Posts made by Ade Luthfia Ukhti Kamila

Nama : Ade Luthfia
NPM : 2211011006
Analisis Soal 1

A. Dari berita yang telah disampaikan, saya dapat menyimpulkan dan menanggapi bahwa penyebaran berita hoax dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa melihat status maupun postingan seseorang. Bahkan seringkali orang-orang dengan berlatar pendidikan tinggi pun tidak menutup kemungkinan untuk bisa menyebarkan berita bohong atau hoax di media sosial. Tentu ini merupakan hal yang sangat tidak baik untuk ditiru, bahkan dampak negatifnya bisa memprovokasi pihak-pihak yang terlibat dalam berita tersebut. Untuk mengatasi atau menangani hoax juga sulit apalagi kalau masyarakat menyukai isi kontennya. Oleh karena itu, hal yang perlu kita lakukan untuk mengantisipasi berita hoax adalah :
1. Membaca dengan benar dan teliti hingga tuntas berita yang ada, kemudian memastikan kebenarannya baik terkait isi berita, sumber berita, dll.
2. Tidak ikut menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya (saring sebelum sharing)
3. Tidak mudah terprovokasi

B. Perkembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila akan mengakibatkan penyimpangan, seperti penggunaan teknologi yang tidak pada fungsinya. Misalnya teknologi yang seharusnya dapat digunakan sebagai sumber informasi, karena tidak terealisasinya nilai-nilai pancasila mengakibatkan munculnya banyak berita bohong (hoax). Solusi dalam menghadapi perkembangan IPTEK yang semakin maju saat ini adalah dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam diri kita masing-masing untuk menghadapi tantangan kemajuan teknologi saat ini, serta mengimplementasikan atau merealisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila ke kehidupan sehari-hari.

C. Konsumerisme adalah perilaku membeli, memakai atau menggunakan barang-barang secara berlebihan. Konsumerisme ini merupakan hal yang tidak baik untuk ditiru. Solusi untuk permasalahan konsumerisme ini adalah dengan membuat skala prioritas dengan tujuan kita dapat mengetahui jelas mana yang benar benar dibutuhkan atau sekedar diinginkan.
Nama : Ade Luthfia
NPM : 2211011006
Analisis Video 2

Pada video tersebut menunjukkan terjadinya pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, yang menandai berakhirnya Perang Dunia II. Amerika Serikat dan sekutu melancarkan pengeboman ke dua kota tersebut (Hiroshima dan Nagasaki). Pengeboman ini adalah pembalasan Amerika Serikat atas serangan militer Jepang.

Tujuan dilakukannya pengeboman atau penghancuran Hiroshima dan Nagasaki ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk melemahkan Jepang. Karena kedua kota tersebut menjadi pusat militer Jepang yang kuat.

Beberapa dampak dari tragedi itu sangat besar, diantaranya menelan ratusan ribu korban jiwa, kerugian material, dan timbulnya banyak penyakit yang disebabkan oleh paparan radiasi, membuat penduduk jepang saat itu sangat menderita.

Kemudian, Indonesia memanfaatkan situasi ini, saat terjadinya kekosongan dari kekuasaan Jepang, para pemuda mendesak Soekarno Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, Selang dua hari daru itu, Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Awal kemerdekaan Indonesia merupakan awal perjuangan pembacaan Naskah Pancasila dari para tokoh bangsa Indonesia. Kita sebagai masyarakat sekarang ini hanya perlu mengamalkan nilai nilai yang terkandung dengan baik tanpa adanya peperangan yang terjadi dengan para penjajah.
Nama : Ade Luthfia
NPM : 2211011006
Analisis Video 1

Pada video tersebut menunjukkan adanya aksi kontra yang dilakukan oleh sejumlah warga terhadap perusahaan yang membuang limbah industri ke sungai dekat pemukiman warga. Akibatnya, warga merasa dirugikan dan terganggu akan dampak yang ditimbulkan, seperti misalnya pencemaran udara (bau).

Dari informasi yang didapatkan, limbah tersebut berasal dari beberapa pabrik pakaian yang tidak bertanggung jawab untuk mengatasi pengolahan limbahnya.

Sejumlah warga yang merasa terganggu, melakukan aksi penolakan (demo) dengan mengusung spanduk yang menunjukkan adanya ketidakterimaan dan kekecewaan, dengan harapan pihak perusahaan dapat segera melakukan tindakan perbaikan atau memberikan solusi terbaik untuk kejadian tersebut. Selain itu, aksi perlawanan dilakukan dengan menutup saluran atau pipa tempat limbah tersebut mengalir.

Apabila dikorelasikan dengan Pancasila, tentunya tindakan pihak perusahaan ini telah menyalahi nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Terutama pada sila ke 2, yang berbunyi "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Dalam sila ini, dijelaskan bahwa kita harus bersikap atau berperilaku yang adil dan beradab. Salah satunya dengan tidak merusak fasilitas umum atau publik, karena itu dapat mengganggu ketenangan orang lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dalam pembahasan video tersebut mempunyai korelasi terhadap penerapan pancasila di kehidupan sehari-hari terutama dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu juga diperlukannya tindak lanjut yang tegas dari pihak berwajib atau pihak-pihak yang berwenang sebagai tindakan preventif atau pencegahan kedepannya.
Nama: Ade Luthfia
Npm: 2211011006
Kelas: A (S1 Manajemen)

Dari jurnal yang berjudul "Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar
Nilai Pengembangan IPTEK" karya Setyorini dari Fakultas Syari'ah dan Hukum UNSIQ. saya mendapatkan beberapa poin penting diantaranya sebagai berikut :
Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental. Pancasila
sudah disepakati bersama sebagai cara pandang hidup bangsa Indonesia (the way of life) dan sekaligus sebagai dasar negara maka kita harus menetapkan nilai-nilai pancasila dalam pengembangan IPTEK.
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengalami perubahan yang luar biasa. Pengembangan Iptek
tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapainya, artinya IPTEK selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Perkembangan IPTEK pada kemunculannya dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga satu pihak membutuhkan
semangat objektifitas di pihak lain IPTEK perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar
tidak merugikan umat manusia.
(Kementerian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2016: 97-98)

Terdapat beberapa nilai yang meliputi pancasila dan harus diterapkan dalam pengembangan IPTEK, yaitu:
1. Nilai dasar (instrinsik) yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh para founding father.
2. Nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arah kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman mencakup kebijakan, strategi organisasi, sistem, rencana dan program berupa
peraturan perundang-undangan yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara negara.
3. Nilai praktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu. lalu dalam pengertian Pancasila sebagai
nilai dasar pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman
-Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan
teknologi (IPTEK) yang dikembangkan di
Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila.
-Kedua, bahwa setiap
perkembangan IPTEK harus dilandasi dengan nilai pancasila sebagai faktor pengembangan internal.
-Ketiga, nilai-nilai pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan IPTEK di Indonesia.
Keempat, bahwa setiap pengembangan IPTEK harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal
indelegensasi ilmu (mempribumikan
ilmu)
(Kementrian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan), 2016: 97-98).

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi

by Ade Luthfia Ukhti Kamila -
Nama : Ade Luthfia
NPM : 2211011006
Kelas : A (S1 Manajemen)

Analisis jurnal 14 A

​​Pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dalam perkembangan IPTEK sangatlah penting dimana Pancasila dapat menjadi rambu-rambu normatif bagi pengembangan dan juga pemanfaatan ilmu
pengetahuan dan teknologi agar tetap sesuai dengan kepribadian masyarakat Indonesia yang luhur dan mulia. Pengembangan IPTEK juga harus senantiasa berakar pada budaya bangsa, serta IPTEK harus senantiasa menghormati dan terbuka dengan segala kritik yang ada dari masyarakat yang tentunya untuk arah yang lebih baik.

Sebagai masyarakat Indonesia kita semua harus selalu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dengan bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh dampak negatif dari perkembangan IPTEK.

Jadilah masyarakat yang cerdas yang dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal baik yang dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan dan juga bangsa Indonesia.

Analisis jurnal 14 B

Berdasarkan uraian diatas maka dapat diartikan bahwa:

1. Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Hal ketiga tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mengutamakan salah satunya.
2. Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah tiadanya pertentangan dengan Tuhan, aktualisasi atau perwujudan dan perwujudannya hakekat manusia, suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi, kemanfaatan pada semua pihak, dan terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya
3. Dengan berorientasi Pancasila secara ilmiah dalam upaya mencari kebenaran dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia serta visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.