གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Aprita Fahria Zahra 2213053259

Nama : Aprita Fahria Zahra
NPM : 2213053259
Kelas : 3H

Analisis Jurnal 1

#Identitas Jurnal :
Judul : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Nomor : 01
Tahun Terbit : 2017
Nama Penulis : Rukiyati

#Pendahuluan
Sekolah merupakan bentuk pendidikan formal, Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu. Amstrong (2006: 17) mengemukakan teorinya tentang sekolah sebagai wahana pengembangan manusia (human development). Istilah “pengembangan” atau ”development” lebih berkonotasi pada upaya menumbuhkan, memerdekakan manusia dari beban, rintangan dan kesulitan.

#Pembahasan
1. Pendidik Moral di Sekolah
Sekolah adalah tempat bagi peserta didik untuk belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan. Oleh karena guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

2. Materi Pendidikan Moral
Materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).

3. Metode Pendidikan Moral
a) Inkulkasi nilai
b) Metode keteladanan
c) Metode klarifikasi nilai
d) Metode fasilitasi nilai
e) Metode keterampilan nilai moral

4. Evaluasi Pendidikan Moral
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah yaitu penalaran, perasaan, dan perilaku nilai moral. Berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51).

Cara mengevaluasi capaian belajar dalam ranah afektif dapat dilakukan dengan mengukur afek atau perasaan seseorang secara tidak langsung, yaitu dengan menafsirkan ada atau tidaknya afek positif (atau negatif) yang muncul dan intensitas kemunculan afek dari tindakan atau pendapat seseorang.
Nama: Aprita Fahria Zahra
NPM: 2213053259
Kelas: 3H

Analisis Jurnal 2

#Identitas Jurnal
Judul : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Nama Penulis : Fahrudin

#Pendahuluan
analisis ini menyoroti dampak negatif globalisasi terhadap masyarakat, seperti meningkatnya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, dan masalah kesehatan mental. Permasalahan-permasalahan ini dipandang sebagai akibat dari meningkatnya kompleksitas dan keragaman masyarakat modern. Namun, keluarga tetap memainkan peran penting dalam pendidikan dan pengasuhan, karena keluarga bertanggung jawab untuk membina cinta kasih, keharmonisan, dan nilai-nilai moral di antara anggotanya. Keluarga dianggap sebagai institusi utama pendidikan, dan meskipun institusi lain dapat membantu pendidikan, namun mereka tidak dapat menggantikan peran keluarga salah satu tantangan dalam mendidik anak dalam keluarga adalah kurangnya bimbingan dalam memanfaatkan waktu luang secara sehat dan produktif. Hal ini dapat menimbulkan pikiran dan perilaku yang tidak sehat. Selain itu, tidak adanya pusat bimbingan dan konseling bagi anak dan remaja dapat berkontribusi terhadap munculnya perilaku negatif.

A. Peranan Keluarga Bagi Anak-Anak
Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, karena anak untuk pertama kali mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, Sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. disamping itu keluarga dikatakan sebagai peletak fondasi untuk pendidikan selanjutnya. pendidikan dan keluarga berjalan sepanjang masa, melalui proses interaksi dan sosialisasi di dalam kerja itu sendiri. Esensi Jadikan nya tersirat dalam integrasi keluarga baik dalam komunikasi antar sesama anggota keluarga dalam tingkah laku keseharian orang tua dan anggota keluarga lainnya.

B. Peranan Nilai Moral bagi Anak-anak
Dengan demikian mengklasifikasikannya sebagai berikut :
Moral sebagai ajaran kesusilaan, berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan tuntutan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan meningalkan perbuatan jelek yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dalam suatu masyarakat dan moral juga sebagai aturan, berarti ketentuan yang digunakan oleh masyarakat untuk menilai perbuatan seseorang apakah termasuk baik atau sebaliknya buruk.

Faktor-faktor yang Menyebabkan Kemerosotan Moral :
1. kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak
2. lingkungan masyarakat yang kurang sehat
3. pendidikan moral tidak terlaksana menurut semestinya, baik di rumah, sekolah maupun masyarakat
4. suasana rumah yang kurang baik
5. diperkenalkannya secara populer obat-obatan terlarang dan alat-alat anti hamil
6. banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan norma
7. kurang adanya bimbingan
8. tidak ada markas penyuluhan bagi anak anak muda
9. pengaruh westernisasi.

Proses Pendidikan Nilai Moral untuk Mengatasi Kenakalan Remaja dalam Keluarga :
Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak anak, menanamkan pendidikan moral, serta menciptakan suasana rumah yang harmonis
Nama : Aprita Fahria Zahra
NPM : 2213053259
Kelas : 3H

Analisis Video 4

"Etika Dan moral dalam keluarga dan pembelajaran Daring"

Informasi pada era Globalisasi saat ini sangat mudah diakses, menjadikan tolak ukur pemikiran dan juga Perilaku Karena adanya informasi positif ada informasi negatif. Bagi generasi muda dituntut untuk mengikuti zaman, namun disisi lain juga harus mampu melihat mana yang baik dan mana yang buruk untuk kehidupan. Permasalah sosial terdapat kasus-kasus yang berkaitan hubungannya dengan etika dan moral.

•Tiga persamaan etika dan moral :
1. Mengacu pada perbuatan tingkah laku, sifat seseorang
2. Prinsip atau aturan hiddup manusia
3. Bukan faktor keturunan
Dalam membahas etika dan moral yang paling mendasar ialah keluarga, karena keluarga merupakan yang paling utama dalam hidup manusia.

•Tata cara belajar online yang sesuai nilai dan norma :
Paling utama adalah sopan santun serta memiliki rasa tanggung jawab sebagai siswa.

• Contoh etika berkomunikasi dengan baik :
Perhatikan waktu ketika menghubungi guru, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, awali dengan salam, mengucapkan kata maaf, memperkenalkan diri secara lengkap, to the point (inti), akhiri pesan dengan mengucap terimakasih.

• Etika berkomunikasi digrup chat :
Menggunakan nama asli, menampilkan foto asli, hindari pembicaraan diluar topik pembelajaran, berbicara dan komentar yang baik serta sopan.
Nama : Aprita Fahria Zahra
NPM : 2213053259
Kelas : 3H

Analisis Video 3

"Penanaman dan Penerapan Nilai-Nilai Moral melalui 8 Fungsi Keluarga"

• Fungsi Agama, nilai moral yang dapat diterapkan dalam beragama yaitu :
-Keimanan
-Ketaqwaan
-Kejujuran
-Bersyukur
-Kerajinan
-Ketaatan
-Suka menolong
-Disiplin
-Kesabaran
-Fungsi Sosial Budaya
-dan lain-lain.

• Fungsi Sosial Budaya, dalam kaitannya dengan sosial budaya, nilai moral yang dapat diterapkan yaitu :
-Gotong Royong
-Kerukunan
-Kepedulian
-Kebersamaan
-Kebangsaan
-dan lain-lain.

• Fungsi Cinta Kasih, nilai moral yang berikatan dengan cinta kasih yaitu meliputi :
-Empati
-Keadilan
-Pemaaf
-Kesetiaan
-Pengorbanan
-Suka Menolong
-dan lain-lain.

• Fungsi Perlindungan, nilai moral yang berkaitan dengan perlindungan adalah :
Tanggap dan ketabahan 

• Fungsi Berproduksi, nilai moral yang berkaitan dengan fungsi ini adalah :
-Bertanggung Jawab, kesehatan, serta keteguhan.

• Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, nilai moral yang berikatan dengan fungsi ini meliputi :
-Percaya Diri
-Kebanggaan
-Kreatifitas
-Bertanggung Jawab
-Bekerjasama

• Fungsi Ekonomi, nilai moral dalam fungsi ini meliputi :
-Hemat
-Ketelitian
-Disiplin
-Kepedulian
-Keuletan

• Fungsi Pemeliharaan Lingkungan, nilai moral dalam fungsi ini meliputi :
Bertanggung jawab dan kedisiplinan.
Nama : Aprita Fahria Zahra
NPM : 2213053259
Kelas : 3H

Analisis Video 2

"Pendidikan Moral Anak Sekolah (Pendidikan Pancasila)"

Tujuan utama dari pendidikan moral Pancasila adalah membentuk karakter dan kepribadian yang kokoh, berintegritas, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.
Dalam video tersebut guru mencoba untuk menerapkan pendidikan moral Pancasila kepada murid yang melakukan penyimpangan dengan cara memberikan hukuman serta memberikan nasihat agar murid tersebut menjadi sadar dan tidak lagi menyimpang.

Pendidikan moral Pancasila bertujuan untuk membentuk karakter yang baik dan berintegritas. Sekolah dapat menerapkan program-program yang mengembangkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, dan kepedulian.