Posts made by Sheva Naufal Abdurrasyid

NAMA : Sheva Naufal Abdurrasyid
NPM : 2211011075

Pada tanggal 15 agustus 1945 jepang menyerah dengan amerika serikat tanpa syarat, disebabkan oleh pengeboman di hiroshima dan nagasaki dan sekaligus akhir dari perang dunia 2.
Tujuan penghancuran Hiroshima dan Nagasaki saat itu adalah untuk melemahkan Jepang. Karena keduanya menjadi pusat militer Jepang yang kuat saat itu. Ini karena lokasi Hiroshima sebagai markas militer dan pusat industri Jepang.
Penjatuhan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki menimbulkan banyak akibat negatif bagi masyarakat Jepang, antara lain hancurnya bangunan akibat kebakaran, luka bakar yang parah, dan efek radiasi yang dialami oleh korban, membuat korban terpapar radiasi dari bom atom. Dua tragedi ledakan itu membuat kota-kota hangus dan ratusan ribu orang tewas.

Pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki membuat penyintas terpapar radiasi, yang menyebar dan menyebabkan penyakit seperti kanker, leukemia, kerusakan organ, risiko tinggi keguguran, dan dampak psikologis jangka panjang.

Dengan begitu para tokoh muda mendengar berita tersebut langsung melaksanakan penjemputan Ir.soekarno guna melaksanakan proklamasi yang akhirnya jatuh pada tanggal 17 agustus 1945
NAMA : Sheva Naufal Abdurrasyid
NPM : 2211011075

Berdasarkan informasi yang terdapat didalam video diatas menjelaskan warga desa pekalongan merasa resah dengan adanya limbah pabrik yang dibuang ke sungai.
Dengan adanya keresahan tersebut masyarakat berbondong-bondong untuk melakukan aksi protesnya terhadap pabrik tersebut karena mencemari sungai, yang digunakan oleh masyarakat dalam sehari- hari dan masyarakat pun resah dengan adanya bau dari limbah tersebut dan menyuruh pemilik perusahaan tutup. perilaku masyarakat tersebut mencerminkan sila ke 3

Kemudian pemilik pabrik tersebut mencerminkan hal yang tidak baik karena ini juga alasan pemilik pabrik yang tidak bisa mengelola limbah sehingga membuang nya di sungai, pemilik pabrik tersebut tidak mencerminkan pada sila ke 2

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi

by Sheva Naufal Abdurrasyid -
Nama : Sheva Naufal Abdurrasyid
NPM : 2211011075
Kelas : Manajemen A

14.A
Sains dan teknologi adalah sarana yang digunakan orang untuk membuat penemuan baru dan kemajuan dalam sains dan teknologi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang pesat dan memberikan dampak positif dan negatif bagi dunia
Contoh dampak positif adalah:
1. Untuk mendukung kegiatan produksi
2. Memfasilitasi komunikasi dengan orang
3. Memfasilitasi pembelajaran

Contoh dampak negatif
1. Skimming, peretasan kartu kredit melalui internet
2. Kecanduan dan kemalasan
3. Mengandung unsur pornografi

Untuk menghindari pengaruh buruk ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat harus mampu mengimplementasikan visi hidup dan nilai-nilai Pancasila dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi:

Kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup:
1. Sebagai sumber solusi
2. Sebagai pembangun karakter
3. Persatuan bangsa

nilai pancasila :
1. Ketuhanan, ilmu pengetahuan dan teknologi harus dirasionalisasi untuk memberikan efek positif
2. Kemanusiaan, keadilan dan kesopanan, kesetaraan dan menghargai perbedaan
3. Persatuan, iptek dapat berkembang dalam kesatuan
4. Seorang populis yang memikirkan solusi untuk memenuhi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
5. Pemahaman hukum, iptek harus adil, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras atau agama.

14.B
Perintah-perintah Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung makna mutlak bahwa di Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak ada tempat bagi pertentangan-pertentangan mengenai ketuhanan atau agama, sikap dan perbuatan yang ditujukan kepada Tuhan atau agama. dan menegakkan agama.

umat manusia
kebenaran adalah pengetahuan
perwujudan dan pemenuhan keberadaan Pria Notonagora menjelaskan bahwa sila kedua Pancasila mengandung cita-cita kemanusiaan yang sepenuhnya memenuhi fitrah manusia.

Hal-hal penting yang terkait dengan kasus ini meliputi: Bhinneka - tunggal dan jamak - satu atau tunggal.

Persatuan:
Sifat mutlak Kesatuan bangsa, daerah dan negara Indonesia yang terkandung dalam sila ketiga, dengan segala perbedaan dan kontradiksinya, memenuhi sifat esensi yang mutlak tak terpisahkan. Segala perbedaan pendapat dan pertentangan adalah hal yang wajar yang tentunya dapat disalurkan untuk menjaga dan mengembangkan persatuan bangsa.

kewarganegaraan
Sila ke-4 terdiri dari dua cita-cita filosofis, yaitu:
1. Demokrasi, yang meliputi cita-cita bahwa negara adalah alat pemenuhan kebutuhan seluruh rakyat, dan cita-cita demokrasi sosial-ekonomi.
2. Permusyawaratan atau demokrasi politik yang diwujudkan dalam prinsip-prinsip politik negara adalah negara rakyat yang berdaulat.

keadilan
Kebenaran adalah pemenuhan hakekat keadilan (righteousness). Inilah makna kebenaran dalam Pancasila yang bersumber dari sila kelima. Esensi keadilan menurut pemahaman ilmiah, yaitu terwujudnya semua hak untuk hidup berdampingan sebagai hakikat hubungan satu sama lain, mengarah pada terwujudnya semua hak dalam hubungan. Jadi, dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah kebenaran

Sebuah teori kebenaran
Sebagai bagian dari diskusi
Filsafat, sistem filsafat Pancasila, harus memenuhi tiga teori kebenaran, yaitu teori koherensi, teori korespondensi dan pragmatik. Sistem filsafat Pancasila menjadi keras terhadap sistem filsafat lainnya.
1. Teori Koherensi
Koneksi logis sebagai pengakuan
atau cerminan dari teori koherensi dapat dilihat pada susunan Pancasila yang menurut Notonagora bersifat hierarkis dan piramidal . Artinya, lima sila dalam Pancasila menunjukkan satu rangkaian
ini multi-level jadi Anda tidak bisa
urutan terbalik.

2. Teori korespondensi
Menurut teori korespondensi ini ada satu Suatu pernyataan dikatakan benar jika informasi material yang terkandung dalam pernyataan tersebut relevan
dengan objek yang menjadi subjek kalimat.

3. Teori Pragmatis
Pancasila sebagai pemersatu bangsa
Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filosofis Pancasila bekerja dalam praktek. Pancasila merupakan bagian integral dari peraturan-peraturannya, yang harus menjadi sumber nilai, ekspresi pemikiran dan prinsip moral bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Teknologi. Oleh karena itu, ketentuan Pancasila mengacu pada sistem etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu:

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Melakukan sains, menciptakan, antara rasional dan irasional, nalar, emosi, dan keseimbangan Akan Tuntutan.

Kemanusiaan yang adil dan beradab. memberikan landasan moral bagi umat manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara beradab. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari proses kebudayaan manusia yang beradab dan bermoral.

Persatuan Indonesia.
Menyadarkan bangsa Indonesia bahwa nasionalisme adalah masyarakat internasional.

Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara demokratis.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia.
Nama : Sheva Naufal Abdurrasyid
NPM : 2211011075
Kelas : S1 Manajemen (A)

Menganalisis Jurnal Berjudul "URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK"

Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah. Oleh karena itu perumusan Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya.
Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari situasi yang melengkapinya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Iptek perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.

Nilai-nilai Pancasila Pancasila
sebagai ilmu meliputi :
1. nilai dasar (instrinsik)
yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak,mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan.
2. nilai instrumental
yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu.
3. Nilai Paraktis
yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu dan bersifat dinamis.

Dalam penjelasan tersebut dapat disampaikan pemahaman :
-Pertama,
bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
-Kedua,
bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan.
-Ketiga,
nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia.
-Keempat,
bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal intelegensi ilmu

Dalam pemahaman pancasila nilai moral dalam iptek ,dapat disimpulkan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan
dari sila-sila Pancasila haruslah
merupakan sumber nilai, kerangka
berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengethuan dan teknologi. Diantaranya:
1. Sila pertama
mempertimbangjan rasional, antara
akal,rasa dan kehendak. Sehingga dapat menempatkan manusia di alam semesta
2. Sila kedua
memberikan dasar moralitas bagi
manusia dalam mengembangkan
iptek.
3. Sila ketiga
memberikan rasa kesadaran akan nasionalisme dari bangsa Indonesia akan sumbangsihnya iptek sehingga dapat terjalinnya rasa terpelihara,persaudaraan dan persahaban antar daerah.
4. Sila keempat
setiap warga negara mempunyai kewajiban dalam pengembangan iptek dengan menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dalam bersikap.
5. Sila kelima
iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia,keseimbangan keadilan.

Pentingnya Pancasila sebagai dasar Nilai pengembangan pengetahuan dan teknologi terutama untuk kehidupan masyarakat,bangsa dan negara harus menjadi dasar dan akar tentang perkembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan nilai-nilai budaya Indonesia,untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dari nilai-nilai yang sudah dimiliki negara Indonesia.
Sheva Naufal Abdurrasyid
2211011075
Manajemen (A)

Analisis jurnal
Pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian pancasila dalam menyikapi IPTEK


Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi mempunyai dasar-dasar, yaitu (Kemendikbud, 2013):
(1) Dasar Filosofis; Ketika Republik Indonesia diproklamasikan pasca Perang Dunia kedua, dunia dicekam oleh pertentangan ideologi kapitalisme dengan ideologi komunisme. Kapitalisme berakar pada faham individualisme yang menjunjung tinggi kebebasan dan hak-hak individu; sementara komunisme berakar pada faham sosialisme atau kolektivisme yang lebih mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan individual. Kedua aliran ideologi ini melahirkan sistem kenegaraan yang berbeda. Pertentangan ideologi ini telah menimbulkan ‘perang dingin’ yang dampaknya terasa di seluruh dunia.
(2) Dasar Sosiologis; Kebhinekaan atau pluralitas masyarakat bangsa Indonesia yang tinggi, dimana agama, ras, etnik, bahasa, tradisibudaya penuh perbedaan, menyebabkan ideologi Pancasila bisa diterima sebagai ideologi pemersatu.
(3) Dasar Yuridis; Pancasila sebagai norma dasar negara dan dasar negara Republik Indonesia yang berlaku adalah Pancasila yang tertuang dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Secara spesifik tujuan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah untuk : Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.
Tingkatan Sikap Menurut Notoadmodjo (2003) dalam buku Wawan dan Dewi (2010), sikap terdiri dari berbagai tingkatan yaitu:
(1) Menerima (receiving)
(2) Merespon (responding)
(3) Menghargai (valuing) (4) Bertanggung jawab (responsible)
Fungsi Sikap Menurut Katz (1964) dalam buku Wawan dan Dewi (2010, p.23) sikap mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
(1) Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian atau fungsi manfaat, Fungsi ini berkaitan dengan sarana dan tujuan.
(2) Fungsi pertahanan ego, Ini merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego.
(3) Fungsi ekspresi nilai, Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada pada dirinya.
(4) Fungsi pengetahuan ,Individu mempunyai dorongan untuk ingin mengerti dengan pengalaman-pengalaman.