Posts made by Rafli Daffa Pratama

Nama : Rafli Daffa Pratama
NPM : 2217051131
Kelas : B

Pada Jurnal yang berjudul "Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai SIla Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum Daerah Indonesia". Pada Jurnal tersebut dibahas tentang pentingnya nilai-nilai Sila keempat Pancasila dalam menjalankan sistem demokrasi di Indonesia, terutama dalam pelaksanaan pemilihan umum. Secara empiris, pemilihan umum di Indonesia belum sepenuhnya mencerminkan ideologi yang telah disepakati oleh masyarakat Indonesia, yang mana konstitusi menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara hukum dan Negara demokrasi.

Dalam konteks ini, Sila keempat Pancasila menjadi sangat penting karena merupakan penceminan dari asas demokrasi dan mewujudkan keberadaan Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum sangat penting bagi bangsa Indonesia sebagai Negara hukum. Prinsip-prinsip demokrasi yang berbasis pada nilai-nilai Sila keempat Pancasila harus dipegang teguh oleh Indonesia sebagai Negara hukum.

Dari analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemilihan umum merupakan cerminan dari sistem demokrasi, dan Sila keempat Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia harus terus memperkuat prinsip-prinsip demokrasi yang berbasis pada nilai-nilai Sila keempat Pancasila dalam setiap aspek penyelenggaraan sistem pemerintahan dan pemilihan umumnya.
Nama : Rafli Daffa Pratama
NPM : 2217051131
Kelas : B

Berikut ini adalah hasil analisis saya berdasarkan video yang berjudul :Perkembangan Demokrasi di Indonesia"

Perkembangan Demokrasi di Indonesia
1. Masa Kemerdekaan
Pada masa kemerdekaan demokrasi sangat terbatas, hanya ada media pers yang mendukung seperti Tempo dan buatan Ribert Cribb yang berjudul "Para Jago dan Kaum Revolusioner Jakarta”

2. Demokrasi Parlementer (1945-1959)
Masa ini merupakan masa kejayaan karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Namun, demokrasi parlementer gagal salah satunya karena dominannya politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik.

3. Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
Pada masa ini, politik diwarnai dan didominasi oleh tiga unsur kekuatan politik saat itu yaitu ABRI, Soekarno, dan PKI.

4. Demokrasi Orde Baru
Pada masa ini, tiga tahun pertama kekuasaan seolah-olah didistribusikan kepada kekuatan masyarakatan. Namun, setelah itu peranan ABRI menjadi dominan serta adanya pembatasan peran dan fungsi partai politik.

5. Demokrasi Reformasi (1998 – sekarang)
Pada masa ini, diterapkan demokrasi Pancasila yang mana memiliki karateristik yang berbeda dengan orde baru namun sedikit mirip dengan demokrasi parlementer.
Nama : Rafli Daffa Pratama
NPM : 2217051131
Kelas : B

Berikut ini adalah analisis saya terhadap jurnal yang berjudul "DINAMIKA SOSIAL POLITIK MENJELANG PEMILU SERENTAK 2019"

Tulisan tersebut membahas tantangan konsolidasi demokrasi dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019 di Indonesia. Pemilihan umum serentak atau pemilu serentak pada tahun 2019 di Indonesia menandai kali pertama di mana pemilihan presiden dan wakil presiden atau pilpres dilakukan secara bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif atau pileg. Karena hal tersebut, sangat menarik untuk melihat perubahan dan dinamika sosial politik yang terjadi sebelum pemilu 2019. Jurnal Penelitian Politik tersebut memuat enam artikel yang membahas topik-topik terkait isu elektoral pada Pemilihan Umum Serentak 2019 di Indonesia.

Artikel pertama membahas dinamika koalisi dalam pemerintahan Joko Widodo dan upaya koalisi dalam pemilu serentak 2019 serta penerapan sistem presidensial yang memiliki kelemahan. Artikel kedua membahas upaya mobilisasi suara perempuan melalui label "emak-emak" dan "ibu bangsa" yang dianggap hanya narasi simbolis. Artikel ketiga membahas netralitas Polri dalam proses pemilu 2019. Artikel keempat membahas fenomena populisme di Indonesia kontemporer dan transformasinya dalam dinamika kontestasi politik menjelang Pemilu 2019. Artikel kelima membahas karakteristik dan peran media dalam mempengaruhi preferensi pemilih dalam pemilu. Terakhir, artikel keenam membahas pengaruh kepemimpinan dan kinerja kepala daerah terhadap hasil Pemilu 2019.

Jurnal ini membahas konsolidasi demokrasi di Indonesia dan tantangan-tantangan yang menghambat kemajuannya. Pilar-pilar penting demokrasi seperti pemilihan umum, partai politik, masyarakat sipil, dan media massa belum berfungsi secara efektif dan optimal, sehingga menimbulkan fluktuasi dalam konsolidasi demokrasi di Indonesia. Beberapa masalah yang muncul selama tahapan pemilihan presiden tidak mendapatkan solusi yang konkret dan memadai. Masalah-masalah ini mencakup politik identitas dan persaingan sengit untuk suara Muslim, masalah partai politik, dan semua pemangku kepentingan terkait pemilihan yang belum mampu memenuhi peran penting mereka secara efektif dan bertanggung jawab.

Semua pemangku kepentingan yang terkait dengan pemilu, seperti partai politik, penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, DKPP), pemerintah (pusat dan daerah), dan lembaga penegak hukum, perlu bekerja sama secara profesional untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilu presiden. . Hal ini perlu dilakukan karena keberhasilan tidak dapat dicapai oleh satu pemangku kepentingan saja, melainkan membutuhkan kerjasama seluruh pemangku kepentingan dalam proses demokrasi.