Nama : Gita Laila Mutia
Npm : 2212011336
Izin menjawab :
kitab samawi selain al-Qur’an diturunkan terbatas untuk Bani Israil dalam kurun waktu yang relatif berdekatan antara Zabur, Taurat, dan Injil. Sementara al-Qur’an diturunkan 600 tahun setelah masa kekosongan wahyu. Tepatnya setelah Allah SWT menurunkan Injil kepada Nabi Isa. Al-Qur’an dan ketiga kitab samawi lainnya seperti terpisah.
Kendati al-Qur’an turun dengan menggunakan bahasa Arab, ternyata kitab ini menjadi pedoman dan tuntunan bagi orang dengan bahasa yang berbeda. Tak hanya terbatas untuk orang Islam, sejatinya orang Yahudi dan Nasranu harus menggunakan al-Qur’an sebagai sumber hukum juga. Mereka merger seperti yang dilakukan Pendeta Bukhara.
Al-Qur’an dengan bahasa Arabnya menjadi tuntunan semua umat Islam akhir zaman. Tidak seperti Zabur yang diturunkan dalam bahasa Qibti yang khusus untuk Bani Isral. Begitu juga Taurat yang diturunkan dalam bahasa Ibrani yang khusus untuk Bani Isail. Begitu juga Injil dalam bahasa Suryani yang lagi-lagi diturunkan untuk Bani Israil.
Hingga hari ini setelah lebih dari 14 abad, al-Qur’an tidak ada perbedaan kendati satu huruf. Berbeda dengan Injil yang dicetak dalam beragam versi yang masing-masing mengaku paling otentik. Untuk itu, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang menjaganya” (QS. al-Hijr/15:9).
Npm : 2212011336
Izin menjawab :
kitab samawi selain al-Qur’an diturunkan terbatas untuk Bani Israil dalam kurun waktu yang relatif berdekatan antara Zabur, Taurat, dan Injil. Sementara al-Qur’an diturunkan 600 tahun setelah masa kekosongan wahyu. Tepatnya setelah Allah SWT menurunkan Injil kepada Nabi Isa. Al-Qur’an dan ketiga kitab samawi lainnya seperti terpisah.
Kendati al-Qur’an turun dengan menggunakan bahasa Arab, ternyata kitab ini menjadi pedoman dan tuntunan bagi orang dengan bahasa yang berbeda. Tak hanya terbatas untuk orang Islam, sejatinya orang Yahudi dan Nasranu harus menggunakan al-Qur’an sebagai sumber hukum juga. Mereka merger seperti yang dilakukan Pendeta Bukhara.
Al-Qur’an dengan bahasa Arabnya menjadi tuntunan semua umat Islam akhir zaman. Tidak seperti Zabur yang diturunkan dalam bahasa Qibti yang khusus untuk Bani Isral. Begitu juga Taurat yang diturunkan dalam bahasa Ibrani yang khusus untuk Bani Isail. Begitu juga Injil dalam bahasa Suryani yang lagi-lagi diturunkan untuk Bani Israil.
Hingga hari ini setelah lebih dari 14 abad, al-Qur’an tidak ada perbedaan kendati satu huruf. Berbeda dengan Injil yang dicetak dalam beragam versi yang masing-masing mengaku paling otentik. Untuk itu, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang menjaganya” (QS. al-Hijr/15:9).