Nama: Dinda Rara Arum
Npm : 2211011103
Kelas : S 1 Manajemen A
Analisis Video
Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK Ilmu Pengetahuan dan Teknologi diciptakan oleh tangan manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. Pancasila pada dasarnya merupakan rumusan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila penting bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK 1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini, iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan dan diciptakan, tetapi juga mempertimbangkan tujuan dan akibat apakah merugikan orang-orang di sekitarnya atau tidak.
2. Sila Kemanusaiaan yang adil dan beradab Mengusulkan dasar-dasar etika, bahwa manusia harus beradab dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, karena Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah hasil dari budaya dan etika manusia yang beradab.
3. Sila Persatuan Indonesia Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme kemanusiaan dalam sila-sila yang lain. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa, dan keluhuran bangsa sebagai bagian dari kemanusiaan.
4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demokratis berarti setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, menghormati dan menghargai kebebasan orang lain, serta melakukan pendekatan kritik, tinjauan dan perbandingan dengan konsep lain.
5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Pelengkap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, yaitu keseimbangan keadilan terhadap diri sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa, manusia terhadap manusia, manusia terhadap masyarakat, bangsa dan negara, dan manusia terhadap lingkungannya.
Npm : 2211011103
Kelas : S 1 Manajemen A
Analisis Video
Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK Ilmu Pengetahuan dan Teknologi diciptakan oleh tangan manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. Pancasila pada dasarnya merupakan rumusan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila penting bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK 1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini, iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan dan diciptakan, tetapi juga mempertimbangkan tujuan dan akibat apakah merugikan orang-orang di sekitarnya atau tidak.
2. Sila Kemanusaiaan yang adil dan beradab Mengusulkan dasar-dasar etika, bahwa manusia harus beradab dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, karena Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah hasil dari budaya dan etika manusia yang beradab.
3. Sila Persatuan Indonesia Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme kemanusiaan dalam sila-sila yang lain. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa, dan keluhuran bangsa sebagai bagian dari kemanusiaan.
4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demokratis berarti setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, menghormati dan menghargai kebebasan orang lain, serta melakukan pendekatan kritik, tinjauan dan perbandingan dengan konsep lain.
5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Pelengkap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, yaitu keseimbangan keadilan terhadap diri sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa, manusia terhadap manusia, manusia terhadap masyarakat, bangsa dan negara, dan manusia terhadap lingkungannya.