Kiriman dibuat oleh Tribuana Ningrum_2211011039

Tribuana Ningrum
2211011039
Manajemen A
Analisis Jurnal

Mahasiswa sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek, dan berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan Negara. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.

Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Saat ini, segala aspek kehidupan telah mampu berkembang dengan pesatnya, perkembangan tersebut beriringan pula dengan perkembangan pendidikan dari yang tradisional menjadi modern, secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat menuju kearah globalisasi. Kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya.

Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya dalam aspek pendidikan. jika dikaitkan dengan ideologi yang dianut Indonesia yakni pancasila. Melihat kenyataan dalam masyarakat terutama pada kalangan mahasiswa, sebenarnya bukan pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi melainkan masyarakat itu sendiri.

Memberi pengaruh baik atau buruk terhadap pancasila tergantung bagaimana masyarakat sebagai penganut ideologi pancasila menyikapi perkembangan teknologi informasi tersebut. Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

Oleh karena itu, perlu adanya pemulihan kembali kesadaran kolektif bangsa tentang posisi vital dan urgensi Pancasila dalam kehidupan masyarakat terutama mahasiswa melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila. Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideology dan dasar Negara Republik Indonesia.
Tribuana Ningrum
2211011039
Manajemen A
Analisis Vidio

IPTEK diciptakan dan digunakan manusia pada saat ini. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk Kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif.
Perkembangan IPTEK harus berpedoman pada Pancasila yaitu:

1. mengimplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, Keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.

2. memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab Karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.

3. mengimplementasikan universal dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.

4. mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.

5. mengimplementasikan pengembangan IPTEK harus lah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Tribuana Ningrum
2211011039
Manajemen A

1. Pembangunan politik hukum melalui Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia harus sesuai dengan Pancasila dan etika politik yang dibangun oleh para elite politik adalah suatu keharusan untuk memberikan sebuah gambaran besar untuk menghadapi persoalan bangsa saat ini.

Pancasila belum menjadi pandangan elite politik saat ini karena Pancasila saat ini hanya sebatas slogan dan belum diterapkan dalam setiap sendi kehidupan. Ditanya soal hafal Pancasila, mayoritas masyarakat masih mampu menyebutkan lima sila Pancasila. Seperti contoh penerapan sila keempat 'kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan', artinya pemerintah harus menjunjung tinggi musyawarah dalam mencari keadilan.
Dalam mencari keadilan, jangan seperti pisau. Ke atas tumpul ke bawah tajam. Rakyat kecil juga harus dibela sesuai dengan hukum. Dan banyak kalangan elite terutama pejabat yang tidak hafal Pancasila, karena implementasi dalam kehidupan nyata.
Sumber : https://online-journal.unja.ac.id/jisip/article/view/8828

2. Etika dalam lingkungan sekitar : Kemerosotan moral atau yang sering kita dengar dengan istilah
‘dekadensi moral’ sekarang ini tidak hanya melanda kalangan dewasa,
melainkan juga telah menimpa kalangan pelajar yang menjadi generasi
penerus bangsa. Orang tua, guru, dan beberapa pihak yang berkecimpung
dalam bidang pendidikan, agama dan sosial banyak mengeluhkan terhadap
perilaku sebagian pelajar yang berperilaku di luar batas kesopanan dan kesusilaan, semisal: mabuk-mabukan, tawuran, penyalahgunaan obat terlarang, pergaulan dan seks bebas, bergaya hidup hedonis di Barat, dan sebagainya.

Cara mengatasinya :
Pertama, dengan mempelajari kawasan nilai-nilai sentral seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional yang dirumuskan dalam GBHN dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, maka pendidikan moral di Indonesia bertujuan untuk menanamkan seperangkat nilai-nilai yang menjadi ciri manusia Indonesia seutuhnya yang menyelaraskan nilai-nilai agama dan kebudayaan.
Kedua, pendidikan moral adalah suatu program (sekolah dan luar
sekolah) yang mengorganisasikan dan menyederhanakan sumber moral serta
disajikan dengan memerhatikan pertimbangan psikologis untuk tujuan
pendidikan.
Ketiga, walaupun isi pendidikan moral Pancasila pada dasarnya bersumber dan bertujuan untuk menumbuhkan public culture, tetapi materi
tersebut tidak dapat dilepaskan dan erat hubungannya dengan upaya
meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/69187-ID-dekadensi-moral-di-kalangan-pelajar-revi.pdf