NPM: 2211011001
NPM: 2211011001
Meydina Eka Cahyani
2211011001
A. Etika pada umumnya dimengerti sebagai pemikiran filosofis mengenai segala sesuatu yang dianggap baik atau buruk dalam perilaku manusia. Sedangkan hukum negara yakni hukum yang menjadi pijakan beberapa cabang pemerintahan dan yang harus mereka patuhi dalam menjalankan kekuasaan. Etika Pancasila adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari sila-sila Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Oleh karena itu, dalam etika Pancasila terkandung nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Peran sentral terhadap cita demokrasi yang beriringan dengan cita nomokrasi adalah suatu keniscayaan. Pembangunan politik hukum melalui Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia harus sesuai dengan Pancasila dan etika politik yang dibangun oleh para elite politik adalah suatu keharusan untuk memberikan sebuah gambaran besar untuk menghadapi persoalan bangsa saat ini.
Hartati, Firmansyah Putra. “Etika Politik Dalam Politik Hukum Di Indonesia (Pancasila Sebagai Suatu Sistem Etika)”. https://online-journal.unja.ac.id/jisip/article/view/8828 3.1 (2019): 1.
Menurut saya, sistem etika politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Jika menyoroti secara khusus terkait etika politik dan pemerintahan di kalangan elite politisi dan pejabat negara di Indonesia, nilai-nilai tradisional Indonesia yang tertanam tidak nampak terlihat pada diri mereka.
Jika kita menyalakan televisi, ada sebuah kasus hukum yang terjadi akhir-akhir ini yang menjerat seorang pejabat negara. Yang bersangkutan seharusnya mengikuti proses hukum yang berlaku, namun pada faktanya dirinya tidak menunjukan sikap kepatuhan tersebut. Padahal dalam prosesnya, penegakan hukum harus dilaksanakan tanpa pilih-pilih sesuai sila ke-5.
B. Kalangan remaja sangat rentan mengalami dekadansi moral. Salah satu faktornya adalah media informasi, mulai dari televisi, internet, dsb. Budaya-budaya lokal saat ini sudah mulai luntur bahkan remaja saat ini tidak tahu budaya bangsanya sendiri. Contohnya, generasi muda yang mengikuti budaya korea karena K-Pop.
Generasi muda Indonesia saat ini tidak mencerminkan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia.
Solusi
-menghindari salah pergaulan;
- peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang;
-memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan;
-mampumemanfaatkan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebaik-baiknya.
Fatichatul, Maghfiro. “Dekadensi Moral dan Strategi untuk Menanggulangi Dekadensi Moral”. https://sumbar.kemenag.go.id/v2/post/23937/tips-mengatasi-kerusakan-moral%C2%A0khususnya-para-remaja-islam.html (2019).