Posts made by Nadya Maharani

NAMA : NADYA MAHARANI
NPM : 2217051095
KELAS : D

Jurnal tersebut membahas tentang masalah dalam pembangunan demokrasi di Indonesia, terkait dengan pilpres tahun 2019. Meskipun pilpres tersebut telah berlangsung, namun konsolidasi demokrasi masih belum terwujud secara efektif. Beberapa pilar penting dari demokrasi masih belum memadai dalam memperkuat konsolidasi demokrasi di Indonesia.

Salah satu contoh nyata dari ketidak efektifan konsolidasi demokrasi adalah terjadinya kerusuhan sosial setelah pengumuman hasil rekapitulasi pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu, salah satu kandidat juga menolak hasil pemilu, yang menunjukkan adanya ketidakpercayaan pada sistem demokrasi di Indonesia.

Politik identitas juga menjadi masalah yang memengaruhi pilpres, di mana hal ini dapat memecah belah masyarakat dan mempengaruhi hasil pilpres. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi politisasi identitas dan memperkuat pemerintahan yang efektif, yang mampu membangun kepercayaan publik.

Saat ini, Mahkamah Konstitusi menjadi penentu akhir hasil pilpres karena dua kandidat mengklaim sebagai pemenang. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada kekurangan dalam sistem pemilu dan penghitungan suara yang dapat memicu ketidakpercayaan pada hasil pemilu. Oleh karena itu, perlu adanya reformasi yang mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pemilu serta perlu adanya upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan monitoring pemilu.
NAMA : NADYA MAHARANI
NPM : 2217051095
KELAS : D

Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memfasilitasi silang pendapat dan ide di negara tersebut. Meskipun demokrasi dapat menyebabkan kegaduhan, tetapi kegaduhan tersebut harus bersifat positif dan dalam kadar yang tepat. Sistem demokrasi pada dasarnya memberikan ruang bagi setiap orang untuk bersuara atau menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, demokrasi kerap disebut sebagai sistem yang berisik.

Sistem demokrasi saat ini banyak dianut oleh negara-negara di dunia, karena memungkinkan kebebasan dirasakan oleh masyarakatnya. Sedangkan sistem autokrasi masih ada di beberapa negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Korea Utara. Churchill pernah mengatakan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang paling buruk di dunia, tetapi tidak ada sistem yang lebih baik dari pada sistem demokrasi.

Namun, di Indonesia saat ini terjadi penurunan demokrasi, terlihat dari rangking demokrasi dunia yang menurun dan kegaduhan yang tidak didengar oleh DPR. Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia sudah sangat turun dan hanya suara pemimpin partai saja yang didengarkan oleh para pejabat. Selain itu, terdapat prediksi bahwa angka golput akan semakin tinggi menyusul tindakan korupsi dan hal lain yang membuat kepercayaan masyarakat menurun terhadap pemerintah.

Demokrasi mempunyai angka korupsi yang lebih rendah, warga negara demokrasi lebih bahagia dan sehat, dan warga negara demokrasi jaminan atas hak asasi manusia. Sejak akhir 1980-an Negara yang menganut demokrasi meningkat pesat. Sebaliknya, semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Namun, demokrasi dapat berakhir apabila masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap pemerintahan yang buruk dan banyak kasus korupsi, kolusi, kriminal, dan nepotisme terjadi. Sehingga, demokrasi harus terus diperjuangkan dan dipertahankan agar dapat memberikan kebebasan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Alasan utamanya negara dan sistem demokrasi nya baik lebih mampu Pertahanan keamanan dan Kemakmuran jangka panjang. Demokrasi juga dipandang sebagai alat paling efektif mewujudkan Kesetaraan mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik. Negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang tinggi. Warga negara demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi. Jika dibandingkan negara demokrasi dengan non-demokrasi, Secara umum negara demokrasi lebih kaya. Mereka punya tingkat perkembangan manusia yang lebih tinggi.