Kiriman dibuat oleh M. GAMROWI_2211011053 -

Nama : M. GAMROWI
Npm : 2211011053
Kelas : A

Menurut analisis saya terhadap jurnal yang berjudul “Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani”

Sangat penting bagi kita sebagai Mahasiswa/i untuk mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri, Pendidikan kewarganegaraan diberikan kepada mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa untuk memberikan bekal nilai-nilai kebangsaan dan pemahaman mengenai wawasan nusantara, ketahanan nasional, hak dan kewajiban sebagai warganegara, demokrasi, toleransi untuk menghadapi urgensi yang ada.
Dengan demikian kita sebagai generasi muda sudah memberikan upaya dan mengimplementasikan ilmu dari Pendidikan Kewarganegaraan untuk Bangsa, Negara dan Diri Sendiri.

Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi media bertemunya berbagai nilai dan prinsip serta sebagai gudangnya argumen dan nilai - nilai dasar Pancasila, bertujuan untuk menghadirkan pikiran kreatif yang diperlukan bagi Indonesia sebagai negara demokrasi baru yang berlandaskan Pancasila. Untuk menjadi negara yang matang secara demokrasi, demokrasi Indonesia dapat mengikuti koridor konsolidasi nasionalis berdasarkan empat konsensus dasar nasional Indonesia:
Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Pendidikan kewarganegaraan yang humanis dan partisipatif harus menjadi laboratorium penyanpaian prinsip-prinsip demokrasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keindonesiaan yang berakar pada Pancasila sebagai landasan filosofis bangsa, yang akan menjadi faktor utama pembentuk karakter bangsa Indonesia.
Nama : M. GAMROWI
Npm : 2211011053
Kelas : A

[HAKEKAT DAN PENTINGNYA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN]

1. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan
Simplenya kata kewarganegaraan diambil dari kata warganegara yang berarti anggota atau komponen yang ada didalam suatu negara.

Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu proses pembelajaran yang berkaitan dengan semua komponen penting didalam suatu negara yang bertujuan kepada sikap kita sebagai warga negra untuk mencintai tanah air, toleransi, demokratis, dan memiliki sifat kepemimpinan yang berani mengambil suatu keputusan dan berfikir kritis berdasarkan nilai - nilai dasar Pancasila.

2. Landasan Ideal dan Hukum PKN
Berkaitan dengan 6 Landasan Ideal dan Hukumnya :

Yang pertama ada Pancasila > sebagai dasar negara, pandangan, dan ideologi NKRI

Yang kedua ada Pembukaan UUD 1945

Yang ketiga ada Batang Tubuh UUD 1945 > berkaitan langsung dengan pasal 27 ayat 3 tentang bela negara, pasal 30 ayat 1 tentang pertahanan dan keamanan serta pasal 31 ayat 1 tentang pendidikan

Yang keempat ada UU Nomor 20 Tahun 1982

Yang kelima ada UU Nomor 20 Tahun 2023

Yang keenam ada SK Dirjen Dikti Nomor 43 Tahun 2006

(Ke-6 landasan tersebut menjadi acuan dan pedoman bagi warga negara untuk melakukan suatu tindakan yang terjadi didalam ruang lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia)

Pada dasarnya penting bagi kita sebagai Mahasiswa/i untuk mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri, Pendidikan kewarganegaraan diberikan kepada mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa untuk memberikan bekal nilai-nilai kebangsaan dan pemahaman mengenai wawasan nusantara, ketahanan nasional, hak dan kewajiban sebagai warganegara, demokrasi, toleransi untuk menghadapi urgensi yang ada.
Dengan demikian kita sebagai generasi muda sudah memberikan upaya dan mengimplementasikan ilmu dari Pendidikan Kewarganegaraan untuk Bangsa, Negara dan Diri Sendiri.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh M. GAMROWI_2211011053 - -
Nama : M. Gamrowi
Npm : 2211011053

Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasi terhadap pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pancasila adalah sebuah ideologi negara yang menjadi pedoman dan aturan tentang tingkah laku yang baik dan sebagai dasar falsafah negara yang lahir dari sebuah pemikiran mendalam oleh anak bangsa yang bertujuan menjadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan dan sebagai pertahanan bangsa.

Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa pancasila merupakan pedoman atau petunjuk dalam hidup berbangsa dan bernegara yang merupakan hasil dari proses berpikir yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara. Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu. Pancasila ada karena suatu proses pembentukan pengetahuan dari berbagai sumber yang kemudian terakumulasi dalam kehidupan sehari-hari

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Ketuhanan berasal dari kata Tuhan ialah pencipta segala yang ada dan semua mahluk. Yang maha esa berarti maha tunggal, tiada sekutu, Esa dalam Zatnya, Esa dalam sifatnya, Esa dalam perbuatannya, artinya bahwa zat Tuhan tidak terdiri dari zat yang banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah sesempurna-sempurnanya. Bahwa perbuatan Tuhan tidak dapat disamai oleh siapa pun. Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan
ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yaitu mahluk yang berbudi, yang memiliki Potensi Pikir, rasa karsa dan cipta. Karena Potensi ini manusia menduduki martabat yang paling tinggi. Dengan akal budinya manusia menjadi kebudayaan, dengan budi murninya manusia menyadari nilai-nilai dan norma-norma. Kemanusiaan terutama berarti sifat manusia yang merupakan esensial dan identitatas manusia karena martabat kemanusiaanya. Jadi kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan.

3. Persatuan Indonesia
Persatuan berasal dari kata Satu, yang berarti utuh tidak pecah belah, persatuan mengandung pengertian bersatunya bermacam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan. Jadi persatuan Indonesia ialah persatuan Indonesia yang mendiami wilayah Indonesia. Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Kerakyatan yang berasal dari kata rakyat, yang berarti sekelompok manusia yang berdiam dalam satu wilayah tertentu. Kerakyatan dalam hubungan sila IV ini berarti bahwa kekuasaan yang tertinggi berada di
tangan rakyat. Kerakyatan disebut Pula kedaulatan rakyat. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan” berarti bahwa rakyat dalam menjalankan kekuasaannya melalui system perwakilan dari keputusan-keputusannya diambil dengan jalan musyawarah yang dipimpin oleh pikiran yang sehat serta penuh tanggung jawab, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada rakyat yang diwakilinya.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Keadilan berasal dari kata adil, yang berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat disegala bidang kehidupan, baik material maupun spiritual. Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahun adalah :
a. Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik, ekonomi, social dan budaya.
b. Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.
c. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d. Menghormati hak milik orang lain.
e. Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual bagi seluruh rakyat indonesia.
f. Cinta akan kemajuan dan pembangunan.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-2

oleh M. GAMROWI_2211011053 - -
Nama : M. Gamrowi
Npm : 2211011053

Analisis Soal-2

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab :
1. Sila Pertama yaitu Ketuhanan yang maha Esa
Sila ini menekankan bahwa pengembangan iptek dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas pemeberian akal, pikiran. Sehingga diharapkan bahwa kita sebagai sdm mempergunakan iptek dengan cara yang bermanfaat.
2. Sila Kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Dalam hal ini kita sebagai pemeran utama dalam mereaalisasikan iptek harus menggunakan adab, dan sikap adil agar terciptanya lingkungan yang tentram, damai, dan memiliki adab yang baik.
3. Sila Ketiga yaitu Persatuan Indonesia
Dalam sila ini diperjelas bawha iptek itu mempunyai manfaat yang baik yaitu mempersatukan, dan menjalin suatu hubungan atau relasi dalam pertemanan, kekeluargaan dan lain sebagainya dan diharapkan menciptkan rasa nasionalisme dan solodaritas.
4. Sila Keempat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Menekankana bahawa kita harus bisa menghargai sebuah saran, kritikan, masukaan, dan pendapat serta memilah dan memilih hal tersebut.
5. Sila Kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Menekankan keadilan yang sama rata dan hak asasi manusia dalam dunia iptek.

2. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab :
Saya berharap untuk pemimpin dimasa mendatang yang memiliki dan tentunya menerapkan nilai-nilai dasar Pancasila demi mewujudkan negara yang berjiwa nasionalis, beriman, adil, tanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai toleransi.