Kiriman dibuat oleh Naufal Akmal Raihan

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Naufal Akmal Raihan -
Nama : Naufal Akmal Raihan
NPM : 2211011108
MKU Pancasila A

Analisis Jurnal

Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Di era sekarang, banyak aspek-aspek yang mengalami perkembangan signifikan. Perkembangan yang terjadi tentunya membawa kemajuan di segala aspek dan mendapatkan dampaknya. Dalam prosesnya, globalisasi mempengaruhi dimensi ruang dan waktu, rumah makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat. Globalisasi berlangsung di semua aspek kehidupan seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, dll. Teknologi informasi merupakan faktor utama dalam globalisasi.

Kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar terhadap kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini mempengaruhi dunia pendidikan.Beberapa dampak positifnya ialah dapat mempercepat pekerjaan, pekerjaan lebih efisien, dan lebih mudahnya komunikasi dengan orang jauh. Kemudian dampak negatifnya ialah memudarnya budaya bangsa salah satunya nilai nilai pancasila, masuk kebudayaan asing ke Indonesia, dan tingkat kejahatan pun bisa semakin naik.

Namun, dampak baik buruknya globalisasi itu tergantung masyarakat menyikapi perkembangan itu sendiri, maka dari itu pengembangan kepribadian Pancasila sangat diperlukan, karena pendidikan Pancasila itu memberikan pedoman kepada setiap manusia atau masyarakat untuk menyaring budaya budaya luar yang masuk kedalam negeri atau menyaring dampak² dari globalisasi itu sendiri dan memberikan pedoman bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Naufal Akmal Raihan -
Nama : Naufal Akmal Raihan
NPM : 2211011108
S1 Manajemen A

Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan IPTEK, karena perkembangan IPTEK itu sangat cepat. Adapun sila sila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK yaitu:

1. Sila Ke Tuhanan Yang Maha Esa
Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak.

2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
pada sila ini, IPTEK harus memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab Karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.

3. Sila persatuan Indonesia
Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.

4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
mengkomplementasikan pengembangan IPTEK harus lah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya senndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Naufal Akmal Raihan -
Nama : Naufal Akmal Raihan
NPM : 2211011108
MKU Pancasila A

1) Etika politik Pancasila adalah perbuatan atau perilaku politik yang selaras dengan Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang bersila ketiga, bersila keempat, bersila kelima, dan bersila kesatu.Indonesia sebenarnya memiliki nilai-nilai tradisional yang juga ditanamkan sejak dahulu, seperti: nilai-nilai budaya, agama, dan adat istiadat yang bermacam-macam bentuknya dari Sabang hingga Merauke. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya antara lain seperti: kejujuran, keteladanan, sportifitas, toleransi, tanggung jawab, reputasi, disiplin, etos kerja, gotong royong, dan lain-lain. Nilai-nilai tersebut sangat dihormati dan dipatuhi oleh segenap elemen masyarakat hingga saat ini dan juga diimplementasikan di dalam pemerintahan.Masyarakat Indonesia tentunya dapat menilai melalui apa yang terpapar di media massa, apakah hukum berjalan dengan sepatutnya ataukah masih berada di titik nadirnya. Hingga kini belum terdengar berita apakah pejabat negara yang terlibat kasus hukum tersebut akan mengundurkan diri dari jabatannya sesuai dengan etika politik dan pemerintahan sebagaimana mestinya. Melalui banyaknya tayangan yang menampilkan tingkah akrobatik kalangan elite politisi dan pejabat negara Indonesia, masyarakat Indonesia dapat segera menyimpulkan bahwa meskipun nilai-nilai tradisional Indonesia telah tertanam sejak dahulu namun budaya kepatuhan serta jiwa sportifitas rupanya belum mendarah daging dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut saya, etika politik saat ini belum sesuai dengan nilai nilai Pancasila. Sebagai contoh, saat ini sering terjadi kampanye yang tidak aman, merugikan orang lain, dan bentrokan yang masih saja terjadi, hal ini bertentangan dengan sila ke-3. Kemudian, menyadari bahwa semua perbuatan yang tidak baik dengan mengatasnamakan Pemilu atau kampanye tidak akan lepas dari pengawasan Tuhan Yang Maha Esa, tetapi masih saja melakukan perbuatan yang tidak baik, hal ini bertentangan dengan sila ke-1. Yang terakhir, saat ini masih banyaknya aparatur-aparatur negara/ pemerintah yang masih saja melakukan KKN (korupsi, kolusi,. dan nepotisme) hal itu jelas jelas melanggar nilai nilai Pancasila.

Sumber:

https://voi.id/berita/46327/etika-politik-pancasila-nilai-nilai-dan-contoh-penerapannya

https://www.franswinarta.com/news/kurangnya-etika-politik-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/


2) Sistem demokrasi di era globalisasi seperti yang sekarang ini, menimbulkan banyak perubahan yang mempengaruhi nilai-nilai etika (moral) yang sudah berlaku di kalangan masyarakat selama ini. Selain etika, globalisasi juga berpengruh dalam segala aspek kehidupan yang sudah ada, seperti halnya dalam perkembangan kebudayaan, pola pikir masyarakat, teknologi, serta pendidikan.Pengaruh globalisasi yang paling bahaya, akan tetapi justru sering kali dianggap sepele adalah pengaruhnya dalam nilai-nilai etika (moral) masyarakat. Pada hakikatnya bangsa Indonesia telah merumuskan etika yang mengatur segala aspek kehidupan bermasyarakat serta bernegara didalam pacasila. Pancasila mencerminkan nilai-nilai luhur yang bersifat universal dari berbagai ras, suku, bahasa, dan agama.

Hilangnya nilai-nilai etika dalam masyarakat yang tercermin didalam pancasila salah satunya adalah ketidak pedulian etika sosial dan keagamaan. Contoh saja di zaman sekarang banyak sekali dikalangan, pemuda, siswa, bahkan mahasiswa yang kurang beretika, bahkan bisa dikatakan tidak memiliki etika dalam bermasyarakat dan bersosialisasi. Hal tersebut akan membawa dampak buruk dimasa yang akan datang. Mengingat bahwa generasi muda yang akan membawa sebuah perubahan di masa yang akan datang.Mengapa bisa dikatakan demikian? Karena penerus serta penentu keberhasilan sebuah negara adalah tergantung pada para pemudanya. Jika para pemuda yang menjadi ujung tombak keberhasilan bangsa tidak memiliki etika (moral), lalu bagaimana negara ini kedepannya akan bisa maju? Mungkin banyak orang masih berfikir bahwa meredupnya etika dikalangan diri para pemuda adalah hal yang anggap biasa-biasa saja. Akan tetapi Justru itulah yang berpengaruh besar di masa yang akan datang.Apabila krisis etika (moral) pemuda terus berlanjut, bagaimana dengan nasib masa depan bangsa? Generasi muda yanag seharusnya mampu menjadi “Agent of Change”, berkontribusi besar dalam perubahan bangsa dan menjadi tonggak peradaban, justru tidak memiliki dasar atau podasi kokoh yang menjadi modal dalam segala aspek sendi kehidupan.

Bagi saya, saat ini di sekitar saya banyak generasi muda yang memiliki etika buruk dan tidak mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Sering saya lihat generasi muda yang tidak menghormati orang yang lebih tua, guru, dan dosen. Kemudian masih banyaknya orang-orang yang membuang sampah sembarangan, berkata kasar dan masih banyak lainnya.

Upaya menghadapi dekadensi moral yang saat ini terjadi:
1.Pengawasan dan juga perhatian orangtua. 2.Memberikan pendidikan karakter. 3.Penegakan hukum.
4.Meningkatkan pendidikan moral dan agama.

Sumber:
https://www.harianbhirawa.co.id/meredupnya-etika-di-kalangan-para-pemuda/