Kiriman dibuat oleh Sandrina Dewi Astuti 2211011082

Nama : Sandrina Dewi Astuti
NPM : 2211011082
Prodi : S1 Manajemen (A)

Analisis soal 1
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Benar adanya yang disampaikan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dimana latar belakang seseorang tidak menjamin seseorang kebal terhadap hoaks. Orang terpelajar, yang berpendidikan tinggi pun tidak bisa membedakan antara berita hoaks dengan yang valid. Karena hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar adanya dan diverifikasi kebenarannya. Apalagi ditambah kemajuan teknologi seperti social media yang membuat berita hoax lebih mudah tersebar luas.
Yang saya lakukan untuk mengantisipasi adalah melihat-lihat dulu berita atau informasi yang didapat, mulai dari judul, sumber informasi serta foto atau video yang terlampir. Walaupun informasi yang saya dapat terkadang berbeda dengan yang saya percayai sebelumnya, saya harus menelaah dulu sumber nya dan tidak boleh asal percaya. Apabila saya menemukan berita hoax, saya akan segera melaporkan konten tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui email agar berita hoax segera ditindak tegas.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media social akan menyebabkan penyebaran berita hoax yang semakin luas yang dimana akan merusak moral bangsa serta dapat menimbulakan perpecahan.
Solusi nya menurut saya adalah selalu mengaitkan pengembangan iptek dengan nilai-nilai Pancasila agar relevan dengan nilai luhur Pancasila dan tidak merugikan bangsa Indonesia. Pancasila dijadikan sebagai dasar pengembangan IPTEK diharapkan memberi dampak luas pada kemaslahatan kehidupan bangsa Indonesia. IPTEK boleh berkembang dan maju, namun harus diimbangi dengan menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur ideologi bangsa di seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Sikap konsumerisme membuat manusia cenderung banyak membeli. Terutama produk luar negri. Karena iptek yang sangat memadai membuat produk luar negeri memiliki barang dengan kualitas lebih baik dari produk local serta inovasi yang membuat masyarakat lebih memilih produk luar.
Solusi agar dapat mengurangi sikap konsumerisme adalah dengan menghitung skala prioritas kebutuhan dimana Skala Prioritas Kebutuhan adalah daftar kebutuhan seseorang mulai dari yang terpenting hingga yang dapat ditunda dalam pemenuhannya. Skala prioritas kebutuhan dapat diterapkan untuk mengelola keuangan dan juga hal penting lainnya. Lalu, rajin menabung atau mempergunakan uang untuk berinvestasi yang akan berguna dimasa mendatang.

Sumber:
http://www.wantiknas.go.id/id/berita/5-langkah-cerdas-lawan-hoax
http://repository.lppm.unila.ac.id/13309/1/SEMNAS%20PENDIDIKAN%20FKIP%20UNILA%202019%20Hermi%20Yanzi.pdf
https://www.jurnal.id/id/blog/alasan-konsumen-memilih-produk-luar-negeri/
https://www.bfi.co.id/id/blog/kulik-informasi-seputar-skala-prioritas-kebutuhan-dalam-kehidupan
Nama : Sandrina Dewi Astuti
NPM : 2211011082
Prodi : S1 Manajemen (A)

Di Analisis video yang kedua yaitu
7 Desember 1941 Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat, Pearl Harbor memicu bersatunya persekutuan Amerika Serikat, Britaniya Raya, dan sejumlah negara lainnya untuk bersama-sama melawan Jepang. Puncak nya ketika di jatuhkan bom atom pada 6 Agustus 1945 di kota Hiroshima. Sebuah pukulan telak bagi Jepang, pada 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan sekutu di kota Nagasaki, Jepang. Peristiwa itu sekaligus mengakhiri Perang Dunia II. Jepang menyerah kepada sekutu pada 15 Agustus 1945. Indonesia menjadi negara pertama yang langsung memanfaatkan kekalahan Jepang dengan memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Dalam video ini, masyarakat dapat mengingat perjuangan dan kecerdasan pahlawan bangsa dalam mengambil momentum kekalahan Jepang agar cepat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Hal ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa, mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia, serta memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial yang sesuai dengan implementasi sila ke-3.
Nama : Sandrina Dewi Astuti
NPM : 2211011082
Prodi : S1 Manajemen (A)

Analisis dari video berita ini adalah
Terdapat ratusan warga desa Pegaden Tengah, kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari lokasi pabrik pembuatan pakaian dikarenakan warga merasakan ketidaknyamanan akan bau busuk yang ditimbulkan dari limbah pabrik yang dibuang langsung ke sungai tersebut. Warga meminta pihak aparat desa untuk segera menutup keenam pabrik pembuatan pakaian yang tidak memiliki alat pengolahan limbah. Pemilik pabrik pun pasrah dengan upaya warga yang menutup saluran limbah milik pabrik. Pemilik pabrik juga mengaku selama ini tidak mengetahui cara pengolahan limbah pabrik miliknya.

Pemilik pabrik tidak mengamal kan sila-2 Pancasila. Pemilik pabrik membuang limbah sembarangan yang membuat warga resah dan hal itu meniadakan sisi kemanusian, lebih-lebih kemanusian yang adil dan beradab
Nama : Sandrina Dewi Astuti
NPM : 2211011082
Kelas Pancasila Manajemen A

Jurnal "URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK"'

Dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi di Indonesia didasarkan kelima sila dalam Pancasila merupakan pegangan dan pedoman dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, diantaranya
a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pada sila ini dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan, yang mempertimbangjan rasional, antara akal, rasa dan kehendak.
b. Sila Kemanusahteraan bersaiaan Yang Adil dan Beradab, pada sila ini memberikan dasar moralitas bagi manusia dalam mengembangkan iptek dengan tujuan demi kesejahteraan bersama.
c. Sila Persatuan Indonesia, memberikan rasa kesadaran akan nasionalisme dari bangsa Indonesia akan sumbangsihnya iptek sehingga dapat terjalinnya persaudaraan dan persahabatan antar daerah
d. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaa dalam permusyarawatan/perwakilan, hal yang mendasar adalah dalam pengembangan iptek didasarkan atas kepentingan demokrasi, hal ini mengandung maksud bahwa setiap warga negara mempunyai kewajiban dalam pengembangan iptek dengen menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dalam bersikap serta terbuka untuk mendapatkan masukan, kritik dan saran yang membangun.
e. Sila Keadilan soial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusian, keseimbangan keadilan antar dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta lingkungan dimana manusi itu berada.

Hal lain yang menegaskan peran Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembanagan iptek adalah
Pertama bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat karena bisa jadi pengembangan iptek tidak sesuai dengan keyakina religiusnya, tetapi hal tersebut tidak usah dipertentangkannya karena keduanya mempunyai logika sendiri. 
Kedua, ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntut oleh nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan.
Ketiga, iptek merupakan yang menghomogenisasikan budaya sehingga dapat mempersatukan masyarakat dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional.
Keempat, Prinsip demokrasi akan menuntut bahwa pengusaan iotek harus merata kesemu lapisan masyarakat karena pendidikan adalah tuntutan masyarakat.
Kelima, Kesenjanagan dalam dalam penguasaan iptek harus dipersempit terus menerus sehingga urgensi penegasan semakin merata sebaga salah satu prinsip keadilan

Urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi

oleh Sandrina Dewi Astuti 2211011082 -
Nama : Sandrina Dewi Astuti
NPM : 2211011082
Kelas Pancasila Manajemen A

14. a
Pentingnya implementasi Nilai-nilai Pancasila Dalam menghadapi perkembangan IPTEK

Menurut saya pada artikel ini benar adanya bahwa semakin memasuki zaman modern maka dunia ini semakin berkembang apalagi dalam bidang IPTEK yang besar bagi kehidupan di dunia tak terkecuali pada rakyat Indonesia. Setiap individu berupaya untuk terus mengembangkan kemampuan-kemampuan teknologi mereka. Perkembangan IPTEK memiliki dampak positif dan juga negative.
Dampak positif yang diberikan IPTEK bagi kehidupan yaitu
1. Menunjang Kegiatan Produksi
2. Memudahkan Komunikasi dengan Orang Lain
3. memudahkan proses pembelajaran
Walaupun memiliki dampak positif tak bisa dipungkiri bahwa perkembangan IPTEK juga mendapat mendatangkan beberapa hal-hal negatif, yaitu;
1. Carding atau pembobolan kartu kredit melalui internet
2. Membuat ketergantungan dan rasa malas, karena terlalu nyaman dan dimudahkan oleh teknologi yang semakin canggih
3. Mengandung unsur kekerasan bahkan pornografi karena tayangan yang diakses di internet bisa diakses siapa saja dan dapat merusak karakter anak
Oleh karena itu, IPTEK perlu menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangannya agar relevan dan senantiasa mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa supaya tidak merugikan manusia dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa
karena sejatinya Pancasila adalah dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang mengandung nilai luhur sebagai perisai pelindung bagi bangsa untuk menghadapi perkembangan teknologi
Adapun kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa adalah sebagai berikut :
a. Pancasila sebagai sumber solusi penyelesaian masalah
b. Pancasila sebagai pembangun karakter
c. Pemersatu Bangsa Pancasila
Makna Tiap Sila Pancasila
Sila Pertama : nilai Ketuhanan menunjukkan bahwa Tuhan menjadi pedoman yang utama bagi setiap manusia dalam menjalankan kehidupan
Sila Kedua: makna nya mengajarkan mengenai nilai kemanusiaan yang adil dan beradab yang diterapkan dengan mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama dan lain-lain
Sila Ketiga: sila ini menunjukkan bahwa perbedaan bukan menjadi halangan atau masalah untuk mewujudkan suatu kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera.
Sila Keempat: Sila ini juga mengajarkan dalam menyelesaikan setiap masalah dan konflik di masyarakat tidak boleh dengan tindakan kekerasan atau sewenang-wenang.
Sila Kelima: dimana keadilan sosial berhak didapatkan oleh setiap masyarakat tanpa melihat status maupun kedudukannya.

14. b
Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Teori kebenaran Pancasila menghendaki bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik.
1. Teori Koherensi
Dimana pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Pancasila dasar filsafat negara merupakan satu kesatuan, tersusun atas berbagai bagian, tetapi bagian itu tidak saling bertentangan. Setiap bagian Pancasila merupakan bagian yang mutlak, jika dihilangkan satu bagian saja hilanglah kedudukan dan fungsinya. Selain itu, setiap sila Pancasila di dalamnya mengandung sila yang lainnya.
2. Teori korespondensi
Dimana satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Sistem filsafat Pancasila dinyatakan sebagai jiwa bangsa Indonesia, berkepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa dan pedoman hidup bangsa.
3. Teori pragmatic
Menurut teori ini, nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak. Teori ini tercermin dalam Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filsafat Pancasila berfungsi secara praktis.

Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya. Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.

Pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman.
Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Kedua, bahwa setiap ilmu yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri.
Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan ilmu di Indonesia.
Keempat, bahwa setiap pengembangan ilmu harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu (mempribumian ilmu)