གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dhea Anisya Putri 2213053186

Nama : Dhea Anisya Putri
NPM : 2213053186
Kelas : 2A
Prodi : PGSD

Analisis Video Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional adalah keuletan, keterampilan, ketangguhan dan kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang.
Ancaman tersebut meliputi beberapa sumber, biasanya bersifat langsung, luar, dalam ataupun tidak langsung. Akan banyak pihak yang menyerang negara kita dan sebagai warga negara kita wajib mempertahankan negara kita. Semua bentuk serangan yang ada merupakan tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan bagi keutuhan negara Indonesia. Ancaman tersebut akan menyerang integritas, identitas warga negara, kelangsungan hidup, dan akan mengangganggu perjuangan mencapai tujuan nasional. Nah disinilah peran ketahanan nasional yaitu untuk menghadapi ancaman bangsa Indonesia.

Adapun ancaman unsur trigatra:
1. Lokasi dan posisi geografis Indonesia
2. Keadaan dan kekayaan alam Indonesia
3. Kemampuan penduduk

Ancaman unsur pancagatra:
1. Ideologi
2. Politik
3. Ekonomi
4. Sosial budaya
5. Hankam

Perwujudan aspek alamiah (trigatra)
1. Lokasi & posisi geografis : peningkatan posisi laut dan darat serta kemampuan posisi dengan negara tetangga.
2. Sumber daya alam : kesadaran nasional pemanfaatan kekayaan alam.
3. Keadaan dan kemampuan penduduk : pendidikan dan pelatihan.

Perwujudan aspek sosial (panca gatra):
1. Ideologi : rangkaian nilai mampu menampung aspirasi secara ideologi.
2. Politik : demokrasi, keseimbangan input dan output.
3. Ekonomi : sarana, modal, TK, teknologi.
4. Sosial budaya : tradisi, pendidikan, dan kepemimpinan.
5. Hankam : partisipasi dan kesadaran masyarakat.
Nama : Dhea Anisya Putri
NPM : 2213063186
Kelas : 2A
Prodi : PGSD

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak asasi manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Hal tersebut sangat miris. Pemerintah yang gagal dalam mewujudkan penagakan HAM dan justru malah mengalami kemunduran. Banyak pelanggaran terjadi diakibatkan kurangnya kesadaran dari masyarakat dan kurangnya ketegakan hukum yang harus dilakukan pemerintah serta kurangnya keadilan dan kemanan dari pemerintah. Banyak upaya positif yang tidak terealisasikan sehingga berujung HAM mengalami keburukan.
Hal positif yang dapat di ambil adalah kasus penegakan HAM di Indonesia telah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghormati dan melindungi hak asasi manusia. Kasus-kasus tersebut telah menghasilkan diskusi publik yang lebih luas mengenai isu-isu HAM, termasuk pengungkapan pelanggaran yang terjadi. Transparansi dalam proses penegakan HAM memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami kejadian dan memperjuangkan keadilan. Kasus penegakan HAM juga telah mendorong perbaikan dalam sistem hukum dan lembaga penegak hukum di Indonesia. Peningkatan kesadaran akan pentingnya penegakan HAM telah mendorong perubahan kebijakan, revisi undang-undang, dan pendirian lembaga khusus seperti Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia). Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperkuat mekanisme penegakan HAM dan memastikan akuntabilitas dalam kasus-kasus pelanggaran HAM.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang maha esa?
Demokrasi Indonesia yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli Indonesia dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana faktor-faktor tersebut berperan dalam membentuk sistem politik dan demokrasi di negara ini. Budaya asli Indonesia, termasuk nilai-nilai adat istiadat, sering kali menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pembangunan. Konsep gotong royong, musyawarah, dan kearifan lokal berperan penting dalam demokrasi partisipatif di Indonesia. Partisipasi masyarakat dalam proses politik dan pengambilan keputusan, baik melalui lembaga formal maupun mekanisme adat tradisional, adalah cerminan dari nilai-nilai budaya yang melekat dalam masyarakat Indonesia. Integrasi nilai-nilai budaya dalam sistem politik dan demokrasi memberikan ciri khas dan keunikan dalam cara Indonesia menjalankan demokrasi. Memahami dan menghargai warisan budaya ini dapat membantu membangun sistem politik yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di Indonesia.
Prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang maha esa mencerminkan pentingnya agama dan nilai-nilai spiritual dalam konteks demokrasi di Indonesia. Prinsip ini tercermin dalam Pancasila, yaitu dasar negara Indonesia, yang mengakui adanya Tuhan yang Maha Esa. Prinsip ini merupakan pengakuan terhadap keberadaan dan peran agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Indonesia adalah negara dengan populasi yang beragam secara agama. Prinsip demokrasi yang berketuhanan yang maha esa menghargai dan mengakui keberagaman agama di Indonesia. Hal ini mencerminkan komitmen negara untuk melindungi kebebasan beragama dan memastikan bahwa semua warga negara memiliki hak yang sama dalam menjalankan keyakinan agama mereka.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai HAM?
Menurut saya praktik demokrasi Indonesia saat ini belum sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 dikarenakan masih banyak pelanggaran yang terjadi. Pelanggaran tersebut banyak sekali dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat nya, pemerintah tidak dapat berlaku adil dan jujur, kurangnya transparansi dalam melaksanakan demokrasi juga menjadi penyebab. Pemerintah maupun masyarakat kurang mengimpmentasikan nilai2 pancasila dan UUD NRI 1945.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi dimana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda kepentingan nyata masyarakat?
Sikap saya adalah membenci hal tersebut dikarenakan hal tersebut termasuk ketidakjujuran dalam melaksanakan politik dan hukum. Pemerintah yang berlaku seperti itu tidak pantas menjadi wakil rakyat, mereka tidak memiliki kesadaran akan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945. Mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi bertingkah sewenang-wenang terhadap masyarakat, itu merupakan hal yang tidak terpuji dan termasuk penyelewengan.

E. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep HAM pada era demokrasi dewasa saat ini?
Pihak yang berlaku demikian tidak dibenarkan dikarenakan akan menjuru pada kepentingan pribadi dari pihak2 tersebut dan pastinya akan merugikan orang lain/masyarakat. Hubungannya dengan HAM adalah perilaku tersebut termasuk penyimpangan HAM karena tidak menghargai orang lain dan tidak mengamalkan hak serta kewajiban orang lain.
Nama : Dhea Anisya Putri
NPM : 2213053186
Kelas : 2A
Prodi : PGSD

Analisis video ketahanan nasional

Pengertian ketahanan nasional dapat dilihat dari etimologi dan terminologi.

Ketahanan nasional secara etimologi merupakan mampu, kuat, dan tangguh dari sebuah bangsa dalam pengertian politik. Secara terminologi berdasarkan wajah ketahanan nasional Indonesia menggunakan Asta Gatra.
3 wajah ketahanan nasional:
1. Tannas sebagai strategi
2. Tannas sebagai kondisi
3. Tannas sebagai konsepsi

Ketiga wajah ketahanan nasional tersebut mengalami perkembangan dan tercantum dalam Naskah GBNH Tahun 1998.

Dimensi dan ketahanan nasional berlapis meliputi:
1. Ideologi
2. Politik
3. Sosial
4. Ekonomi
5. Budaya

Konsep ketahanan nasional berlapis adalah ketahanan nasional sebagai kondisi yang kokoh dan tangguh dari sebuah bangsa tentu tidak akan terwujud jika tidak dimulai dari ketahanan pada lapisan2 dibawahnya.

Ketahanan nasional berlapis dimulai dari ketahanan nasional, ketahanan regional, ketahanan wilayah, ketahanan keluarga, dan ketahanan diri.

Kita semua wajib mewujudkan ketahanan nasional dengan cara bela negara, itu sudah diatur dalam pasal 27 ayat 3 UUD NRI 1945.
Bela negara dapat dilakukan secara militer dan non-militer.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan ketahanan nasional meliputi 6 aspek
1. Aspek ekonomi
2. Aspek sosial budaya
3. Aspek pertahanan dan keamanan
4. Aspek ilmu pengetahuan
5. Aspek ideologi
6. Aspek politik