Posts made by ABI IHZA RAFI ALFANO

Nama : ABI IHZA RAFI ALFANO
NPM : 2217051114
Kelas : B

Analisis video “TIPS MENULIS ARTIKEL/ JURNAL BAGI PEMULA”

Pengertian Artikel
Artikel adalah sebuah karangan yang membahas tentang tema tertentu, dapat mengenai hasil penelitian atau study perpustakaan. Penulisan artikel ditujukan untuk menyampaikan pikiran penulis terhadap realita, fakta, dan konsep yang ditemui penulis di lapangan. Panjang artikel antara 3.500 hingga 7.000 kata (sudah termasuk abstrak dan daftar pustaka).

Tujuan Penulisan Artikel
a. Untuk menyampaikan gagasan, dan diajukan ke penerbit jurnal;
b. Untuk didiskusikan dalam sebuah pertemuan ilmiah (seminar atua workshop);
c. Untuk laporan hasil suatu penelitian;
d. Untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah;
e. Untuk mengikuti perlombaan.

Langkah-langkah Penulisan Artikel
1. Tentukan tema yang akan ditulis.
f. Cari permasalahan atau keunikan dari tema yang telah dipilih.
g. Tuliskan tujuan penulisan artikel.
h. Rumuskan beberapa ide pokok artikel dalam bentuk rumusan masalah.
i. Cari referensi dari jurnal-jurnal mutakhir, maksimal 5 tahun terakhir.
j. Kuatkan pengembangan tema dengan referensi dan data lapangan yang akurat.
k. Lakukan analisis terhadap data lapangan dan referensi yang Anda tuliskan.
l. Buatlah kesimpulan dari artikel yang Anda tuliskan.

Sistematika Penulisan Artikel Ilmiah
1.Identitas Artikel dan Penulis
Berisi Judul (5 s.d 12 kata) yang menarik dan atraktif, nama penulis tanpa gelar akademis, afiliasi atau lambaga penulis, alamat Email.

2.Abstrak dan kata kunci
Memuat seluruh inti permasalahan, urgensi penulisan artikel, metode pemecahan masalah, hasil temuan, dan kesimpulan. Menggunakan bahasa yang singkat, padat dan to the point dengan panjang antara 100-200 kata. Kata kunci terdiri dari 3 s.d 5 kata atau frasa.

3.Pendahuluan
Mencakup latar belakang, kajian literatur terdahulu yang relevan dengan tema dalam bentuk deskriptif, permasalahan yang dikemukakan, dan hipotesis. Diakhir pendahuluan dicantumkan tujuan penulisan artikel.

4.Metodologi
Dalam menulis artikel ilmiah, pasti menggunakan metode tertentu dalam mendapatkan data permukaan guna memecahkan permasalahan yang disajikan penulis. Metode yang digunakan mungkin kualitatif, kuantitatif, survei, atau kajian pustaka.

5.Kajian teori
Teori adalah perangkat pernyataan yang saling berkaitan dan disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian, khususnya teori yang terkait dengan tema yang disajikan penulis.Fungsi teori yaitu membantu peneliti dalam menganalisis data untuk membuat ringkasan singkat atau sinopsis, sehingga dapat memberikan saran kepada peneliti selanjutnya untuk mencoba hal yang baru

6.Hasil dan pembahasan
Terdapat hasil temuan data dari lapangan, analisis dan pembahasan terhadap temuan data tersebut. Hasil yang diperoleh harus mampu menjawab pertanyaan dari rumusan masalah serta hipotesis yang telah dituliskan pada bagian pendahuluan.
Secara rinci hasil dan pembahasan artikel beberapa hal berikut :
a. Sistematika penulisan disesuaikan dengan tujuan penulis yang telah disajikan.
b. Pembahasan biasanya dilengkapi dengan tabel atau gambar.
c. Setiap data yang dipaparkan, dianalisis oleh penulis pada bab ini.

7.Penutup (kesimpulan dan saran)
Berisi kesimpulan yang hendaknya mampu menjawab hipotesis masalah yang telah disajikan penulis, kesimpulan tidak boleh mengulang redaksi pada bagian hasil dan pembahasan. Sehingga, kesimpulan berisi ringkasan hasil temuan penulis yang mampu menjawab hipotesis penelitian. Kemudian dilanjutkan dengan menuliskan saran dari penulis.
Kriteria kesimpulan yang baik adalah :
a. Bukan sekeda ringkasan artikel, tetapi jawaban hipotesa yang disajikan.
b. Mencantumkan temuan penting yang dapat ditonjolkan.
c. Mampu meyakinkan pembaca, akan hasil temuan.
d. Hasil temuan dapat dinyatakan secara kuantitatif atau prosentase.

8.Daftar Pustaka
Mencantumkan referensi dari sumber-sumber primer, yaitu jurnal ilmiah dan buku yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir, setiap artikel setidaknya berisi 10 daftar pustaka acuan.
Nama: ABI IHZA RAFI ALFANO
NPM: 2217051114
Kelas: B

Berdasarkan video yang berjudul “Supremasi Hukum” oleh Dr. Didin Widyartono, M. Pd. pada bagian 1. Dengan momentum yang memuncak seiring dengan masa reformasi, demokrasi dan demokratisasi memberikan permasalahan yang tidak dapat di atasi dengan hukum masa lalu di bawah kekuasaan yang otoriter dan sentralistik. Lembaga negara baik legislatif, eksekutif, dan yudikatif semua diberikan tantangan yang sama.

Akibat hilangnya nilai Bhineka Tuggal Ika pada masa lalu membuat Prularisme dalam berhukum muncul sebagai tantangan. Untuk mensejahterakan masyarakat peranan Hukum harus dijadikan pedoman dalam perekonomian untuk menarik para investor. Dengan perekonomian yang baik kesejahteran masyarakat dapat meningkat serta mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan.
Nama : Abi Ihza Rafi Alfano
Npm : 2217051114
Kelas : B


Dalam video YouTube yang berjudul "Demokrasi Itu Gaduh, tapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara?" oleh Narasi Newsroom, terdapat beberapa tema utama yang diangkat. Video ini membahas tentang konsep demokrasi, sejarah demokrasi, kelebihan dan kelemahan demokrasi, serta tantangan yang dihadapi oleh negara-negara yang menganut demokrasi.

Pertama-tama, video ini membahas tentang konsep demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat. Video ini juga membahas sejarah demokrasi dan bagaimana konsep ini ditemukan oleh bangsa Yunani kuno. Selanjutnya, video ini membahas kelebihan dan kelemahan demokrasi. Beberapa kelebihan yang disebutkan dalam video ini antara lain adanya kebebasan berpendapat dan pers yang diakui oleh negara, adanya hak untuk memilih pemimpin, serta mampu mendorong kemajuan dan perubahan sosial. Dan untuk kelemahan demokrasi, yaitu mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak penting, biaya kampanye yang mahal, serta ketergantungan pada keputusan mayoritas. Dalam video ini juga membahas tantangan yang dihadapi oleh negara-negara yang menganut demokrasi, seperti adanya upaya untuk membatasi kebebasan berpendapat dan pers, adanya kecenderungan untuk mengabaikan hak minoritas, serta adanya upaya untuk menggagalkan proses pemilihan umum. Video ini juga membahas bagaimana negara-negara tersebut dapat mengatasi tantangan ini melalui upaya-upaya seperti meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses politik, memperkuat lembaga-lembaga demokrasi, serta melindungi hak-hak minoritas.
Nama : Abi Ihza Rafi Afano
NPM : 2217051114
Kelas : B

Dalam artikel tersebut terdapat pembahasan mengenai makna dari Demokrasi, proses Demokrasi, Pemilu Presiden 2019, Pengaruh media massa, dan peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam memastikan integritas pemilu dan memperkuat demokrasi di Indonesia.
Demokrasi bermakna "Pemerintahan n dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat". Dalam mewujudkan makna tersebut diperlukan proses panjang dan tahapan-tahapan yang penting yang harus dilalui, seperti proses konsolidasi demokrasi yang Whitehead (1989), konsolidasi demokrasi merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan secara prinsip komitmen seluruh lapisan masyarakat pada aturan main demokrasi. Partisipasi pemilih dalam pemilu presiden 2019 meningkat dibandingkan dengan pemilu sebelumnya, dan media massa yang memerankan peran penting dalam membentuk persepsi publik tentang isu-isu politik yang rlevan. Dan ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh KPU dan Bawaslu dalam mengawasi dan memastikan integritas pemilu, seperti pelanggaran kampanye yang tidak terdeteksi dan masalah teknis dalam pelaksanaan pemilu. Konsolidasi demokrasi di Indonesia cenderung fluktuatif dan belum berjalan secara regular karena pilar-pilar pentingnya belum berfungsi efektif dan belum maksimal. oleh karena itu, untuk memperkuat demokrasi di Indonesia, perlu dilakukan reformasi dalam sistem pemilu dan pemilihan kepala daerah, memperkuat pengawasan pemilu, serta mempromosikan partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik.