Kiriman dibuat oleh Pradya Hening Pertiwi

NAMA : PRADYA HENING PERTIWI
NPM : 2217051005
KELAS : D

Demokrasi merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan secara prinsip komitmen seluruh lapisan masyarakat pada aturan main demokarasi. Sebagai instrumen pendalaman demokrasi, pilpres merupakan upaya penciptaan pemerintahan yang efektif pasca pemilu.
Di dalam pilpres 2019 teradapat hal yang paling menonjol saat masa kampanye diantaranya persoalan berita hoaks, ujaran kebencian, dan isu politisasi agama. Uniknya kedua belah pihak mengklaim paling mewakili suara umat Islam.

Tampaknya banyak sekali masyarakat yang tidak menyadari pemtingnya nilai-nilai budaya sendiri sebagai perisai pertahanan soasial bangsa di mana empat pilar kebangsaan Indonesia(yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika)berasal dari falsafah dan sejarah hidup bangsa.
Ketidaknetralan birokrasi dalam
pemilu bisa berakibat pada lemahnya legitimasi
kinerja pemerintah, penyelenggara pemilu dan
hasilnya. Hal ini tampak sangat kuat.
Salah satunya adalah adanya video viral yang
memperlihatkan dugaan dukungan camat seMakassar kepada paslon Joko Widodo-Ma’ruf
Amin.Politisasi birokrasi makin tampak nyata
dengan dijadikannya menteri-menteri, kepalakepala lembaga, kepala-kepala daerah sebagai
pemenangan paslon dalam pilpres. Artinya,
birokrasi terlibat politik praktis tak hanya di
pusat, tapi juga sampai ke daerah-daerah.

Sebagai pilar penting demokrasi, pemilu diperlukan untuk suksesi kepemimpinan dan mengoreksi kinerja pemerintahan. Pemilu juga mensyaratkan unsur kejujuran, keadilan, transparansi dan akuntabilitas. Prasyarat untuk menciptakan hal tersebut memerlukan prakondisi dan komitmen semua elemen bangsa untuk mematuhi peraturan yang ada. Konsolidasi demokrasi atau proses pendalaman demokrasi akan terhambat ketika
parpol melalui para elitenya dan stakeholders
terkait pemilu menunjukkan perilaku yang tidak
mendorong proses demokrasi
NAMA : PRADYA HENING PERTIWI
NPM : 2217051005
KELAS : D

Jokowi menyatakan terkait situasi pandemi ini dinilai muskil terpenuhi dalam negara demokrasi. Demokrasi itu pasti berising, demokrasi itu pasti berisik
Namun dengan keberisikan itulah bagaimana sistem ini jadi pilihan banyak negara alasan nya krana sistem inilah yang mampu memperthankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Menurut Alex Tan "Warga negara demokrasi lebih bahagia dan sehat dan banyak dan warga negara demokrasi juga menikmati lebih banyak jaminan atas hak asasi manusia"
saat ini demokrasi berada di dalam fase krisis menurut beberapa analisis. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut diantaranya :
1. rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus
2.penurunan jumlah keanggotaan partai politik
3. regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan