Kiriman dibuat oleh Dinda Agustin Catur Wulan Putri

Nama: Dinda Agustin Catur Wulan Putri
NPM: 2211011040
S1 Manajemen
MKU Pendidikan Pancasila A
Analisis jurnal Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Terdapat pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap bagimana mahasiswa menyikapi perkembangan IPTEK. Mahasiswa perlu memiliki sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, perlu mempunyai toleransi yang tinggi akan adanya perbedaan ras dan agama dan perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang pendidikan Pancasila. Untuk itu Pendidikan Pancasila penting dalam kehidupan bermasyarakat dan harus ditetapkan sejak dini. Kemajuan teknologi saat ini harus digunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Perkembangan Iptek yang ada dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar, untuk bertransaksi dan berbisnis dalam bidang bidang perdagangan. Sebagai mahasiswa juga kita harus bisa menyaring informasi yang beredar di internet. Kita juga harus bijak dalam bertutur kata Ketika sedang berselancar dan mencari informasi di internet. Dengan kita bijak dalam menggunakan perkembangan IPTEK yang cepat kita dapat menjaga kepribadian bangsa, kita juga menyaring informasi yang ada sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Justru karena perkembangan IPTEK kita diharapkan bisa membantu membangun pembangunan dan perkembangan negara.
Nama: Dinda Agustin Catur Wulan Putri
NPM: 2211011040
S1 Manajemen
MKU Pendidikan Pancasila

Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK
IPTEK adalah karya manusia yang digunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupan. Pemanfaatan IPTEK memiliki dampak positif maupun negatif. Pancasila merupakan pedoman kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai Pancasila penting dalam perkembangan IPTEK yang sangat cepat ini.
1. Sila Ketuhanan yang Maha Esa yang berarti bahwa IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan tetapi juga mempertimbangkan akibatnya, apakah merugikan atau tidak.
2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang berarti bahwa memberikan moralitas dalam perkembangan IPTEK karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia yaitu pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme dan kebesaran bangsa.
4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaran Perwakilan yang mendasari perkembangan IPTEK secara demokratis. artinya setiap ilmuah mendapatkan kebebasan dalam mengembangkan IPTEK.
5. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang mengimplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan. seperti hubungan antara manusia dengan tuhan, manusia dengan masyarakat, dan manusia dengan bangsa dan negara.
Nama: Dinda Agustin Catur Wulan Putri
NPM: 2211011040
media masa menjadi pendukung kebijakan hukum pidana yaitu memberikan pencegahan kejahatan. pencegahan di media masa disarankan, hal ini karena penyebaran melalui media masa sangat luas. namun harus disertai pengamalan nilai-nilai pancasila dan kesadaran diri penduduk Indonesia. namun pada kenyataannya pengamalan nilai-nilai pancasila dalam media masa belum terlaksana. hal ini diketahui dari masi maraknya berita hoax atau bohong dan media masa yang hanya memuat berita sebagai informasi saja tanpa menanamkan nilai-nilai Pancasila.
Nama: Dinda Agustin Catur Wulan Putri
NPM: 2211011040
S1 Manajemen
MKU Pendidikan Pancasila A

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawaban:
A. Etika politik merupakan sarana yang membahas hukum dan kekuasaan negara. Fungsinya terlihat pada penyediaan alat-alat teoretis untuk mempertanyakan serta menjelaskan legitimasi politik secara bertanggung jawab. Hal itu dilakukan agar pembahasan masalah-masalah ideologis dapat dijalankan secara objektif. Sila yang terakhir dari Pancasila mengungkapkan, bahwa Indonesia adalah negara hukum, sehingga penyelenggaraan segala kebijakan, kekuasaan, kewenangan, serta pembagian harus berdasarkan hukum yang berlaku. Pelaksanaan etika politik di Indonesia masih kurang, seperti di bidang pendidikan, politik, serta moral. Seharusnya masyarakat dan pemerintah Indonesia mendapatkan pendidikan kewarganegaraan dan nasionalisme secara teoretik dan dinamis. Artinya, selain mendapatkan ilmu melalui pendidikan formal dan nonformal, semua rakyat Indonesia harus mengimplementasikan ilmu tersebut melalui tindakan konkret. Kurangnya komunikasi politik antara pemerintah dan masyarakat, sehingga tidak memenuhi suara rakyat dan interaksi sosiak yang belum sepenuhnya berdasarkan hati nurani.

Kesimpulan saya: memang betul bahwa etika politik di Indonesia masih kurang dan belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini dilihat dari kurangnya rasa percaya rakyat Indonesia terhadap pemerintah dan sedikit sekali keadilan dalam politik Indonesia. Rakyat Indonesia tidak percaya terhadap pemerintah karena beberapa hal sepertii lalainya pemerintah Indonesia dalam menangani suatu kasus.

Sumber: https://scholar.archive.org/work/azxedaphkjchfpxlw6dpijmyvq/access/wayback/https://ojs.uph.edu/index.php/LR/article/download/2549/pdf_1

B. Bangsa Indonesia sebagai negara tidak bisa menghindari tantangan
globalisasi, tetapi dengan berpegang pada Pancasila sebagai panduannya prinsip,
Indonesia akan dapat mempertahankan identitas dan eksistensinya. Dengan memperkuat
moralitas dan etika melalui pendidikan Pancasila, generasi muda Indonesia Indonesia
akan lebih siap menghadapi globalisasi dan mempertahankan identitas Indonesia
pada saat yang bersamaan. Nilai kebudayaan yang menjadi karakteristik bangsa Indonesia, seperti gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam masyarakat menjadi keistimewaan dasar yang dapat menjadikan individu-individu masyarakat Indonesia untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. Tapi karakteristik masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang ramah dan sopan santun kini mulai pudar sejak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidakbisa diseleksi dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Maka, dalam hal inipemerintah memiliki
peranan penting untuk mempertahankan nilai-nilaikebudayaan Indonesia dalam
kehidupan masyarakatnya. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mempertahankan kebudayaan Indonesia agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan asing yang bersifat negatif, 1) Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dan kebudayaan dalam negeri. 2) Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya. 3) Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya. 4) Selektif terhadap kebudayaan asing yang masuk ke
Indonesia. 5) Memperkuat dan mempertahankan jatidiri bangsa agar tidak luntur.
Dengan begitu masayarakat dapat bertindak bijaksana dalam menentukan sikap agar
jatidiri serta kepribadian bangsa tidak luntur karena adanya budaya asing yang masuk
ke Indonesia khususnya.

Pendapat saya: Etika generasi muda yang ada disekitar saya masih ada yang mencerminkan etika dan nilai yang ada di Indonesia. Kenapa saya bilang masih ada, hal tersebut dikarenakan beberapa generasi muda dilingkungan saya lupa bahwa kita mempunyai etika yang harus dianut. Lalu solusi dari dekadensi moral menurut saya yang terpenting berasal dari orang tua dan harus ditanamkan sedari kecil. Orang tua dan lingkungan yang baik dan menjelaskan bagaimana etika tersebut kepada anak-anak mereka akan melahirkan generasi muda yang sesuai dengan etika di Indonesia. Kita juga harus bisa menanamkan kesadaran etika tersebut ke dalam anak-anak dan generasi muda bahwa etika itu penting.

Sumber: http://jurnal.unw.ac.id:1254/index.php/AIJ/article/view/139