Nama : M. Ramadon
NPM : 2217011089
Kelas : C
Dalam videp tersebut membahas Integrasi nasional yang dapat dikategorikan ke dalam tiga bentuk utama, yaitu integrasi bangsa, nilai, dan tingkah laku. Integrasi bangsa merujuk pada usaha untuk menyatukan keberagaman kelompok sosial dan budaya dalam satu kesatuan wilayah negara. Sementara itu, integrasi nilai berlandaskan pada kesepakatan terhadap prinsip-prinsip bersama yang mendukung keteraturan sosial, seperti keadilan dan toleransi. Adapun integrasi tingkah laku tercermin dalam pola tindakan masyarakat yang selaras dengan norma guna mencapai tujuan bersama.
Tantangan dalam mewujudkan integrasi nasional terbagi menjadi dua dimensi, yakni horizontal dan vertikal. Dimensi horizontal mencakup perbedaan suku, agama, dan budaya, sedangkan dimensi vertikal berkaitan dengan ketimpangan hubungan kekuasaan antara elit dan rakyat. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan strategi sistematis, seperti menjamin keadilan hukum, meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan kebijakan, serta memperkuat wawasan kebangsaan melalui pendidikan formal dan media. Pemerintah juga harus secara konsisten menerapkan kebijakan integratif, seperti penginternalisasian nilai-nilai Pancasila, pemberantasan korupsi, serta penanganan gerakan separatis. Selain itu, pendekatan yang bijak dalam menghadapi isu diskriminasi, konflik kepentingan, dan meningkatnya tingkat kriminalitas sangat diperlukan demi menjaga stabilitas nasional. Dengan langkah-langkah tersebut, integrasi nasional dapat terwujud secara berkelanjutan dan memperkokoh persatuan Indonesia.
Tantangan terhadap integrasi nasional tidak hanya berasal dari faktor internal, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti globalisasi dan perkembangan teknologi. Arus informasi yang begitu masif berpotensi melemahkan identitas nasional melalui masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai lokal. Media sosial, misalnya, sering kali menjadi sarana penyebaran berita palsu dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat. Oleh karena itu, edukasi literasi digital serta penguatan karakter berbasis nasionalisme menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan mental generasi muda.
Selain itu, berbagai permasalahan sosial, seperti meningkatnya angka kriminalitas, kenakalan remaja, dan praktik korupsi, juga dapat mengancam keharmonisan sosial. Ketimpangan ekonomi serta ketidakmerataan pembangunan berisiko menimbulkan disintegrasi jika tidak segera ditangani secara menyeluruh. Oleh sebab itu, diperlukan kebijakan strategis, seperti pemerataan kesejahteraan, penerapan hukum yang adil tanpa diskriminasi, serta peningkatan akses terhadap pendidikan dan lapangan kerja. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, potensi ancaman terhadap integrasi nasional dapat dikendalikan, sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga.
NPM : 2217011089
Kelas : C
Dalam videp tersebut membahas Integrasi nasional yang dapat dikategorikan ke dalam tiga bentuk utama, yaitu integrasi bangsa, nilai, dan tingkah laku. Integrasi bangsa merujuk pada usaha untuk menyatukan keberagaman kelompok sosial dan budaya dalam satu kesatuan wilayah negara. Sementara itu, integrasi nilai berlandaskan pada kesepakatan terhadap prinsip-prinsip bersama yang mendukung keteraturan sosial, seperti keadilan dan toleransi. Adapun integrasi tingkah laku tercermin dalam pola tindakan masyarakat yang selaras dengan norma guna mencapai tujuan bersama.
Tantangan dalam mewujudkan integrasi nasional terbagi menjadi dua dimensi, yakni horizontal dan vertikal. Dimensi horizontal mencakup perbedaan suku, agama, dan budaya, sedangkan dimensi vertikal berkaitan dengan ketimpangan hubungan kekuasaan antara elit dan rakyat. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan strategi sistematis, seperti menjamin keadilan hukum, meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan kebijakan, serta memperkuat wawasan kebangsaan melalui pendidikan formal dan media. Pemerintah juga harus secara konsisten menerapkan kebijakan integratif, seperti penginternalisasian nilai-nilai Pancasila, pemberantasan korupsi, serta penanganan gerakan separatis. Selain itu, pendekatan yang bijak dalam menghadapi isu diskriminasi, konflik kepentingan, dan meningkatnya tingkat kriminalitas sangat diperlukan demi menjaga stabilitas nasional. Dengan langkah-langkah tersebut, integrasi nasional dapat terwujud secara berkelanjutan dan memperkokoh persatuan Indonesia.
Tantangan terhadap integrasi nasional tidak hanya berasal dari faktor internal, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti globalisasi dan perkembangan teknologi. Arus informasi yang begitu masif berpotensi melemahkan identitas nasional melalui masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai lokal. Media sosial, misalnya, sering kali menjadi sarana penyebaran berita palsu dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat. Oleh karena itu, edukasi literasi digital serta penguatan karakter berbasis nasionalisme menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan mental generasi muda.
Selain itu, berbagai permasalahan sosial, seperti meningkatnya angka kriminalitas, kenakalan remaja, dan praktik korupsi, juga dapat mengancam keharmonisan sosial. Ketimpangan ekonomi serta ketidakmerataan pembangunan berisiko menimbulkan disintegrasi jika tidak segera ditangani secara menyeluruh. Oleh sebab itu, diperlukan kebijakan strategis, seperti pemerataan kesejahteraan, penerapan hukum yang adil tanpa diskriminasi, serta peningkatan akses terhadap pendidikan dan lapangan kerja. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, potensi ancaman terhadap integrasi nasional dapat dikendalikan, sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga.