གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Angga Pradana

Pkn Mipa kimia 2025 -> FORUM JAWABAN POST TEST

Angga Pradana གིས-
Nama:Angga Pradana
NPM:2217011056


Setelah membaca jurnal ini hal yang saya dapatkan ialah membahas bagaimana integrasi nasional menjadi strategi utama dalam menjaga persatuan di tengah pluralitas bangsa. Dalam kajiannya, penulis menyoroti bagaimana pengalaman sejarah Indonesia, mulai dari Orde Lama hingga Reformasi, menunjukkan bahwa kebijakan yang tidak memperhatikan keberagaman sering kali berujung pada ketidakstabilan politik dan sosial. Misalnya, pemerintahan Orde Baru yang sentralistik justru memicu ketidakpuasan daerah, sementara era Reformasi yang lebih demokratis memunculkan tantangan baru dalam bentuk kebebasan yang tidak terkontrol.

Selain itu, jurnal ini menekankan bahwa identitas nasional bukanlah sesuatu yang statis, tetapi terus berkembang sesuai dengan dinamika sosial dan politik. Salah satu ancaman utama bagi integrasi nasional adalah menguatnya etnosentrisme akibat kebijakan otonomi daerah yang kurang tepat. Penulis mengkritisi bagaimana otonomi daerah justru mempersempit ruang interaksi lintas budaya dan mendorong eksklusivitas etnis. Untuk itu, diperlukan strategi kebudayaan yang dapat menjembatani perbedaan, dengan menanamkan nilai nasionalisme dan pluralisme yang lebih inklusif. Kesimpulannya, integrasi nasional harus dibangun di atas kesadaran kolektif bahwa keberagaman adalah aset, bukan sumber perpecahan.

Pkn Mipa kimia 2025 -> FORUM ANALISIS PRETEST

Angga Pradana གིས-
Nama:Angga Pradana
NPM:2217011056

menurut saya, Integrasi nasional mencakup beberapa aspek, yaitu integrasi bangsa, integrasi nilai, dan integrasi tingkah laku. Integrasi bangsa mengacu pada penyatuan kelompok sosial dan budaya dalam suatu wilayah, sementara integrasi nilai berhubungan dengan kesepakatan terhadap nilai-nilai bersama yang menjaga harmoni sosial. Di sisi lain, integrasi tingkah laku mencerminkan penyesuaian perilaku masyarakat sesuai norma untuk mencapai tujuan bersama.

Tantangan dalam mewujudkan integrasi nasional muncul dari perbedaan suku, agama, serta kesenjangan sosial antara elite dan masyarakat umum. Faktor eksternal seperti globalisasi dan perkembangan teknologi juga berperan, misalnya melalui arus informasi yang dapat memengaruhi budaya lokal dan penyebaran hoaks di media sosial.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan kebijakan yang adil bagi seluruh warga, peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan, serta penguatan wawasan kebangsaan melalui pendidikan dan media. Pemerintah harus menegakkan nilai-nilai Pancasila, memberantas korupsi, serta menangani isu-isu seperti diskriminasi, protes sosial, dan kriminalitas dengan bijak. Dengan langkah-langkah ini, integrasi nasional dapat terwujud secara berkelanjutan, menjadikan Indonesia negara yang kuat dan bersatu.