Nama : Elsa Dea Damayanti
NPM : 2211011086
MKU PANCASILA
Analisis video
Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 adalah tahap akhir Perang Dunia II. Amerika Serikat mulai membom Hiroshima dan Nagasaki melawan Jepang pada Agustus 1945. Penghancuran kedua kota tersebut merupakan balas dendam Amerika terhadap Jepang.
Alasan penghancuran Hiroshima dan Nagasaki saat itu adalah untuk melemahkan Jepang. Karena keduanya menjadi pusat militer Jepang yang kuat saat itu. Hal ini dikarenakan markas militer dan pusat industri Jepang terletak di Hiroshima. Jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki menimbulkan banyak dampak negatif bagi masyarakat Jepang, seperti hancurnya bangunan akibat kebakaran, luka bakar yang parah, efek radiasi yang dialami para korban saat korban terpapar radiasi ratusan ribu orang meninggal karena bom atom. Bom atom di Hiroshima dan Nagasaki mengakibatkan paparan radiasi yang menyebar, menyebabkan penyakit seperti kanker, leukemia, kerusakan organ, risiko tinggi keguguran, dan efek psikologis jangka panjang yang harus ditanggung oleh para penyintas.
NPM : 2211011086
MKU PANCASILA
Analisis video
Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 adalah tahap akhir Perang Dunia II. Amerika Serikat mulai membom Hiroshima dan Nagasaki melawan Jepang pada Agustus 1945. Penghancuran kedua kota tersebut merupakan balas dendam Amerika terhadap Jepang.
Alasan penghancuran Hiroshima dan Nagasaki saat itu adalah untuk melemahkan Jepang. Karena keduanya menjadi pusat militer Jepang yang kuat saat itu. Hal ini dikarenakan markas militer dan pusat industri Jepang terletak di Hiroshima. Jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki menimbulkan banyak dampak negatif bagi masyarakat Jepang, seperti hancurnya bangunan akibat kebakaran, luka bakar yang parah, efek radiasi yang dialami para korban saat korban terpapar radiasi ratusan ribu orang meninggal karena bom atom. Bom atom di Hiroshima dan Nagasaki mengakibatkan paparan radiasi yang menyebar, menyebabkan penyakit seperti kanker, leukemia, kerusakan organ, risiko tinggi keguguran, dan efek psikologis jangka panjang yang harus ditanggung oleh para penyintas.