Posts made by Muhammad Haris Setiawan

Nama : Muhammad Haris Setiawan
NPM : 2217051039
Kelas : A
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Bela negara merupakan konsep dan aksi nyata dalam menjaga, mempertahankan, dan membela kedaulatan, keutuhan wilayah, serta kepentingan negara secara keseluruhan. Konsep bela negara melibatkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pertahanan, keamanan, sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Bela negara melibatkan kesadaran dan tanggung jawab setiap warga negara terhadap keamanan dan pertahanan negara. Dalam konsep ini, setiap individu diharapkan memiliki pemahaman tentang pentingnya keutuhan dan keamanan negara, serta berkontribusi dalam melindungi negara dari ancaman baik dari dalam maupun luar.

Partisipasi dalam bela negara dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti:

1. Kepatuhan terhadap hukum: Setiap warga negara diharapkan untuk mematuhi hukum yang berlaku dalam negara dan menjaga ketertiban sosial.

2. Keterlibatan dalam kegiatan sosial: Masyarakat diharapkan untuk aktif dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan persatuan bangsa.

3. Pengabdian kepada negara: Warga negara dapat memberikan kontribusi nyata melalui pelayanan publik, misalnya menjadi anggota TNI/Polri, guru, dokter, perawat, atau pekerja sosial.

4. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan: Warga negara diharapkan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kepentingan negara, seperti keamanan, pertahanan, dan teknologi.

5. Kewaspadaan terhadap ancaman: Setiap individu diharapkan memiliki kewaspadaan terhadap potensi ancaman terhadap negara, baik dari dalam maupun luar, dan melaporkan informasi yang relevan kepada pihak yang berwenang.
Nama : Muhammad Haris Setiawan
Npm : 2217051039
Kelas : A
Prodi : Ilmu Komputer.

Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu negara untuk menjaga keutuhan dan keberlanjutan kehidupan bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan yang mungkin timbul baik dari dalam maupun luar negeri. Konsep ketahanan nasional melibatkan berbagai aspek, termasuk pertahanan militer, keamanan dalam negeri, keberlanjutan ekonomi, stabilitas politik, keamanan energi, dan juga kelestarian lingkungan.

Ketahanan nasional melibatkan upaya pemerintah dan seluruh komponen masyarakat untuk mengidentifikasi dan menganalisis ancaman yang ada, serta mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah atau mengatasi ancaman tersebut. Tujuan utama ketahanan nasional adalah untuk melindungi kehidupan dan kebebasan warga negara, menjaga integritas wilayah, mempertahankan stabilitas sosial dan politik, serta memastikan kelangsungan ekonomi negara.

Untuk mencapai ketahanan nasional, negara perlu memiliki kekuatan militer yang cukup untuk melindungi wilayahnya dari ancaman militer dari luar, serta mengembangkan sistem keamanan dalam negeri yang efektif untuk mengatasi ancaman dari dalam negeri seperti terorisme, separatisme, dan kejahatan lintas batas. Selain itu, aspek ekonomi juga penting dalam ketahanan nasional, termasuk keberlanjutan pasokan pangan, energi, dan sumber daya lainnya.

Dalam menghadapi ancaman – ancaman tersebut diperlukannya:
1.Perwujudan Aspek Alamiah (Tri Gatra)
a. Lokasi dan posisi geografis: Peningkatan potensi laut dan darat
b. Sumber daya alam: Kesadaran nasional pemanfaatan kekayaan alam
c. Keadaan dan kemampuan penduduk: Pendidikan

2. Perwujudan ideologi, politik, ekonomi, sosial dan hankam
1. Ideologi : Rangkaian nilai mampu menampung aspirasi
2. Politik : Demokrasi (kekuasaan berada di tangan rakyat)
3. Ekonomi : Perkembangan teknologi
4. Sosbud :Mempertahankan tradisi, pendidikan, kepemimpinan
5. Hankam : Partisipasi dan kesadaran masyarakat
Nama : Muhammad Haris Setiawan
Kelas : A
NPM : 2217051039
Prodi : S1 Ilmu Komputer


1. - Peningkatan Kesadaran dan Perhatian
- Peningkatan Kolaborasi
- Pembentukan Komisi Bersama
- Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi


2. Menurut saya jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, ada beberapa dampak yang mungkin terjadi terhadap wilayah dan bangsa Indonesia:

- Persaingan Wilayah: Tanpa konsepsi wawasan nusantara, mungkin terjadi persaingan yang lebih besar antara provinsi-provinsi dan kelompok-kelompok regional dalam hal pengelolaan sumber daya, pemanfaatan wilayah, dan pembangunan. Hal ini dapat mengarah pada konflik dan ketegangan antara entitas lokal yang berbeda di Indonesia.

- Pemisahan dan Pemecahan: Tanpa konsepsi wawasan nusantara yang mengedepankan persatuan dan kesatuan, mungkin ada dorongan yang lebih kuat untuk pemisahan dan pemecahan wilayah di Indonesia. Hal ini dapat memicu gerakan separatisme dan upaya untuk membentuk entitas politik baru yang terpisah dari negara Indonesia.

- Ketidakseimbangan Pembangunan: Konsepsi wawasan nusantara membawa prinsip kesetaraan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Tanpa konsepsi tersebut, ada risiko terjadinya ketidakseimbangan pembangunan antara wilayah-wilayah yang lebih maju dan yang kurang berkembang di Indonesia. Hal ini dapat memperburuk kesenjangan sosial-ekonomi antar wilayah dan memicu ketidakpuasan serta ketegangan.

- Potensi Konflik Maritim: Konsepsi wawasan nusantara memandang laut sebagai sumber daya strategis dan mengedepankan kepentingan nasional di lautan. Tanpa konsepsi tersebut, kemungkinan terjadi persaingan dan konflik di perairan Indonesia dapat meningkat. Hal ini dapat berdampak pada hubungan dengan negara-negara tetangga dan mempengaruhi stabilitas dan keamanan maritim di kawasan.

3. - Persatuan dan Kesatuan
- Penyidikan
- Penuntun dan Pengadilan
- sanksi dan putusan

Selain itu, upaya penegakan hukum di Indonesia juga melibatkan kerjasama antara lembaga penegak hukum, penguatan legislasi, pembentukan kebijakan yang mendukung penegakan hukum, serta pemberdayaan masyarakat untuk berperan aktif dalam memelihara ketertiban dan melaporkan pelanggaran hukum