Kiriman dibuat oleh Rizki Eka Ariyanti

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Rizki Eka Ariyanti -
Nama : Rizki Eka Ariyanti
Npm : 2211011037
Kelas : Manajemen A

Analisis Video

Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

IPTEK merupakan hasil karya manusia yang dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya.
IPTEK tersebut memberikan dampak positif maupun negatif kepada masyarakat tergantung bagaimana masyarakat menghadapi perkembangan teknologi tersebut.

Pada dasarnya Pancasila merupakan hal penting dalam menghadapi perkembangan IPTEK ini. Karena dengan adanya Pancasila kita dapat menggunakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai rumusan dan pedoman kehidupan dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini.

Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang diketahui, dibuktikan dan diciptakan tetapi IPTEK juga harus mempertimbangkan maksud dan dampak yang diperoleh masyarakat.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Pada sila ini memberikan dasar-dasar moralitas yaitu bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.

3. Persatuan Indonesia
Sila ini mengkomplementasikan universitas dan internasionalitas (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya juga dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa dan keluhuran bangsa sebagai umat manusia di dunia.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Sila ini mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan dalam mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap terbuka untuk dikritik, dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan lainnya.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila ini mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat berbangsa dan bernegara, serta manusia dengan alam lingkungannya.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Rizki Eka Ariyanti -
Nama : Rizki Eka Ariyanti
Npm : 2211011037
Kelas : Manajemen A
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Dosen pengampu : Pak Roy Kembar Habibi

Analisis Jurnal

Jurnal yang berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Pancasila melalui Kontrol Sosial oleh Media Massa untuk Menekan Kejahatan
Di Indonesia"
ditulis oleh Ariesta Wibisono Anditya
Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas Jenderal Achmad

Globalisasi merupakan situasi
dan kondisi kehidupan intenasional yang seolah tanpa batas, sehingga kehidupan manusia berubah, besar
kemungkinan untuk menjadikan manusia individualistik.
Dampak negatif yang dapat timbul dari globalisasi adalah makin kuatnya persaingan di pasaran intenasional, karena adanya liberalisasi pandangan dan investasi, munculnya pengelompokan antara-negara yang cenderung meningkatkan profesionalisme dan diskriminasi pasar.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut.

Berdasarkan perumusan fungsi
pers atau media massa dalam Undang-Undang Pers dapat diketahui bahwa fungsi dari pers atau media massa adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Pemanfaatan media massa dalam penanggulangan tindak pidana korupsi contohnya, fungsi media massa di sini terutama sebagai media informasi dan kontrol sosial.

Media massa berdasarkan tinjauan pustaka oleh penulis, hanya memberikan pemuas informasi kepada masyarakat, artinya, masyarakat hanya terpuaskan keingintahuannya saja
mengenai berita hukum melalui sajian gambar maupun suara tanpa terdorong pembentukan kepribadiannya.
Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Rizki Eka Ariyanti -
Nama : Rizki Eka Ariyanti
Npm : 2211011037
Kelas : Manajemen A

Analisis soal 2

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawaban :
Etika merupakan  hal yang sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, karena dengan memiliki etika maka kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan baik sebagai masyarakat yang mempunyai  perilaku yang  baik, kebiasaan hidup yang baik ini dianut dan diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain. Dalam artian ini, etika sama maknanya dengan moral.

Indonesia memiliki sistem etika politik dan pemerintahan yang diatur di dalam perundangan, secara khusus ada juga aturan yang menegaskan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada publik, seorang pejabat negara harus siap mundur dari jabatannya apabila merasa dirinya telah melanggar kaidah dan sistem nilai, ataupun dianggap tidak mampu memenuhi amanah masyarakat, bangsa, dan negara.

Pancasila sebagai dasar negara merupakan etika bagi bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan nilai-nilai etika yang dapat kita temukan dalam Pancasila dimanifestasikan dalam bentuk tatanan seperti berikut:
- Tatanan bermasyarakat memiliki nilai-nilai dasar seperti pelarangan akan eksploitasi sesama manusia. Semua orang wajib untuk berperikemanusiaan dan juga berkeadilan sosial.
- Tatanan bernegara memiliki nilai-nilai dasar merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur.
- Tatanan luar negeri memiliki nilai ketertiban dunia, perdamaian abadi, kemerdekaan, dan keadilan sosial.
- Tatanan pemerintah daerah dengan nilai-nilai permusyawaratan yang mengakui asal-usul atau latar belakang keistimewaan daerah.
- Tatanan hidup beragama dengan kebebasan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.
- Tatanan bela negara, hak dan kewajiban warga negara untuk membela negara.
- Tatanan pendidikan, dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.
- Tatanan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat.
- Tatanan hukum dan keikutsertaan dalam pemerintahan, dan
- Tatanan kesejahteraan sosial dengan nilai dasar kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Sumber :
Written by Frans Hendra Winarta
Published on Koran Seputar Indonesia (https://www.franswinarta.com/news/kurangnya-etika-politik-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/)
https://voi.id/berita/46327/etika-politik-pancasila-nilai-nilai-dan-contoh-penerapannya


B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Jawaban :
Sistem demokrasi di era globalisasi seperti yang sekarang ini, menimbulkan banyak perubahan yang mempengaruhi nilai-nilai etika (moral) yang sudah berlaku di kalangan masyarakat selama ini. Selain etika, globalisasi juga berpengruh dalam segala aspek kehidupan yang sudah ada, seperti halnya dalam perkembangan kebudayaan, pola pikir masyarakat, teknologi, serta pendidikan.

Hilangnya nilai-nilai etika dalam masyarakat yang tercermin didalam pancasila salah satunya adalah ketidak pedulian etika sosial dan keagamaan. Contoh saja di zaman sekarang banyak sekali dikalangan, pemuda, siswa, bahkan mahasiswa yang kurang beretika, bahkan bisa dikatakan tidak memiliki etika dalam bermasyarakat dan bersosialisasi. Hal tersebut akan membawa dampak buruk dimasa yang akan datang. Mengingat bahwa generasi muda yang akan membawa sebuah perubahan di masa yang akan datang.
Beberapa faktor yang menyababkan para pemuda di zaman sekarang kurang dalam beretika :
1. Kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak.
2. Berkembangnya teknologi yang sanagat pesat membuat pola pikir para pemuda di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya.
3. Lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatiakan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus ooangtuanya.
4. Kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi kekurangan etika (moral) dikalangan para pemuda :
1. Orang tua memiliki peran sangat penting dalam hal ini. Jadi, orang tua harus lebih memperhatikan serta mengontrol perilaku anak dalam bertingkah laku dimasayakat. misalanya dengan menanamkan pengertian tehadap anak tentang pentingnya berparilaku etis, serta memberikan pengertian tentang apa saja manfaat serta dampak negatif jika tidak melalukan perilaku yang etis.
2. Menggunakan dengan bijak perkembangan teknologi yang sekarang ini menglami kemajuan yang sangat pesat.
3. Menempatkan anak pada lingkungan yang baik dan benar, sehingga akan membentuk kepribadian anak menjadi baik pula. Karena lingkungan memiliki pengaruh yang cepat dalam pembentukan karakter seorang anak.
4. Menanamkan pada jiwa seorang anak tentang nilai-nilai agama dan mendoronya agar selalu berparilaku sesuai dengan apa yang sudah terdapat pada nilai-nilai agama tersebut.

Sumber :
Artikel "Meredupnya Etika di Kalangan Para Pemuda"
Author by Helmi SupriyatnoPosted on 03/11/2019
Oleh: Linda Arifatul Ulya
Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
https://www.harianbhirawa.co.id/meredupnya-etika-di-kalangan-para-pemuda/