Nama: Fania Ainur R
NPM : 2211011010
Kelas : Manajemen A
A.
Di era ini, etika politik sepertinya sudah hampir tidak berlaku lagi atau mungkin hampir lenyap. Di realita bahkan menunjukkan bahwa politik adalah tempat perebutan kekuasaan dan kepentingan sehingga banyak orang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya masing-masing. Meskipun seharusnya para politikus menjadi teladan yang baik bagi rakyat, tetapi ternyata pragmatisme atau sifat berpikir praktis dalam politik kini sudah merusak etika berpolitik para politikus. Perilaku seperti ini sungguh menjadi contoh yang buruk dan tidak mendidik rakyat yang jika terus-menerus terjadi maka etika dalam berpolitik akan semakin tiada.
Di Indonesia, Pancasila adalah etika politik negara. Etika politik Indonesia juga berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan semakin terbukanya pandangan masyarakat Indonesia terhadap kesadaran akan gejolak politik yang semakin meluas. Dilihat dari pemberitaan media saat ini, gejolak politik yang kini berkembang secara etis dan politis tidak bisa lagi berpedoman pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hal ini disebabkan oleh kepentingan suatu kelompok untuk mencapai tujuan kelompok tersebut, bukan kepentingan umum.
Sumber : https://www.bantennews.co.id/bantenesia/kemanakah-etika-berpolitik-sekarang/
Kesimpulan saya:
Dapat disimpulkan bahwa saat ini sistem etika politik belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang ditandai dengan banyaknya penyimpanan terhadap nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Seperti para pemimpin yang hanya menampilkan moralitas sekedarnya, dan kasus korupsi yang semakin meningkat. Padahal pemerintah harus menjadi contoh baik bagi warganya untuk memegang teguh nilai-nilai pancasila.
B.
Sistem demokrasi di era globalisasi seperti yang sekarang ini, menimbulkan banyak perubahan yang mempengaruhi nilai-nilai etika (moral) yang sudah berlaku di kalangan masyarakat selama ini. Pengaruh globalisasi yang paling bahaya, akan tetapi justru sering kali dianggap sepele adalah pengaruhnya dalam nilai-nilai etika (moral) masyarakat. Pada hakikatnya bangsa Indonesia telah merumuskan etika yang mengatur segala aspek kehidupan bermasyarakat serta bernegara didalam pacasila. Pancasila mencerminkan nilai-nilai luhur yang bersifat universal dari berbagai ras, suku, bahasa, dan agama. Hilangnya nilai-nilai etika dalam masyarakat yang tercermin didalam pancasila salah satunya adalah ketidak pedulian etika sosial dan keagamaan. Contoh saja di zaman sekarang banyak sekali dikalangan, pemuda, siswa, bahkan mahasiswa yang kurang beretika, bahkan bisa dikatakan tidak memiliki etika dalam bermasyarakat dan bersosialisasi. Hal tersebut akan membawa dampak buruk dimasa yang akan datang. Bukan suatu hal yang asing lagi saat ini, banyak pemuda yang mengalami krisis etika (moral). “Data Unicef tahun 2016 lalu menunjukkan bahwa kekerasan kepada sesama remaja bahkan kepada orang tua di Indonesia diperkirakan mencapai 50 persen”. Dari data tersebut menunjukkan betapa miris dan krisisnya etika dikalangan pemuda Indonesia di era globalisasi seperti sekarang ini.
Cara mengatasi dekadensi moral
1. Pengawasan dan perhatian dari orang tua
2. Penegakan hukum atas pelaku kejahatan
3. Meningkatkan pendidikan moral dan agama
4. Perlunya sosialiasi karakter sejak dini
Sumber: https://www.harianbhirawa.co.id/meredupnya-etika-di-kalangan-para-pemuda/
Kesimpulan saya:
Memurut saya, banyak generasi muda yang memiliki etika buruk dan tidak mencerminkan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Saya sering melihat generasi muda yang tidak menghormati orang yang lebih tua, guru, dan dosen. Banyak juga generasi muda yang dengan mudahnya berkata-kata kasar dan melakukan tindak bullying kepada temannya.
NPM : 2211011010
Kelas : Manajemen A
A.
Di era ini, etika politik sepertinya sudah hampir tidak berlaku lagi atau mungkin hampir lenyap. Di realita bahkan menunjukkan bahwa politik adalah tempat perebutan kekuasaan dan kepentingan sehingga banyak orang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya masing-masing. Meskipun seharusnya para politikus menjadi teladan yang baik bagi rakyat, tetapi ternyata pragmatisme atau sifat berpikir praktis dalam politik kini sudah merusak etika berpolitik para politikus. Perilaku seperti ini sungguh menjadi contoh yang buruk dan tidak mendidik rakyat yang jika terus-menerus terjadi maka etika dalam berpolitik akan semakin tiada.
Di Indonesia, Pancasila adalah etika politik negara. Etika politik Indonesia juga berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan semakin terbukanya pandangan masyarakat Indonesia terhadap kesadaran akan gejolak politik yang semakin meluas. Dilihat dari pemberitaan media saat ini, gejolak politik yang kini berkembang secara etis dan politis tidak bisa lagi berpedoman pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hal ini disebabkan oleh kepentingan suatu kelompok untuk mencapai tujuan kelompok tersebut, bukan kepentingan umum.
Sumber : https://www.bantennews.co.id/bantenesia/kemanakah-etika-berpolitik-sekarang/
Kesimpulan saya:
Dapat disimpulkan bahwa saat ini sistem etika politik belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang ditandai dengan banyaknya penyimpanan terhadap nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Seperti para pemimpin yang hanya menampilkan moralitas sekedarnya, dan kasus korupsi yang semakin meningkat. Padahal pemerintah harus menjadi contoh baik bagi warganya untuk memegang teguh nilai-nilai pancasila.
B.
Sistem demokrasi di era globalisasi seperti yang sekarang ini, menimbulkan banyak perubahan yang mempengaruhi nilai-nilai etika (moral) yang sudah berlaku di kalangan masyarakat selama ini. Pengaruh globalisasi yang paling bahaya, akan tetapi justru sering kali dianggap sepele adalah pengaruhnya dalam nilai-nilai etika (moral) masyarakat. Pada hakikatnya bangsa Indonesia telah merumuskan etika yang mengatur segala aspek kehidupan bermasyarakat serta bernegara didalam pacasila. Pancasila mencerminkan nilai-nilai luhur yang bersifat universal dari berbagai ras, suku, bahasa, dan agama. Hilangnya nilai-nilai etika dalam masyarakat yang tercermin didalam pancasila salah satunya adalah ketidak pedulian etika sosial dan keagamaan. Contoh saja di zaman sekarang banyak sekali dikalangan, pemuda, siswa, bahkan mahasiswa yang kurang beretika, bahkan bisa dikatakan tidak memiliki etika dalam bermasyarakat dan bersosialisasi. Hal tersebut akan membawa dampak buruk dimasa yang akan datang. Bukan suatu hal yang asing lagi saat ini, banyak pemuda yang mengalami krisis etika (moral). “Data Unicef tahun 2016 lalu menunjukkan bahwa kekerasan kepada sesama remaja bahkan kepada orang tua di Indonesia diperkirakan mencapai 50 persen”. Dari data tersebut menunjukkan betapa miris dan krisisnya etika dikalangan pemuda Indonesia di era globalisasi seperti sekarang ini.
Cara mengatasi dekadensi moral
1. Pengawasan dan perhatian dari orang tua
2. Penegakan hukum atas pelaku kejahatan
3. Meningkatkan pendidikan moral dan agama
4. Perlunya sosialiasi karakter sejak dini
Sumber: https://www.harianbhirawa.co.id/meredupnya-etika-di-kalangan-para-pemuda/
Kesimpulan saya:
Memurut saya, banyak generasi muda yang memiliki etika buruk dan tidak mencerminkan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Saya sering melihat generasi muda yang tidak menghormati orang yang lebih tua, guru, dan dosen. Banyak juga generasi muda yang dengan mudahnya berkata-kata kasar dan melakukan tindak bullying kepada temannya.