གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Putri Amelia

Nama : Putri Amelia
NPM : 2217051074
Kelas : B

Permasalahan yang dikaji berkaitan dengan Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum di Indonesia. Sebagai negara hukum, Indonesia memegang demokkrasi dalam pelaksanaan proses berbangsa dan bernegara dalam penyelenggaraan sistem pemilihan umumnya. Keberadaan Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum sangat penting bagi bangsa Indonesia sebagai Negara hukum. Pemilihan umum daerah di Indonesia belum mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sila keempat yaitu kerakyatan yang dimpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan.

Negara Indonesia telah menempuh proses dari perkembangan demokrasi, pada tahun (1945-1959) pada masa Republik Indonesia I yaitu demokrasi konstitusional, Masa Republik Indonesia II (1959-1965) atau masa demokrasi terpimpin, Masa Republik Indonesia III masa demokrasi Pancasila (1965-1998), hingga saat ini telah melakukan revolusi dan perubahan terhadap birokrasi menuju refromasi yaitu masa Republik Indonesia V (1998-sekarang), dari berbagai dinamika perubahan itu apakah dapat menciptakan keserasian terhadap pemilihan umum dan apakah demokrasi di Indonesia sesuai dengan Pancasila pada sila keempat ataukah sistem pemilihan umum hanya dipergunakan sebagai semiotik atau sekaligus sebagai tolak ukur dari demokrasi itu. Pemilihan umum ini merupakan jembatan untuk mewujudkan Indonesia yang berdikari, karena pemimpin yang diseleksi dengan begitu ketat dan mempunyai harapan untuk Indonesia dipimpin oleh kepala Negara atau kepala daerah yang memiliki kompentensi.
Nama : Putri Amelia
NPM : 2217051074
Kelas : B

Perkembangan Demokrasi di Indonesia
1. Perkembangan Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan
Demokrasi pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan sangat terbatas. Media massa yang mendukung perjuangan kemerdekaan pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia memainkan peran penting dalam memberikan informasi dan memobilisasi rakyat untuk berjuang. Media massa tersebut juga memberikan inspirasi dan semangat perjuangan bagi rakyat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan dan meraih kemerdekaan dari penjajahan.
2. Perkembangan Demokrasi Parlementer (1945 – 1959)
Masa ini adalah masa kejayaan demokrasi di Indonesia, karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam kehidupan politik di Indonesia. Tetapi demokrasi ini gagal karena (a) dominannya politik aliran, (b) basis sosial ekonomi yang sangat lemah, (c) Presiden Soekarno dengan kalangan Angkatan Darat yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.
3. Perkembangan Demokrasi Terpimpin (1959 – 1965)
Politik pada masa itu ditandai dengan adanya tolok ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan yaitu ABRI, Soekarno, dan PKI.
4. Perkembangan Demokrasi dalam Pemerintahan Orde Baru
Pada 3 tahun awal, kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan kepada kekuatan masyarakat. Setelah 3 tahun berlalu, yang terjadi ialah (a) dominannya peran ABRI, (b) birokratisi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, (c) pembatasan peran dan fungsi partai politik, (d) campur tangan pemerintahan dalam persoalan partai politik dan public, (e) masa mengambang, monotisasi ideologi negara, dan inkorporasi lembaga nonpemerintah.
5. Perkembangan Demokrasi Pada Masa Reformasi (1998 sampai dengan sekarang)
Demokrasi yang diterapkan Negara kita pada era reformasi ini adalah demokrasi Pancasila, tentu saja dengan karakteristik yang berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer tahun 1950 – 1959.
Karakteristik Demokrasi Era Reformasi :
Pertama, Pemilu yang dilakukan (1999 – 2004) jauh lebih demokrasi dari yang sebelumnya. Kedua, rotasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai pada tingkat desa. Ketiga, pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka. Keempat, Sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat.
Nama : Putri Amelia
NPM : 2217051074
Kelas : B

Jurnal Penelitian LIPI Politik Vol. 6, No. 1, Juni 2019 membahas tentang dinamika sosial politik menjelang pemilu serentak. Artikel tersebut mencakup dua paragraf penting yang dapat dijadikan sebagai analisis sebagai berikut:

Paragraf pertama membahas tentang peran politik dalam pemilihan umum. Dalam paragraf ini, penulis menekankan pentingnya partisipasi politik dalam pemilu serentak. Partisipasi ini tidak hanya dibatasi pada pemilih, tetapi juga melibatkan partai politik dan kelompok masyarakat sipil. Penulis menyoroti bahwa partisipasi politik ini sangat penting untuk menjaga keterwakilan masyarakat yang lebih luas dalam proses demokrasi. Namun, penulis juga mengakui bahwa partisipasi politik dalam pemilu serentak dapat menimbulkan gesekan sosial dan politik. Oleh karena itu, partisipasi politik dalam pemilu serentak harus dilakukan dengan bijak dan bertanggung jawab, agar tidak merusak keamanan dan stabilitas politik di negara.

Paragraf kedua membahas tentang peran media dalam pemilihan umum. Dalam paragraf ini, penulis menyoroti pentingnya media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan seimbang tentang pemilihan umum. Media dapat memainkan peran yang krusial dalam membentuk opini publik dan membantu pemilih untuk membuat keputusan yang tepat. Namun, penulis juga mengakui bahwa media dapat menjadi alat yang mudah dimanipulasi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik tertentu. Oleh karena itu, media harus memenuhi standar etika dan menjaga kemandirian mereka, sehingga mereka dapat memberikan informasi yang objektif dan seimbang kepada masyarakat. Dalam paragraf ini, penulis juga menyoroti pentingnya kontrol sosial terhadap media, untuk mencegah terjadinya manipulasi informasi atau diskriminasi media terhadap kandidat tertentu.

Secara keseluruhan, artikel ini memberikan analisis yang baik tentang dinamika sosial politik menjelang pemilu serentak. Dua paragraf yang disebutkan di atas menyoroti peran politik dan media dalam pemilihan umum, dan memberikan wawasan tentang bagaimana partisipasi politik dan media yang baik dan bertanggung jawab dapat membantu memperkuat demokrasi dan meningkatkan kualitas pemilihan umum.
Nama : Putri Amelia
NPM : 2217051074
Kelas : B

Menurut pendapat saya, video "Demokrasi Itu Gaduh, tapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara? oleh Narasi Newsroom" memberikan pemahaman yang baik tentang sistem politik demokrasi dan mengapa masih bertahan meskipun memiliki kelemahan dan kekurangan. Video ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh demokrasi, seperti pengaruh sosial media dan kurangnya partisipasi publik, serta memberikan wawasan tentang bagaimana demokrasi dapat terus ditingkatkan untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat. Selain itu, video juga menjelaskan sejarah dan evolusi demokrasi dari zaman Yunani kuno hingga saat ini, serta perbedaan antara demokrasi dan otoriterisme. Meskipun demokrasi tidak sempurna, namun masih menjadi sistem politik yang paling diminati dan dipercaya di seluruh dunia, dan video ini memberikan gambaran mengapa demokrasi masih relevan dan penting untuk dipertahankan.