalangan Millenial

#Pembahasan
Kegiatan PKM dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang terlaksana dengan baik sesuai dengan yang direncanakan
Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi juga mempunayi kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi aksi dari
keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Dari kegiatan ini, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.