Kiriman dibuat oleh Yunita Rahmalia 2211011043

Nama: Yunita Rahmalia
Npm: 2211011043
Kelas: Manajemen A


IPTEK merupakan hasil karya manusia yang pada dasarnya dipergunakan untuk membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari. IPTEK itu mempunyai dampak positif maupun negatif tergantung bagaimana seseorang memanfaatkannya. Dalam perkembangan IPTEK, nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan hal penting sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat indonesia. Kemudian sila-sila dalam pancasila juga menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK, diantaranya:
1) Sila Ketuhanan yang Maha Esa, berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia di sekitarnya atau tidak.
2) Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, memberikan dasar moralitas bahwa manusia dalam pengembangan iptek harus bersikap beradab karena iptek sendiri merupakan hasil budaya dari manusia yang beradab dan bermoral.
3) Sila Persatuan Indonesia, dalam pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keseluruhan bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4) Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, mendasari pengembangan iptek secara demokratis artinya setiap orang itu harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK, menghormati dan menghargai kebebasan orang lain, serta memiliki sikap terbuka untuk dikritik.
5) Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan tuhannya, manusia dengan manusia, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama: Yunita Rahmalia
NPM: 2211011043
Kelas: Manajemen A


A. Dalam kancah perpolitikan, etika politik tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan dan sistemnya tetapi juga kehidupan manusia. Etika politik menjadi tantangan bagi para politikus dan pejabat negara karena etika politik berfungsi sebagai kontrol agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan.
Etika politik berkaitan erat dengan sikap, nilai dan moral yang sejatinya hanya dimiliki oleh manusia sebagai makhluk yang beradab dan berbudaya. Sebuah penyimpangan etika politik dapat dijumpai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam praktik politik praktis. Hal tersebut dapat dilihat dari realitas politik saat ini di mana politik menjadi lahan perebutan kekuasaan dan kepentingan sehingga banyak orang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya masing-masing. Banyak elite politik yang tidak menyadari bahwa sikap atau tindakannya bertentangan dengan norma dan etika politik, baik secara normatif maupun secara regulasi. Pejabat negara atau politikus yang seharusnya bisa menjadi teladan bagi masyarakat justru terjebak pada pragmatisme yang merusak etika politik mereka, seperti transaksi politik atau politik uang yang dilakukan saat pemilu, suap dan korupsi. Dapat disimpulkan, bahwa sistem etika perilaku saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila terutama pada nilai kemanusiaan

Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Etika_politik#:~:text=Etika%20politik%20adalah%20praktik%20pemberian,baik%20dan%20buruk%20sikap%20perbuatan

B. Etika generasi muda disekitar tempat tinggal saya belum mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Hilangnya etika generasi muda saat ini yaitu ketidakpedulian terhadap etika sosial dan agama. Seperti misalnya, saat melewati orang yang lebih tua, mereka acuh dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan permisi atau kata sapaan lainnya. Selain itu, mereka melakukan hal-hal yang dilarang oleh hukum atau agama seperti meminum minuman keras serta pergaulan bebas.

Solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi:
1. Pengawasan dan perhatian orang tua
2. Memberikan pendidikan karakter pada anak sejak dini
3. Penegakan hukum atas pelaku kejahatan
4. Meningkatkan pendidikan moral dan agama

Sumber: https://www.websitependidikan.com/2018/06/pengertian-dan-contoh-dekadensi-moral-serta-cara-mengatasinya.html?m=1
Nama: Yunita Rahmalia
Npm: 2211011043

Dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap manusia sangat diperlukan memiliki yang namanya etika agar dapat menjalankan kehidupan dengan baik yang nantinya akan diwariskan ke generasi berikutnya. Etika Pancasila berperan penting dalam mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagaimana dijabarkan dalam sila-sila Pancasila. Dalam sila ketuhanan, terkandung nilai spiritualitas dimana manusia mendekati diri kepada sang pencipta. Sila kemanusiaan, mengandung nilai humanus yaitu upaya meningkatkan kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama. Sila persatuan, mengandung nilai solidaritas, rasa kebersamaan dan cinta tanah air. Sila kerakyatan, mengandung nilai sikap menghargai. Sila keadilan, mengandung nilai mau peduli atas nasib orang lain dan kesadaran membantu.
Dari kelima sila tersebut kita dapat mengetahui etika Pancasila sangat penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tanpa adanya etika, hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi seperti contohnya tindakan korupsi, aksi terorisme, dan pelanggaran hak asasi manusia.
Selain itu, urgensi Pancasila sebagai sistem etika menempatkan Pancasila sebagai sumber moral dalam mengambil keputusan, sikap, dan tindakan. Menjadi pedoman bagi setiap warga dalam tata pergaulan, serta dapat menjadi dasar analisis kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat negara kebangsaan yang berjiwa Pancasila.