Posts made by Anis Sarlia

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

by Anis Sarlia -

Nama : Anis Sarlia Putri

Npm: 2213053173

Analisis jurnal

Isu pendidikan nilai moral yang terjadi di empat negara, yaitu Indonesia, Malay- sia, India, dan Cina. Empat negara itu dapat mewakili karakteristik bangsa dengan latar belakang ideologi yang siswa. berbeda. Indonesia merupakan negara Pancasila yang mayoritas Islam, India merupakan negara federal yang tetap mempertahankan nilai-nilai agama sebagai nilai universal. Malaysia merupakan representasi negara yang memiliki bangsa mayoritas Islam sebagaimana negara Indonesia, sedangkan Cina merupakan perwakilan negara sosialis komunis. Uraian tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman bahwa karakteristik keempat negara itu berbeda, khususnya jika dilihat berdasarkan ideologinya karena perbedaan ideologi itu di antaranya berpengaruh bangsa. terhadap sistem pendidikan nilai.

1.Indonesia, pendidikan di Indonesia masih banyak sekali kelemahannya seperti kelemahan pendidikan agama antara lain terjadi karena materi pendidikan agama Islam, termasuk bahan ajar akhlak, cenderung hanya terfokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif), sedangkan pembentukan sikap (afektif) dan pembiasaan (psikomotorik) sangat minim. 

2. India, Dalam pendidikan nasional India, pendidikan nilai dikembangkan sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran nilai ilmiah, sosial, dan kewarganegaraan yang tidak secara khusus dikembangkan melalui satu sudut pandangan agama. Ini tidak berarti mengabaikan pentingnya didikan agama sebagai kekuatan dalam membangun karakter bangsa, melainkan untuk menempatkan pendidikan nilai dalam konteks pemahaman nilai agama yang universal.

3. Malaysia,Pendidikan nilai dilakukan di sekolah dasar dan pengembangannya dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung pendidikan nilai diajarkan melalui pendidikan moral dan mata pelajaran agama, sedang- kan pendidikan nilai yang tidak secara langsung dikembangkan melalui sejumlah mata pelajaran lainnya, seperti program pendidikan kewarganegaraan dan melalui kegiatan kokurikuler.

4. Cina, Dalam tradisi Cina, pendidikan me- miliki hubungan erat dengan kewajiban moral. Tradisi ini menempatkan pen- didikan nilai sebagai bagian penting dalam percaturan pendidikan. Walau- pun demikian, dalam perkembangan- nya, pendidikan nilai dihadapkan pada beberapa tantangan berikut. Walaupun sekolah memilki tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan kepribadian siswa, hal itu kurang didukung oleh kerjasama yang erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Banyak guru yang kurang memiliki kemampuan untuk mengembangkan pendidikan nilai. 

Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia. Pendidikan nilai moral merupakan alternatif pemecahan masalah yang bersifat lokal, regional, nasional, dan internasional. 

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

by Anis Sarlia -

Nama : Anis Sarlia Putri

Npm: 2213053173

Analisis video 2

Maraknya kasus kekerasan di dunia pendidikan yang dilakukan oleh murid atau bahkan murid yang menjadi korban. Seperti kasus dalam video seorang murid menganiaya gurunya sendiri hingga tewas.

Dimanakah moral pelajar di zaman modern ini? 

Setiap tindakan atau kejadian itu pasti ada dasar yang mendorong seorang anak melakukan hal tersebut. Dimana sikap dan perilaku anak itu tidak datang begitu saja melainkan pasti ada pola asuh yang membentuk perilaku pada anak yang terutama dilakukan oleh orang tua yang dimulai sejak usia dini ketika berada di rumah, sehingga saat memasuki sekolah tentu perilaku itu tidak datang tiba-tiba tetapi karena kebiasaan yang sudah dilakukan sejak kecil. Saat di sekolahpun guru harus bisa mengelola kelas dengan baik dan menghadapi sikap anak-anak yang sulit diatur. Seorang guru juga harus memiliki 4 standar kompetensi pada dirinya sebagai bekal dalam menghadapi permasalahan peserta didik  seperti kompetensi kepribadian,sosial,profesional,pedagogik dan seorang guru juga harus mengenal ragam sekolah serta cara menangani anak-anak dengan karakter yang berbeda dalam satu kelas. 

Hal yang mendorong anak melakukan kekerasan bahkan terhadap gurunya sendiri juga karena belum bisa mengontrol emosi dengan baik, jadi ketika sedang marah maka tidak ada pikiran konsekuensi apa yang akan terjadi jika dia melakukan tindakan yang berbahaya. Dan stress karena tekanan yang ada dalam kehidupan sehari-hari seperti dari teknologi yang kian maju berita berita dari media sosial ataupun tuntutan pelajaran yang semakin banyak dan pencapaian target nilai di sekolah yang menambah level stress semakin tinggi yang kemudian tidak diimbangi dengan diri pribadi untuk mengelola itu semua.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

by Anis Sarlia -
Nama : Anis Sarlia Putri

Npm: 2213053173

Analisis video 1

6 tahap perkembangan moral menurut Lawrence Kohlberg. Menurutnya perkembangan moral ada 3 level yang setiap level memiliki 2 tahap, yaitu:

1. Pra konvensional

a) Menghindari hukuman, ketika seseorang tidak menerobos lampu merah saat berkendara semata mata agar polisi tidak menilangnya

b) Keuntungan dan minat pribadi seperti dia akan menolong orang jika nantinya dia mendapatkan keuntungan dari orang yang ditolongnya

2. Konvensional

a) Menjaga sikap orang baik, memikirkan bagaimana kesepakatan sosial yang ada dan pendapat orang lain terhadapnya

b) Memelihara peraturan, Jika peraturan tidak ada yang mematuhinya maka keadaan akan menjadi kacau. Karenanya peraturan harus selalu dipatuhi.

3. Pasca konvensional

a) Orientasi kontak sosial, Setiap orang memiliki latar belakang dan situasi berbeda. Tidak ada yang absolut atau pasti ketika melihat sebuah kasus Hak-hak individu harus dilihat bersamaan dengan hukum yang ada.

b) Prinsip etika universal, menggambarkan prinsip internal seseorang. Ia melakukan hal yang dianggapnya benar, walaupun bertentangan dengan hukum yang ada.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

by Anis Sarlia -

Nama : Anis Sarlia Putri

Npm : 2213053173

Analisis jurnal 2

PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI DI ERA GLOBALISASI

Nilai adalah energi yang mempunyai potensi untuk menggerakkan seseorang untuk bersikap dan bertindak. Di Era globalisasi sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah berdampak hampir kesemua aspek kehidupan masyarakat. Perubahan masyarakat akibat berkembang pengetahuan dan teknologi tersebut membawa dampak yang besar pada budaya, nilai, dan agama. Nilai-nilai yang sementara ini dipegang kuat oleh masyarakat mulai bergeser dan ditinggalkan. Sementara nilai-nilai yang menggantikannya tidak selalu dengan landasan kepercayaan atau keyakinan masyarakat, sehingga penyimpangan nilai semakin subur dan berkembang. Fenomena kekerasan yang terjadi terus menerus dan dimana-mana dalam skala yang semakin luas dan serius. Ini menjadi gambaran yang buruk mengenai citra kita sebagai suatu bangsa. Tidak lain salah satu jawabannya adalah sebagai akibat kegagalan pendidikan dalam melaksanakan pendidikan nilai. Diakui sudah bertahun tahun pendidikan tidak diarahkan untuk memanusiakan manusia (rehumanisasi) secara "utuh" dan "paripurna", tetapi lebih diorientasikan pada hal-hal yang bersifat materialistis, ekonomis, dan teknokratis dari sentuhan nilai-nilai moral, kemanusiaan, dan budi pekerti. Pendidikan lebih mementingkan kecerdasan intelektual, akal, dan penalaran, tanpa diimbangi dengan intensifnya pengembangan hati, perasaan, emosi, dan spiritual. 

Padahal pendidikan nilai merupakan bagian integral kegiatan pendidikan, karena pada dasarnya pendidikan melibatkan pembentukan sikap, watak, dan kepribadian peserta didik. Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan pribadi yang cerdas dan terampil, tetapi juga pribadi yang berbudi pekerti luhur. Oleh sebab itu, pendidikan harus membantu peserta didik untuk mengalami nilai-nilai dan menempatkannya secara integral dalam keseluruhan hidup mereka. Guru sebagai pihak yang menjadi fasilitator pengkonstruksian nilai-nilai membentuk suatu bangunan agar menjadi kokoh dalam arti peserta didik memiliki sikap dan perilaku yang baik. Guru harusnya mendampingi, mendorong, dan mengajari anak didik untuk dapat menggunakan nalar dan hati sebaik-baiknya, melalui sarana segala aktivitas yang dapat mendewasakan dirinya. Untuk menghindarkan anak didik dari arus globalisasi harus dibekali dengan nalar dan hati yang benar, norma dan agama yang kuat, rasa nasionalisme yang benar, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.


3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

by Anis Sarlia -

Nama : Anis Sarlia Putri

Npm : 2213053173

Salah satu aspek terutama dalam kehidupan seorang Muslim merupakan mempunyai standar moral yang besar. Dengan perkembangan IPTEK yang luar biasa yang menyebabkan terjadinya proses interaksi kultural yang lebih terbuka. Perubahan sosial yang pesat dalam gaya hidup menyebabkan ketidak bercintaan dalam sosial budaya di kalangan remaja. Fenomena tersebut terlihat dari akhlak, gaya hidup, dan aktivitas sosial remaja dalam kehidupan sehari-hari perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. Hal ini menjadi semakin sulit untuk diabaikan dalam berbagai penelitian dimana siswa terlibat dalam perilaku menyimpang yang sering dikaitkan dengan institusi pendidikan. 

Dalam menanggapi hal tersebut pemerintah Aceh selain menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah Aceh juga melaksanakan pendidikan sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh. Berdasarkan peraturan tersebut, Pemerintah Aceh mengembangkan sistem pendidikan yang sesuai dengan karakteristik-karakteristik adat istiadat masyarakat Aceh serta otonomi khusus yang berlaku di Aceh Amin (2018) Sistem pendidikan yang diamanahkan berupa sistem pendidikan Islam seperti yang tertuang dalam Qanun Aceh No 9 Tahun 2015 yang sudah melalui revisi dan merupakan perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014. Selanjutnya pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dengan syariat Islam dan budaya Aceh. Prinsip penyelenggaraan pendidikan didasarkan pada transparansi, akuntabilitas, demokrasi, dan pendekatan keteladanan. Selanjutnya penyelenggaraan pendidikan disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan era revolusi industri 4.0. 

Secara filosofi kehidupan masyarakat Aceh, maka kurikulum pendidikan islam sangat cocok dengan budaya yang ada di lingkungan masyarakat yang berbasis islami. Penerapan kurikulum islami tidak hanya berfokus pada mata pelajaran agama islam saja, tetapi lebih luas dari itu yang menyangkut permasalahan penerapan nilai-nilai islam dalam kehidupan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat. Sehingga nilai-nilai islam tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga nilai keislaman tercerminkan dalam interaksi sosial warga sekolah, suasana ruang kelas yang bernuansa islam, suasana asrama serta lingkungan sekolah yang bercorak islami. Pendidikan Islami di Aceh adalah sebuah konsep ideal untuk mempersiapkan peserta didik atau tenaga kependidikan yang berwawasan keilmuan dan kepribadian sebagai nilai inti tujuan dan strategi pendidikan nasional pendidikan Aceh.