གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nazwa Sophia Nadine Effendi

Nama : Nazwa Sophia Nadine Effendi
NPM : 2217051049
Kelas: A
Prodi: S1 Ilmu Komputer
Pendidikan kewarganegaraan dan bela negara merupakan hal yang sangat penting bagi warga karena mencerminkan cinta dan kesetiaan warga negara kepada negaranya, itu benar penting bagi negara. Bela negara adalah sikap dan perilaku cinta kasih warga negara dan Loyalitas kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 kehidupan berbangsa dan bernegara. Persatuan, gotong royong Dasar Hukum Bela Negara
• tertuang dalam undang undang dasar 1945 tentang upaya bela Negara yaitu:
1. Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 menaytakan bahwa semua warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara.
2. Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 menyatakan bahwa tiap tiap warga Negara berhak dan berkewajiban ikut serta dalam pertahanan dan keamanan Negara.
Negara memiliki hak dan kewajiban untuk berpartisipasi dalam pertahanan dan keamanan negara. Setiap warga negara, sesuai dengan kemampuannya masing-masing, diharapkan dapat berperan dalam mendorong kemajuan bangsa dan negara. Sebagai contoh, peran seorang dokter dalam memberikan bantuan kepada pasien Covid-19 selama pandemi, atau influencer yang menggalang dana untuk kebutuhan medis seperti alat pelindung diri bagi mereka yang tidak mampu mencari nafkah.

Namun, ada banyak pihak yang mempertanyakan kesadaran bela negara selama pandemi ini. Bela negara sebenarnya merupakan bentuk cinta nasionalisme kita terhadap negara, dan seharusnya dimiliki oleh setiap warga negara. Tingginya kesadaran bela negara menunjukkan stabilitas negara dan membuatnya tidak mudah runtuh, terutama di era global saat ini.

Kesadaran bela negara yang tinggi juga berkontribusi pada mengurangi konflik di negara, karena warga negara yang sadar akan bela negara memiliki kepentingan yang tinggi dalam memajukan dan menjaga kemakmuran negara. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada terhadap pertahanan negara agar negara kita dapat maju dan tidak mudah terprovokasi oleh negara lain. Konflik di negara kita mungkin tidak dianggap penting oleh beberapa pihak, tetapi masalah ini berkaitan dengan kerapuhan negara akibat kurangnya kesadaran bela negara, terutama di kalangan generasi muda.

Kesimpulannya, kesadaran bela negara merupakan hal yang penting untuk kemajuan dan keberlangsungan negara. Setiap warga negara memiliki peran dalam membangun dan melindungi negara, sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing.
Nama : Nazwa Sophia Nadine Effendi
NPM : 2217051049
Kelas: A
Prodi: S1 Ilmu Komputer

Ketahanan nasional dapat diartikan sebagai keuletan, keterampilan, ketangguhan dan kemampuan dalam mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang. Banyak sekali ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang ingin menghancurkan ketahanan nasional. Baik itu dilakuakan secara langsung, luar, dalam, dan tidak langsung dari pihak lawan. Pihak - pihak lawan akan menyerang integritas, identitas, kelangsungan hidup, perjuangan mencapai tujuan nasional. Dan jika dilihat dari masalah tersebut hal apa yang harus kita miliki adalah kemampuang mengembangkan kekuatan nasional.
Ancaman unsur TRIGATRA
1. Lokasi & posisi geografis
2. Keadaan & kekayaan alam
3.Kemampuan penduduk.
Ancaman unsur panca:
1. Ideologi
2.Politik
3.ekonomi
4. Soshub
5. Hankam
Semua ancaman di atas yang menyebabkan perpecahan antar keduanya.Dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut, diperlukan suatu perwujudan, yaitu Perwujudan Aspek Alamiah (Trigatra) dan Perwujudan Aspek Sosial (Pancagatra). Berikut poin-poin dari perwujudan tersebut :

Perwujudan Aspek Alamiah (Trigatra)
1. Lokasi dan posisi geografis
2. Peningkatan potensi laut dan darat
3. Sumber daya alam
4. Keadaan dan kemampuan penduduk

Perwujudan Aspek Sosial (Pancagatra)
1. Ideologi
2. Politik
3. Ekonomi
4. Sosial dan budaya
5. Hankam
Gadget menjadi ancaman bagi generasi muda terutama anak-anak. Ancaman ini dapat muncul karena kecenderungan anak-anak yang menggunakan gadget secara berlebihan. Penggunaan gadget secara berlebihan dapat membuat banyak hal negatif terutama pada perkembangan fisik, mental, dan sosial anak-anak. Hal tersebut pasti akan mengganggu tumbuh kembang yang optimal bagi anak-anak. Pengawasan orang tua pada penggunaan gadget anak-anak juga harus ditekankan pasalnya hal ini sangat berkaitan dengan tumbuh kembang anak yang akan menjadi generasi muda bangsa.

Perkuliahan selama pandemi covid membuat mahasiswa memiliki banyak hikmah. Salah satu hikmah dari perkuliahan selama pandemi adalah mendorong mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan yang mandiri dan adaptasi dengan pembelajaran online. Selain itu, jadwal yang fleksibel dalam perkuliahan menjadi hikmah tersendiri bagi mahasiswa dalam hal beradaptasi pada situasi yang tidak pasti. Meskipun banyak sekali ditemukan situasi sulit dalam perkuliahan selama pandemi, mahasiswa juga menemukan banyak hikmah dan manfaat dibaliknya.