Nama : Jefri Raihan Akbar
NPM : 2217051133
Kelas. : D
fenomena yang sering terjadi dalam sistem demokrasi, yaitu adanya perdebatan, kontroversi, dan konflik dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini membuat demokrasi sering dianggap "gaduh" atau berisik oleh sebagian orang.
Namun, meskipun demokrasi dihadapkan dengan tantangan dan perdebatan yang kompleks, fenomena ini justru menjadi salah satu alasan mengapa sistem demokrasi tetap bertahan dan dianut oleh banyak negara. Dalam demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk berbicara, menyuarakan pendapat, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan politik. Oleh karena itu, perdebatan dan konflik dalam sistem demokrasi sebenarnya merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan yang inklusif dan partisipatif.
Selain itu, demokrasi juga memberikan mekanisme pemilihan dan penggantian pemimpin secara berkala melalui pemilu. Hal ini memungkinkan perubahan kepemimpinan tanpa perlu menghadapi kekerasan atau revolusi. Proses pemilihan yang adil dan bebas adalah salah satu prinsip dasar dalam demokrasi, yang memberikan legitimasi kepada pemerintahan yang berkuasa.
Di samping itu, demokrasi juga memiliki sistem pembagian kekuasaan (checks and balances) antara cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Hal ini dapat mencegah konsentrasi kekuasaan pada satu pihak atau individu, sehingga mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan melindungi hak-hak individu.
Kendati demokrasi seringkali menghadapi tantangan, termasuk konflik dan perdebatan, sistem ini tetap bertahan dan dianut oleh banyak negara karena mampu memberikan mekanisme partisipatif bagi warga negara, menghindari kekerasan dalam pergantian kepemimpinan, dan memastikan pembagian kekuasaan yang seimbang. Oleh karena itu, meskipun "gaduh", demokrasi tetap dianggap sebagai sistem politik yang memberikan keuntungan yang bernilai bagi banyak negara di dunia.