Kiriman dibuat oleh Anis Sarlia

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

oleh Anis Sarlia -

Nama : Anis Sarlia Putri

Npm :2213053173

Analisis jurnal 2

MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja, maka dari itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk Indonesia yang lebih baik. Para Dosen Agama Islam Universitas Pamulang melihat adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan milenial. Degradasi berarti kemunduran ,kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Banyak diantara kalangan millenial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama. Tujuan dari PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millenial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millenial di era digital.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

oleh Anis Sarlia -

Nama : Anis Sarlia Putri 

Npm : 2213053173

Analisis jurnal 1

Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni sosial

Pendidikan berperan besar dalam memproduksi ulang dan terus menerus mendampingi kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat. Maka peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik. Guru merupakan ujung tombak dari kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang menjadi motivator bagi peserta didik dalam memacu aktivitas belajarnya. Komponen pembelajaran yang memiliki peranan penting, dimana tolak ukur keberhasilan siswa selama melakukan proses pembelajaran dapat diketahui melalui evaluasi penilaian. Acuan kurikulum pemerintah yang berlaku secara umum tidak bisa memastikan keadaan pada tiap-tiap institusi pendidikan. Praktisi pendidikan termasuk pimpinan sekolah dan guru perlu harus merumuskan ulang model evaluasi pendidikan moral yang tidak sekedar berdasarkan hasil nilai ulangan harian. Melalui pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

oleh Anis Sarlia -

Nama: Anis Sarlia Putri

Npm: 2213053173

Analisis jurnal 2

1. Pendidikan komprehensif

Kondisi masa kini sangat berbedadengan kondisi masa lalu. Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang terdahul cukup efektif, tidak sesuai lagi membangun generasi sekarang dan yang akan bisa datang. Bagi generasi masa lalu pendidikan moral yang bersifat indoktrinati udah cukup memadahi untuk membendung terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma- norma kemasyarakatan, meskipun sudah barang tentu hal itu tidak mungkin dapat membentuk pribadi-pribadi yang memiliki kemandirian dalam membuat keputusan moral. Sebaliknya diperlukan pendekatan pendidikan nilai dan moralyang memungkinkan subjek didik mampu mengambil keputusan secara mandiri dalam memilih nilai-nilai yang saling bertentangan,seperti yang terjadi pada kehidupan sait ini.Strategi tunggal sepertinya belum cocok lagi, apalagi yang bemuansa indoktrinasi. Memberikan teladan saja kurang efektif diterapkan, karena sulitnya menentukan mana yang paling tepat untuk dijadikan contoh teladan.  Dengan kata lain diperlukan pendekatan multi atau yang oleh Kirchenbawn(1995) mencakup pendekatan komprehensif.

Untuk nilai pendidikan,Berbagai metode, program, dan kurikulum telah dikembangkan di Amerika Serikat,untuk menolng generasi muda agar dapat mencapai kehidupan yang secara pribadi lebih memuaskan dan secara sosial lebih konstruktif dilihat dari substansinya, ada pendekatan empati yang dianggap sebagai gerakan utama dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif, yaitu 

1.realisasi nilai, 

2. pendidikan watak, 

3. pendidikan kewaganegaraan,dan 

4. pendidikan moral.