Posts made by Fathiyya Jasmine

Nama : Fathiyya Jasmine
NPM : 2217051026
Kelas : A
Prodi: S1 Ilmu Komputer

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang memiliki ketangguhan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala macam bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun tidak langsung yang mengancam identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Terdapat 2 ancamanan ketahanan nasional, yaitu:
1. Ancaman Unsur Trigatra
- Lokasi dan posisis geografis
- Keadaan dan kekayaan alam
- Kemampuan penduduk

2. Ancaman Unsur Panca Gatra
- Ideologi
- Politik
- Ekonomi
- Sosial budaya
- Pertahanan dan keamanan

Dalam menghadapi ancaman – ancaman tersebut diperlukannya:
1.Perwujudan Aspek Alamiah (Tri Gatra)
a. Lokasi dan posisi geografis: Peningkatan potensi laut dan darat
b. Sumber daya alam: Kesadaran nasional pemanfaatan kekayaan alam
c. Keadaan dan kemampuan penduduk: Pendidikan

2. Perwujudan ideologi, politik, ekonomi, sosial dan hankam
1. Ideologi : Rangkaian nilai mampu menampung aspirasi
2. Politik : Demokrasi (kekuasaan berada di tangan rakyat)
3. Ekonomi : Perkembangan teknologi
4. Sosbud :Mempertahankan tradisi, pendidikan, kepemimpinan
5. Hankam : Partisipasi dan kesadaran masyarakat
Gadget menjadi ancaman bagi generasi muda terutama anak-anak. Hal ini karena gadget telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Meskipun gadget ini memberikan banyak manfaat dan kemudahan, terdapat beberapa alasan mengapa gadget dapat menjadi ancaman bagi generasi muda, terutama anak-anak. Ancaman bagi generasi muda adalah dapat mengakibatkan anak-anak kehilangan keseimbangan dalam aktivitas sehari-hari mereka. Dalam menghadapi ancaman tersebut, penting bagi orang tua untuk mengatur batasan penggunaan gadget dan memberikan pendidikan tentang keamanan online kepada anak-anak.

Perkuliahan selama pandemi covid membuat mahasiswa memiliki banyak hikmah. Akibat adanya pandemi covid membuat mahasiswa melakukan pembelajaran secara daring. Mahasiswa harus menyesuaikan diri dengan perubahan pembelajaran dari tatap muka menjadi daring. Perubahan ini mempengaruhi cara mereka belajar dan berinteraksi dengan dosen dan sesama mahasiswa. Perubahan dalam mereka belajar adalah mereka harus belajar menggunakan platform pembelajaran online, berpartisipasi dalam kuliah virtual, dan mengakses bahan pembelajaran melalui sumber digital.
Nama: Fathiyya Jasmine
NPM: 2217051026
Kelas: A

1. Isi artikel tersebut adalah pada tahun 2019 dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam; banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Hal ini ditunjukkan lewat beberapa hal, antara lain tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu. Hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penegakan HAM dapat memastikan kebebasan individu untuk memperjuangkan hak-haknya, seperti hak atas pendidikan, kesehatan, lingkungan yang sehat, dan hak-hak sipil dan politik lainnya.

2. Demokrasi Indonesia memiliki nilai-nilai budaya asli masyarakat Indonesia yang turut mempengaruhi prinsip-prinsip demokrasi yang dianut. Beberapa nilai-nilai budaya yang menjadi landasan demokrasi Indonesia antara lain kebaikan, kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Demokrasi akan lebih efektif jika nilai-nilai demokrasi tersebut berbaur dengan nilai-nilai budaya lokal. Analisis saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa adalah demokrasi Indonesia berke-Tuhanan yang Maha Esa, yang artinya penerapan demokrasi di Indonesia dijiwai oleh tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dapat melahirkan sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, kebaikan, dan keadilan dalam pengambilan keputusan bagi kepentingan umum.

3. Praktik demokrasi di Indonesia saat ini masih memiliki beberapa tantangan dan perlu terus diperbaiki agar sesuai dengan Pancasila, UUD NRI 1945, dan nilai-nilai hak asasi manusia. Meskipun demikian, ada langkah-langkah yang telah diambil untuk memperkuat demokrasi dan menghormati hak asasi manusia. Untuk memastikan bahwa praktik demokrasi Indonesia saat ini sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia, diperlukan pengawasan dan pemantauan yang ketat dari berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, media, dan lembaga pemerintah yang independen. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi juga sangat penting untuk memastikan bahwa suara rakyat didengar dan diwakili dalam kebijakan publik.

4. Jika anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri yang tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat, itu dapat dianggap sebagai pengkhianatan terhadap mandat yang mereka terima sebagai wakil rakyat. Seorang anggota parlemen seharusnya bertindak sebagai perwakilan masyarakat dan menjalankan tugasnya dengan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab. Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi masyarakat untuk menjadi lebih sadar akan tanggung jawab mereka dalam memilih wakil rakyat yang kompeten dan jujur. Pemilih harus melakukan evaluasi yang cermat terhadap calon anggota parlemen, termasuk melihat rekam jejak mereka, komitmen mereka terhadap masyarakat, dan integritas mereka.

5. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dan memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat untuk mencapai tujuan yang tidak jelas adalah fenomena yang dapat menyebabkan potensi pelanggaran hak asasi manusia dalam konteks demokrasi dewasa saat ini. Ini adalah isu serius yang perlu mendapat perhatian. Pada era demokrasi dewasa saat ini, penting untuk memastikan bahwa pihak-pihak dengan kekuasaan kharismatik tidak menyalahgunakan pengaruh mereka untuk mengorbankan hak-hak individu atau masyarakat secara keseluruhan. Manipulasi emosi dan penggunaan loyalitas rakyat sebagai "tumbal" bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang berlandaskan partisipasi aktif, kebebasan berpendapat, dan penghargaan terhadap hak asasi manusia.