Kiriman dibuat oleh Mutiara Cintia Rainy

NAMA : Mutiara Cintia Rainy
NPM : 2217051100
KELAS : A
PRODI : S1 Ilmu Komputer

Bela Negara merupakan sikap dan perilaku warga negara Indonesia yang mencerminkan kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara. Bela Negara tidak mengharuskan kita untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan kita, namun kita dapat melakukannya sebatas kemampuan yang kita miliki. Bela Negara tidak hanya dilakukan dengan menggunakan senjata, tetapi juga dapat dilakukan dengan patuh terhadap himbauan pemerintah dan tidak menyebarkan berita yang tidak benar (hoax). Selain itu, Bela Negara juga harus didukung oleh pengetahuan tentang kewarganegaraan agar kita tidak melakukan kesalahan yang dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Bela Negara didasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta melibatkan seluruh masyarakat dengan keterlibatan berbagai pihak. Langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona, termasuk pembentukan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, himbauan untuk tidak melakukan mudik, dan pentingnya masyarakat berkontribusi dalam upaya bela Negara melalui isolasi mandiri, bantuan kepada yang rentan terkena virus, dan mematuhi himbauan pemerintah.
NAMA : Mutiara Cintia Rainy
NPM : 2217051100
KELAS : A
PRODI : S1 Ilmu Komputer

Ketahanan nasional merujuk pada kemampuan suatu negara untuk melindungi, mempertahankan, dan memperkuat keutuhan nasionalnya dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan, baik dari dalam maupun dari luar. Ini mencakup berbagai aspek seperti pertahanan militer, keamanan dalam negeri, stabilitas politik, ekonomi yang kuat, kemandirian energi, sumber daya manusia yang berkualitas, serta kesatuan dan solidaritas sosial.

Ancaman Langsung: Meliputi serangan militer, invasi, perang, atau agresi dari negara lain atau kelompok bersenjata yang secara langsung mengancam keutuhan negara. Kemudian ada serangan siber yang dilakukan secara langsung untuk menghancurkan atau mencuri data, mengganggu infrastruktur penting, atau merusak sistem komunikasi. Ancaman Tidak Langsung: Meliputi ketidakstabilan politik, korupsi, konflik kepentingan, atau upaya pengaruh politik eksternal yang merongrong integritas dan kestabilan negara. Ancaman Luar: Serangan terorisme yang dilakukan oleh kelompok teroris dari negara asing atau organisasi teroris internasional. Selain itu, serangan siber juga dilakukan oleh negara asing, kelompok peretas internasional, atau badan intelijen eksternal yang bertujuan untuk merusak sistem komputer, mencuri data rahasia, atau melakukan spionase. Ancaman Dalam: Pemberontakan atau ancaman militer dari kelompok bersenjata atau angkatan bersenjata yang tidak setia kepada pemerintah negara.
NAMA : Mutiara Cintia Rainy
NPM : 2217051100
KELAS : A
PRODI : S1 Ilmu Komputer

Wawasan nusantara berasal dari pandangan Indonesia terhadap rakyat, wilayah, dan negara. Ini meliputi politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Tujuannya adalah mencapai nasionalisme yang tinggi dan persepsi yang sama di antara warga negara. Perbedaan pendapat dianggap wajar dan diharapkan menghasilkan masyarakat yang dinamis dan kreatif untuk integrasi yang lebih baik.

Oleh karena itu, wawasan nusantara memainkan peran penting dalam mencapai persepsi yang sama di antara seluruh warga negara Indonesia. Perbedaan persepsi, perbedaan pendapat, dan fraksi antar kelompok dalam konteks sosiologis politis dan demokrasi dianggap sebagai hal yang wajar dan dapat diterima. Sebaliknya, perbedaan tersebut diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang dinamis, kreatif, dan sinergis, sehingga dapat beradaptasi satu sama lain menuju integrasi yang lebih baik.

Gadget telah menjadi sebuah ancaman bagi generasi muda terutama anak-anak. Anak-anak cenderung terpaku pada layar gadget mereka, seperti ponsel cerdas, tablet, dan komputer. Ancaman tersebut terlihat dalam berbagai aspek kehidupan mereka seperti mengganggu konsentrasi, kurang aktif secara fisik dan cenderung mengalami obesitas. Selain itu, gadget juga mengancam kesehatan mental dan perkembangan mereka.

Perkuliahan selama pandemi covid membuat mahasiswa memiliki banyak hikmah. Salah satu hikmah yang dapat ditemukan adalah peningkatan kemampuan teknologi. Mahasiswa terpaksa belajar menggunakan platform pembelajaran online, seperti Zoom atau Google Classroom, yang sebelumnya mungkin belum begitu akrab bagi mereka. Dalam pandemi ini, mahasiswa juga dapat melihat betapa pentingnya belajar fleksibilitas dan adaptabilitas dalam menghadapi situasi yang tidak pasti.