Kiriman dibuat oleh MIRANDA 2211011046

MKU PKN Genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh MIRANDA 2211011046 -
Nama : Miranda
Npm : 2211011046
Kelas : PKN (Manajemen B)


Jawaban analisis video:
Menurut pendapat saya, video tersebut membahas terkait pentingnya peran Pancasila dalam mempengaruhi dan membentuk karakter individu agar mampu berfikir kritis, inovatif dan memiliki jiwa toleransi yang tinggi, serta mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, pendidikan kewarganegaraan ini juga saling berkaitan erat dengan falsafah Pancasila yang ada di Indonesia dengan tujuan yang sama yaitu menjadikan masyarakat khususnya bagi mahasiswa agar lebih mencintai budaya yang ada di negaranya tersebut.

Didalam pendidikan kewarganegaraan juga terdapat beberapa landasan ideal dan hukum diantaranya:
1. Pancasila
2. Pembukaan UUD 1945
3. Batang Tubuh UUD 1945
4. UU No 20 1982
5. UU No 20 2003
6. SK Dirjen dikti No 43 thn 2006

Dalam PKN juga terdapat beberapa sumber yaitu, sumber historis, sosiologis dan politik PKN. Sumber historis substansi dimulai sebelum Indonesia merdeka, sumber sosiologis masyarakat memerlukan untuk menjaga, memelihara dan mempertahankan eksistensi negara bangsa.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh MIRANDA 2211011046 -
NAMA : MIRANDA
NPM : 2211011046
MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA
JURUSAN : S1 MANAJEMEN (A)

Analisis Jurnal:
"Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasi terhadap pengembangan IPTEK"
Pancasila adalah pedoman dalam hidup berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan.
Implikasi nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Pada implikasi ini percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Pada Implikasi ini hakikatnya adalah manusia sebagai makhluk religi.

2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
Implikasi pada sila kedua dalam pengembangan IPTEK yaitu memberikan arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan.

3. Pursatuan Indonesia
Cinta dan bangga akan bangsa dan negara Indonesia (Nasionalisme). Implikasi pada sila ketiga ini yaitu memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme Indonesia akibat dari sumbangan IPTEK

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Nilai yang terkandung yaitu kedaulatan berada ditangan rakyat. Implikasi yaitu setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai yang terkandung yaitu cinta akan kemajuan dan pembangunan. Implikasi pada sila kelima ini yaitu, mengimplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-2

oleh MIRANDA 2211011046 -
NAMA : MIRANDA
NPM : 2211011046
MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA
JURUSAN : S1 MANAJEMEN (A)

ANALISIS SOAL 2
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab:
Pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu dapat ditelusuri ke dalam hal-hal sebagai berikut; Pertama, pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Kedua, dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia. Ketiga, perkembangan iptek yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.
Penjabaran point setiap sila-sila Pancasila sebagai berikut:
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Melengkapi ilmu pengetahuan menciptakan perimbangan antara yangrasional dan irasional, antara rasa dan akal. Sila ini menempatkan manusiadalam alam sebagai bagiannya dan bukan pusatnya.
2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidakhanya untuk kelompok, lapisan tertentu.
3. Sila Persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalisme dalam sila-sila yang lain,sehingga supra sistem tidak mengabaikan sistem dan sub-sistem. Solidaritas dalam sub-sistem sangat penting untuk kelangsungankeseluruhan individualitas, tetapi tidak mengganggu integrasi.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Mengimbangi otodinamika ilmu pengetahuan dan teknologi berevolusi sendiri dengan leluasa. Eksperimentasi penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus demokratis dapat dimusyawarahkan secara perwakilan, sejak dari kebijakan, penelitian sampai penerapan massal.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Menekankan ketiga keadilan Aristoteles: keadilan distributif, keadilankontributif, dan keadilan komutatif. Keadilan sosial juga menjagakeseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karenakepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu.Individualitas merupakan landasan yang memungkinkan timbulnya kreativitasdan inovasi.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab:
Pancasila merupakan ideologi bangsa, yaitu cita-cita yang ingin dicapai oleh Bangsa Indonesia. Pemimpin yang baik memiliki misi untuk membawa bangsa dan negaranya menggapai cita-cita bangsa, yaitu membawa penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia kearah terwujudnya kehidupan yang ber-ketuhanan, ber-kemanusiaan, ber-persatuan, ber-kerakyatan, dan ber-keadilan. 
Yang dimaksud dengan pemimpin berjiwa pancasila adalah pemimpin yang mengerti benar akan hakikat pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Sehingga dengan begitu, semua kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa. Pemimpin harus memiliki lima karakteristik sebagaimana yang terkandung dalam Lima sila yang terdapat dalam Pancasila.
1. Karakteristik yang pertama adalah beriman , sebagaimana yang terkandung dalam sila pertama pada Pancasila yang menuntut setiap warga negara mengakui Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan tujuan akhir, baik dalam hati dan tutur kata maupun dalam berperilaku. Pemimpin yang beriman cenderung akan memiliki perilaku yang baik karena ia akan melibatkan Tuhan dalam setiap tindakannya.
2. Karakteristik yang kedua adalah menjunjung tinggi HAM, sebagaimana yang terkandung dalam sila kedua pada Pancasila yang mengajak setiap warga Negara untuk menjunjung tinggi martabat dan hak-hak asasi atau bertindak adil dan beradab terhadap sesama manusia. Pemimpin yang menjunjung tinggi HAM akan memiliki kesadaran tinggi atas hak dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, yaitu melaksanakan kewajiban untuk memimpin rakyatnya dengan amanah serta bersih dari tindak korupsi karena ia tidak akan mengambil yang bukan menjadi haknya.
3. Karakteristik yang ketiga adalah memiliki rasa nasionalisme, sebagaimana yang terkandung dalam sila ketiga pada Pancasila yang menyatakan bahwa setiap warga Negara sudah sepatutnya memiiki rasa nasionalisme. Dengan adanya rasa nasionalisme , maka pemimpin akan memiliki loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya yang ditujukan melalui sikap mental dan tingkah lakunya dalam berbagai kebijakan yang bertujuan untuk membangun Negaranya menjadi Negara yang makmur dan sejahtera.
4. Karakteristik yang keempat adalah mendengarkan rakyat, sebagaimana yang terkandung dalam sila keempat pada Pancasila yang menekankan pada Nilai Kerakyatan, yaitu suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Dan mufakat itu semua dilakukan untuk kepentingan bangsa indonesia. Pemimpin yang mau mendengarkan keluhan rakyat merupakan pemimpin yang baik, dimana ia dapat mengetahui masalah yang sedang dialami oleh rakyatnya dan kemudian dapat dengan segera mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
5. Karakteristik yang kelima adalah adil, sebagaimana yang terkandung dalam sila kelima pada Pancasila yang menekankan pada nilai keadilan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Pemimpin yang adil akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi rakyatnya. Dengan demikian, diharapkan rakyat Indonesia akan mendapatkan kesejahteraan secara lahiriah dan batiniah.