གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Muhammad Hildan Alfaris

Nama : Muhammad Hildan Alfaris
NPM : 2217051077
Kelas A

Setiap negara memiliki ideologi masing-masing sama halnya dengan Indonesia. Indonesia mengangkat pancasila sebagai ideologi bangsa karena merupakan aspek terpenting
dalam membangun bangsa dan Negara yang difungsikan pada praktik kehidupan manusia khusunya bagi bangsa Indonesia, Pancasila juga tidak bisa di intervensi dari sudut pandang
ideologi manapun. Pancasila juga disebut sebagai dasar negara yang dirancang atas kesepakatan bersama agar masyarakat dapat mencari solusi dari suatu masalah.

Pancasila juga digunakan sebagai alat politik dalam menentukan arah kebijakan dan suatu distribusi negara. Dengan sila keempat yang berbunyi "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan" dapat memengaruhi masyarakat dalam suatu proses pemilihan umum. Negara Republik Indonesia juga adalah negara hukum yang berarti seluruh masyarakatnya harus tunduk dengan hukum yang telah diterapkan agar tidak terjadi kericuhan.
Nama : Muhammad Hildan Alfaris
Npm : 2217051077
Kelas : A

Perkembangan Demokrasi di Indonesia antara lain sebagai berikut:

1. Perkembangan Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan yang mana pada masa ini demokrasi sangat terbatas.

2. Perkembangan Demokrasi Parlementer (1945-1959), yang mana masa ini merupakan masa kejayaan demokrasi di Indonesia, karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Namun, Demokrasi parlementer gagal.

3. Perkembangan demokrasi terpimpin (1959-1965) yang mana politik pada masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama, yaitu ABRI, Soekarno, dan PKI.

4. Pekembangan Demokrasi dalam Pemerintahan Orde Baru yang mana pada 3 tahun awal kekuasaan seakan didistribusikan kepada kekuasaan masyarakat. Namun setelah itu dominan peranan abri, birokratisasi, dan sentralisasi mengambil keputusan politik, membatasi peran dan fungsi politik, serta mencampur tangan pemerintah dengan politik, dan publik.

5. Masa Reformasi (1998-Sekarang). demokrasi pancasila yang memiliki beberapa karakteristik,yaitu pemilu jauh lebih baik dari sebelumnya, rotasi kekuatan dilakukan secara merata, rekruitmen politik dilakukan secara terbuka, dan sebagian besar hak dasar terjamin seperti adanya kebebaasan dalam berpendapat.
Nama : Muhammad Hildan Alfaris
NPM : 2217051077
Kelas : A

Untuk memulai demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka, lalu demokrasi juga mengizinkan warga negara ikut serta secara langsung atau melalui perwakilan perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. lalu, menurut analisis saya, Indonesia telah menggulung pemilu 4 kali, lalu pada pemilu ke lima pemilu presiden (pilpres) memiliki konstelasi politik yang lebih menyita perhatian publik.Sebagaimana diketahui, untuk kedua kalinya Joko Widodo dan Prabowo Subianto memperebutkan kursi presiden. Proses demokrasi ini berlangsung dengan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti budaya politik, perilaku aktor dan kekuatan-kekuatan politik. Proses demokrasi tersebut juga berlangsung relatif dinamis, khususnya sejak Pemilu 1999. Juga Demokrasi yang berlangsung di daerah-daerah merupakan landasan utama untuk berkembangnya demokrasi di tingkat nasional.

Pemilu 2019 ialah pemilu kelima pasca Orde Baru dan merupakan pemilu serentak pertama yang melangsungkan pileg dan pilpres secara bersamaan. Hal ini berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, pemilu 2019 juga menjadi test case penguatan sistem presidensial dengan pelembagaan parpol dan koalisi parpol yang telah terukur. Untuk memenuhi hal itu, semua pihak diharuskan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pemilu baik secara prosedural, melainkan juga secara substansial.